
“Graa!!!” raung beruang raksasa
“Be-beruang itu… melindunginya?!” gumam Li Chen
Gong Qiao tidak bisa berkata-kata selain takjub sekaligus takut melihat beruang itu sudah bangkit lagi. Tatapan matanya yang begitu besar melirik ke bawah di mana Gong Qiao sedang berdiri.
Beruang itu membuka lebar-lebar mulutnya yang penuh dengan taring tajam. Gong Qiao yang memejamkan matanya karena ketakutan, tiba-tiba saja mendengar suara yang begitu nyaring bunyinya.
Klang…!!
Suara dari rantai Ki yang di buat oleh Feng Bufan telah di hancurkan oleh beruang raksasa itu. Gong Qiao yang lengan kanannya telah terbebaskan pun merasa terkejut dan membuka lebar kedua matanya.
“Ta-tanganku… bebas. Ka-kau membantuku?”
Entah apa yang telah membuatnya berubah, tetapi beruang raksasa itu menundukkan kepalanya dan bersikap manja pada Gong Qiao. Seolah seekor peliharaan yang sedang ingin meminta perhatian pada majikannya.
“E-eh… a-ada apa?!”
“Grrr….”
Bulu coklatnya yang halus itu menempel pada tubuh Gong Qiao dan di gesek tiada henti. Hal itu menunjukan betapa sayang dan menyukainya beruang itu terhadap Gong Qiao.
Perlahan melihat sikap manja dari beruang itu, membuat Gong Qiao secara inisiatif mengelus kepala dan bulu coklatnya yang halus.
“Sudah sudah… tidak apa. Tidak ada yang menyakitimu lagi….”
Alih-alih dari Gong Qiao yang sedang meladeni beruang manja itu, Li Chen menghela nafas lega karena melihat bahwa situasinya telah berbalik aman untuk Gong Qiao. Namun, semuanya belum selesai begitu saja.
Suara dari gesekan tanah dan semak-semak yang berbunyi di belakangnya, membuat Li Chen menoleh ke arah sana.
Dia melihat adanya Feng Bufan yang terkapar dan berusaha untuk bangkit penuh luka setelah terhempas dari pukulan beruang raksasa itu.
“Ugh… tidak mungkin… aku… di hina oleh seorang gadis lemah… dan hewan tak punya akal!” gerutu Feng Bufan
“Grr….!!”
Insting dari beruang itu langsung aktif kembali karena merasakan ancaman dan niat jahat dari Feng Bufan. Taringnya yang di keluarkan dan dia mengerang penuh amarah berusaha di tenangkan oleh Gong Qiao.
“Tenanglah, jangan marah!” ucap Gong Qiao
“Graa!” raung beruang raksasa
Melihat Gong Qiao dan beruang raksasa itu terlihat akrab, membuat Feng Bufan semakin kesal.
Matanya yang menatap tajam dan tangan yang berusaha di angkat sembari membuka telapak tangannya.
“Kalian berdua… kalian berdua tidak akan lolos begitu saja. Aku akan menarik kalian untuk tumbang bersamaku!”
__ADS_1
Klang klang…!!!
Rantai Ki yang di keluarkan dari jari-jemari milik Feng Bufan langsung menerjang ke arah mereka berdua. Beruang itu sudah menjadi semakin ganas dan ingin melawan balik.
Tetapi, rantai-rantai itu di hentikan dengan mudah oleh satu lengan Li Chen.
Trang…!!
Lima jemari, berarti ada lima rantai. Dan Li Chen menahannya dengan satu lengan yang membuat semua rantai itu terlilit di lengannya.
Tatapan matanya yang begitu dingin dan aksi yang menahan serangannya membuat semua orang terkejut.
“Lima menit sudah lewat….”
Klang…!!
Li Chen menarik rantai Ki tersebut dan membuat Feng Bufan tertarik ke arahnya.
Greb…!!
Lehernya di cekik dan di angkat ketika masuk ke dalam genggamannya. Li Chen tidak berbelas kasihan dan bahkan membuat Feng Bufan meronta karena kesulitan bernafas.
“A-aacckhh!! Le… lepas…kan!!”
“Kau sudah kalah. Oleh seorang gadis dan beruang raksasa. Pertarungannya sudah berakhir….”
“Tidak peduli”
Li Chen menjawab dengan dingin karena memang pada dasarnya dia tidak peduli sama sekali.Dengan cekikannya saat itu, Li Chen menekan salah satu saraf di leher Feng Bufan dan membuatnya kehilangan kesadaran.
Urat dan seluruh ototnya yang meronta sejak awal langsung melemas. Kepalanya langsung menunduk seolah mengantuk. Li Chen yang melihat hal itu langsung melepaskan cekikannya dan membiarkan Feng Bufan terjatuh begitu saja di permukaan tanah.
Membalikan pandangannya seolah tak tertarik, Li Chen mengganti arah pandangannya kepada Gong Qiao yang berdiri bersama beruang raksasa itu. Dia berjalan perlahan menghampiri beruang itu yang masih bermanja pada Gong Qiao.
“Sudah sudah… orang jahat itu sudah tidak ada lagi…” ucap Gong Qiao
“Tak kusangka beruang ini bisa jinak olehmu” sahut Li Chen
“Jinak? Ti-tidak tidak, kurasa dia hanya ketakutan”
Gong Qiao menolak pernyataan kalau beruang itu jinak padanya. Tetapi, argumen Li Chen di perkuat dengan tubuh beruang kecil itu yang mengecil secara tiba-tiba. Berubah layaknya bayi beruang yang mungil seperti sebelumnya, dan melompat tepat ke atas pelukan Gong Qiao.
“Grawr…grawr….”
Beruang itu meraung kecil dan terlihat sangat lucu. Bahkan membuat Li Chen dan Gong Qiao secara refleks tersenyum senang melihatnya.
Di sisi lain, beruang itu semakin liar dalam bermain di dalam pelukan Gong Qiao. Bulunya yang lembut itu bermain berguling-gulingan di atas pelukannya dan juga dada Gong Qiao yang terbilang cukup besar.
__ADS_1
“Hahaha! Itu geli tahu, dasar beruang nakal!”
“Grawr grawr…!!”
Li Chen yang melihat pemandangan tersebut sempat tergoda terhadap dada Gong Qiao yang terus bergoyang karena ulah beruang kecil itu.
Boing…boing…!!
Dia langsung melirik ke samping agar menutupi wajahnya yang sedikit memerah.
“(Woah… beruang itu benar-benar membuat daya tarik milik Gong Qiao bersinar. Tu-tunggu dulu, apa yang aku pikirkan?!)”
Alih-alih darinya yang sedang menutupi perasaan malunya, Gong Qiao yang menatap khawatir pada Li Chen terus saja terdiam pun memanggilnya dengan lembut.
“Chen? Kau tidak apa?” tanya Gong Qiao sembari muncul tepat di wajahnya
“A-ah… ti-tidak apa-apa….”
Tak henti bagi mata Li Chen untuk terus mencuri pandang ke dada Gong Qiao yang begitu besar dan empuk kelihatannya. Namanya juga insting laki-laki, tidak bisa di pungkiri kalau matanya akan sempat mencuri kesempatan walau iman Li Chen terbilang kuat dan kadang tak terlalu peduli dengan hal seksual.
Di kala perasaan canggung sedang mengalir dalam diri Li Chen, dan Gong Qiao di penuhi kebingungan sembari menatapnya. Li Chen berusaha untuk menarik topik dan suasana kembali seperti normal.
“E-ehem… aah, Qiao’er. Beruang ini kelihatannya sangat menyukaimu, apa kau tidak ingin mencoba untuk membuat kontrak dengannya?” tanya Li Chen
Kedua mata Gong Qiao terbuka lebar ketika mendengar hal tersebut. Seharusnya dia merasa bahagia karena dengan membuat kontrak dengan beruang itu, dia bisa mendapatkan kekuatan kultivasi yang lebih tinggi dalam sekejap, dan memiliki rekan yang dapat di andalkan kapan saja.
Tetapi, hal itu tidak terasa bagi Gong Qiao. Dia melihat kontrak antar hewan mistis dan manusia itu hanya seperti belenggu bagi para hewan. Karena mereka di paksa untuk mengikuti dan menuruti perintah dari manusia. Dan juga, Gong Qiao telah melihat banyak orang yang berada di tingkat kultivasi tinggi dengan cara memperlakukan para hewan mistis itu seperti sebatas sumber kekuatan saja.
Dan semua pikirannya yang menyatu saat itu, membuatnya mendapatkan sebuah kesimpulan.
“Aku… aku tidak mau….” Ucap Gong Qiao
Li Chen tertegun diam dengan kedua mata yang terbuka lebar ketika mendengar ucapan Gong Qiao. Tak hanya dirinya, tetapi beruang kecil itu terlihat seperti sedikit kecewa menatapnya.
“Kenapa? Bukankah itu kesempatan yang bagus?”
“Aku tahu. Tetapi, melihat para hewan mistis yang di buat kontrak denganku, hanya akan membuat hidup mereka terbelenggu dan tidak bebas seperti biasa. Mereka memiliki hak untuk hidup bebas, oleh karena itu aku tidak mau membuat kontrak dengan mereka”
Penjelasan singkat dari Gong Qiao membuat Li Chen sepaham untuk sesaat. Dia tak bisa berkomentar banyak, karena itu sudah menjadi keputusan Gong Qiao.
Namun, berbeda dengan beruang itu sendiri. Dia terlihat seperti tak senang dengan keputusan Gong Qiao dan langsung melompat turun dari pelukannya.
“Grr..!!”
“E-eh… beruang kecil, apa yang kau lakukan?!”
Beruang kecil itu berdiri dengan keempat kakinya tepat di depan Gong Qiao. Mata yang di buka secara tiba-tiba itu memunculkan sebuah pancaran energi Ki yang begitu kuat, dan diikuti oleh sebuah lingkaran energi yang memiliki ukiran rumit.
__ADS_1
Sring…!!