
Guan Liu yang mendengar hal itu langsung menoleh ke belakang sembari berlari. Di sana, dia melihat betapa mengerikannya tatapan Li Chen dari jauh. Langkah kakinya berusaha untuk semakin cepat.
Tetapi, apa daya jika berada di hadapan LI Chen? Dengan skill ‘sprint’ miliknya, dia dapat mengejar Guan Liu secepat kilat.
Dan sebelum Guan Liu sadari, Li Chen sudah berada tepat di depannya.
“Guan Liu, urusan kita belum selesai kan?”
“Uwaaa!!”
Guan Liu menahan langkah kakinya dan berusaha untuk berlari ke arah sebaliknya. Namun, pukulan telak dari Li Chen telah mendarat lebih dulu di perutnya.
Buaak…!!
“Uaaghh!!”
Erangan penuh rasa sakit yang menyebar ke tubuhnya. Seolah setiap inci dari bagian tubuhnya mati rasa. Kedua kakinya terasa lemas dan membuatnya terjatuh ke tanah. Memuntahkan seluruh isi perutnya sebab pukulan Li Chen.
“Uaackkhh! Uhuk, uhuk, uhuk!”
Melihat Guan Liu membungkuk penuh kesakitan, Li Chen berdiri tegap di depannya. Dengan tatapan yang memadang ke bawah terlihat seperti sedang merendahkan Guan Liu. Dia yang melirik dan menatap balik pun merasakan penghinaan yang luar biasa.
Guan Liu tidak terima terhadap hal tersebut.
“Jangan menatapku dengan sepertiku. Memangnya kau siapa, hah?!”
Dia berusaha bangkit berdiri dan mengayunkan tinjunya. Tetapi, Li Chen dengan mudah bisa menghindari serangan itu dan berbalik mematahkan pergelangan lengan milik Guan Liu di belakang punggungnya.
Krak….!!
“Agghhh!!!” erang Guan Liu
“Jangan memaksakan dirimu. Semua orang yang kau bawa telah tiada. Kau tidak bisa melakukan apapun” sahut Li Chen
Perasaan takut semakin naik ke tenggorokan Guan Liu. Dia bahkan sudah hampir kehilangan ritme nafasnya sampai membuatnya sesak sendiri.
“Ja- jangan! Ka-kau… kalau kau berani membunuhku, kau pasti akan di keluarkan dari akademi. Dan juga kakakku tidak akan melepaskanmu!” teriak Guan Liu
“Aku tidak peduli dengan kakakmu. Tetapi, aku peduli terhadap posisi kak Yue yang telah mengundangku masuk ke dalam akademi. JIka aku membunuhmu di sini, maka hanya akan menghancurkan reputasi kak Yue” jelas Li Chen
Dari ucapannya itu, Li Chen langsung melepaskan Guan Liu sembari mendorongnya mundur.
__ADS_1
“Ugh!” erang Guan Liu
Dia yang terbebas pun memegangi bagian tubuhnya yang terasa sakit akibat LI Chen. Sembari menatap kesal dan juga takut, Guan Liu berusaha sok tegar di hadapan Li Chen.
Di sisi lain....
“Aku tidak akan membunuhmu. Tetapi, kalau lain kali ada kejadian seperti ini dan kau berusaha mencari masalah denganku lagi. Jangan salahkan aku kalau nyawamu tidak akan kuampuni!”
Sorot mata Li Chen burubah menjadi setajam silet dan sedingin es. Lagi dan lagi, tak habis Guan Liu di buat gemetar dan banjir akan keringat dingin oleh Li Chen.
“Awas kau, Li Chen!”
Dengan rasa sakit yang masih terasa di tubuhnya, Guan Liu berusaha melarikan diri selagi bisa. Meninggalkan pemandangan mengerikan yang di buat oleh Li Chen setelah membantai habis sepuluh orang yang dia bawa.
Alih-alih darinya, Xiong yang melihat semua hal itu dari awal hingga akhir membuka mata beruangnya lebar-lebar. Keringat dingin bahkan bercucuran dan dia tak bisa berhenti gemetar.
“(Su-sulit dipercaya! Dia berhasil menang melawan sepuluh orang dengan bantuan pil kultivasi di tingkat petarung master bintang satu. Tak hanya itu, dia bahkan tidak terlihat berkeringat sama sekali dan semua orang habis terbunuh dengan tangan kosong. Sebenarnya… siapa dia?!)”
Di kala Xiong sedang takjub dan takut terhadap pemandangan itu, tiba-tiba saja Li Chen menarik pandangannya dan menatap ke arahnya.
Perasaan takut itu menjadi semakin meroket tinggi dan bahkan membuat bulu halus Xiong menjadi tegang. Karena dia berdiri di atas bahu Gong Qiao dan sedang menutupi telinganya, Gong Qiao merasakan perasaan aneh dari Xiong.
“Xiong? Ada apa?” tanya Gong Qiao
Di sisi lain, Li Chen berjalan perlahan menghampiri mereka. Raut wajah dan auranya berubah seketika dan menunjukan sifat tenangnya seperti biasa.
“Maaf, malah membuat kalian menunggu” ucap Li Chen
“E-eh, Chen. Sudah selesai?” tanya Gong Qiao
“Iya” sahut Li Chen
“Xiong, tolong buka tanganmu dari telingaku” ucap Gong Qiao
“A-aah… maafkan aku nona” sahut Xiong
Xiong melepaskan tangannya dari telinga Gong Qiao. Tetapi, tatapan matanya masih sempat melirik ragu ke arah LI Chen. Li Chen sendiri yang menyadarinya hanya membelas dengan senyuman tipis tanpa menunjukan sebuah perasaan mengancam.
Di sisi lain, Gong Qiao perlahan ingin membuka matanya. Tetapi, Xiong langsung sadar akan perbuatan Li Chen yang telah membantai habis sepuluh orang sebelumnya. Dia langsung memberikan kode berupa lirikan mata yang bergantian.
Dan secara cepat, Li Chen langsung menyadari maksud lirikan itu.
__ADS_1
“A-ah, Qiao’er. A-ayo kita ke arah sana!” ucap Li Chen sembari memutar balikkan Gong Qiao ke arah belakang.
Pada saat buka mata, Gong Qiao kebingungan dan juga langsung menatap ke pemadangan dalam hutan yang lebat.
“Eh, a-ada apa? Bagaimana dengan orang bernama Guan Liu tadi?!” tanya Gong Qiao
“Tidak ada apa-apa kok. Ayo ayo, kita jalan lagi. Liontin-liontin itu tidak akan menunggu kita untuk mengambilnya agar lolos dari pelatihan ini” sahut Li Chen
Li Chen mendorong Gong Qiao seolah memaksanya dengan pelan-pelan agar tidak melihat pemadangan mengerikan yang dia buat. Hanya Li Chen, Xiong dan Guan Liu sendiri yang mengetahui hal tersebut. Dan tidak ada lagi, untuk saat itu.
***
Terlewat begitu saja. Li Chen sebisa mungkin ingin membuat Gong Qiao menjauh dari pemandangan penuh darah dan kesadisan itu. Mereka berjalan lebih dalam ke hutan sembari perlahan-lahan membuat Gong Qiao lupa akan pertemuan dengan Guan Liu.
Klang klang….!
Liontin yang di pegang dan di hitung oleh Gong Qiao masih terhitung sama seperti sebelumnya.
“29 Liontin… sepertinya ini cukup agar bisa lolos di pelatihan ini” gumam Gong Qiao
“Benarkah? Kelihatannya peserta pelatihan ini sangat banyak. Jadi pasti ada orang yang memiliki liontin lebih banyak” sahut Li Chen
“Ah, benar juga. Berarti kita harus mencari liontinnya lebih banyak lagi!” ucap Gong Qiao yang menjadi semangat kembali
“Aku akan membantu nona dengan sekuat tenaga!” sahut Xiong
“Hehe, terima kasih Xiong”
Gong Qiao mengelus lembut kepala Xiong ketika mendengar ucapannya.
Di sisi lain, Li Chen hanya tersenyum tipis melihat hal tersebut. Tetapi, tiba-tiba saja dia mendengar sebuah dengunan nyaring yang hampir membuat gendang telinganya meledak.
Perasaan sakit itu membuat perhatian Li Chen teralihkan. Langkah kakinya terhenti dan kedua tangannya terfokus untuk menutupi telinganya.
“Ucckkh!”
“Ch-Chen, ada apa?!”
“Ugghh!”
Suara nyaring itu tak kunjung berhenti menyiksa gendang telinga Li Chen. Sampai tiba-tiba, suara nyaring itu berhenti untuk sesaat dan berganti menjadi suara yang penuh tekanan kuat.
__ADS_1
“Manusia, nyalimu cukup besar karena berani bertindak sesukanya di hutanku”