Eternal System

Eternal System
System 14 : Penjaga Hutan Sheng


__ADS_3

Hewan mistis yang pertama kali di lihat oleh kedua mata Li Chen adalah seekor kadal ular air dengan tingkat Legenda.


Haishe, itu adalah nama dari hewan mistis tersebut. Dia mengarahkan kedua matanya yang menatap tajam seolah tak senang dengan kehadiran Li Chen di dalam hutannya.


“Seekor manusia… ternyata masih berani datang menganggu hutanku!”


Kedua mata Li Chen terbuka lebar ketika mendengar Haishe menganggapnya menganggu hutan itu.


Li Chen yang tak merasa melakukan hal buruk pun berusaha untuk membela dirinya sendiri.


“Tunggu dulu, aku datang ke sini hanya untuk berlatih kultivasi. Aku tidak ada niat untuk menganggu hutanmu!”


Tatapan mata Haishe sama sekali tidak mempercayainya. Tangannya yang terlipat di depan dada pun di lepas dan menunjuk ke arah bunga lotus hijau yang ada di genggaman Li Chen.


“Lalu kenapa bunga lotus hijau bisa ada di tanganmu?”


Pertanyaan tersebut membuat Li Chen melihat ke arah bunga lotus yang dia genggam. Dia mengangkat pandangannya dan mencoba menjelaskan dengan tenang kepada Haishe.


“Aku hanya mengambil bunga lotus ini untuk menjadikannya sebagai bahan peracik pil kultivasi”


Dan dari penjelasannya itu, Haishe bukanlah semakin tenang. Dia justru semakin melonjak akan amarah dan taring di mulutnya terlihat begitu tajam keluar seperti ular yang mendesis.


“Itulah yang kumaksud dengan menganggu hutanku!”


SHAAA!!!


Situasi pun berubah drastis dan Li Chen merasakan ancaman besar dari Haishe yang mendesis kuat kepadanya.


“Ah tentu saja. Mengambil bunga sama saja aku membuat monster yang menjaganya mengamuk!”


Haishe mengayunkan tangannya yang di penuhi dengan  cakar ke arah Li Chen.


Graakk


Refleks Li Chen yang cepat tanggap, membuatnya melompat mundur dan menghindari cakar yang menghancurkan pesisir tanah danau itu.


“Celaka. Jika aku sampai terkena satu pun serangannya, aku pasti tidak akan selamat!”


Di sisi lain, Haishe membuka mulutnya dan mengumpulkan energi Ki di dalamnya. Energi yang telah terpusat itu di tembakan layaknya Ki air ke arah Li Chen.


Zrassshh


Serangan berupaa perubahan energi Ki menjadi elemen air itu pun di adu dengan teknik milik Li Chen. Dia mengayunkan tangannya dan melepaskan energi Ki dari pukulan terkuat.


“Penghakiman telapak bumi!”

__ADS_1


DUAARR!!


Ledakan pun terjadi akibat kedua energi Ki yang bertemu di satu titik. Dampak dari gelombang guncangan itu menyebar hingga ke seluruh hutan dan membuat hewan yang tersebar di sekitarnya berlari ketakutan.


Di sisi lain, Li Chen yang berhasil menghentikan serangan itu pun masih berteguh diri untuk tidak melawan Haishe.


“Tunggu, aku minta maaf karena aku telah mengambil bunga lotus hijau ini. Tetapi, aku membutuhkannya demi meningkatkan kemampuan dan melindungi adikku!” ucap Li Chen


“Bukan urusanku!” teriak Haishe sembari melesat ke arah Li Chen dan kembali mengayunkan cakarnya yang berlapis sayatan air yang begitu tajam


Syat syat!


Li Chen melompat ke kiri dan kanan, belakang dan depan, atas dan bawah demi menghindari setiap serangan beruntun itu. Namun, seberapa ahlinya dia berusaha untuk menghindar, serangan sebanyak itu pun semakin sulit di hindari dan tubuhnya mulai tersayat berulang kali.


Zrat zrat zrat


“Ugh, sial!” gerutu Li Chen


Perhatiannya yang teralihkan karena melihat punggungnya terkena tebasan yang cukup dalam, membuat sebuah peluang bagi Haishe untuk menyerangnya dengan ayunan ekornya.


Buaakk!


“Uagh!” erang Li Chen yang terpukul telak oleh ekor Haishe dan terhempas hingga terbentur pepohonan di belakangnya.


“Ackh... serangan… telak!”


Sistem yang berada di dalam tubuhnya pun memberikan sebuah peringatan terhadap sisa darah yang dia miliki.


[ Nama : Li Chen ]


[ Level : 14 ]


[ HP : 850/4800 ]


[ MP : 280/480 ]


Melihat statusnya yang cukup terpojok pun membuat Li Chen menyadari betapa kuatnya serangan seekor hewan mistis dengan tingkat Legenda.


Sedangkan Haishe yang melihat Li Chen terkapar dan kesulitan untuk bangkit berdiri setelah menerima serangannya pun berjalan pelan ke depannya.


“Lihatlah dirimu, manusia. Mengambil, mengambil, dan mengambil. Hal itu saja lah yang kau ketahui. Setelah mengambil seluruh sumber daya hutanku dengan menebang pepohonan dan juga membunuh hewan-hewan, kalian masih tidak puas juga dan mengambil wilayahku.”


Li Chen sontak terkejut mendengar gerutu Haishe yang mengeluh terhadap kelakuan manusia. Li Chen sama sekali tidak pernah berbuat hal seperti yang di katakannya, oleh karena itu dia merasa sedikit bingung dan mencoba mendengarkannya lebih lanjut.


“(Mengambil?)” batin Li Chen

__ADS_1


“Kini kalian kembali. Penguasa kota yang menyuruh bawahannya untuk mengambil bunga lotus hijauku dengan alasan basi!” gerutu Haishe


Haishe yang membawa jabatan penguasa kota pun membuatnya terpikirkan terhadap keluarga Lian, yang menjadi keluarga dengan peran terbesar di kota Feng. Baik dari sumber daya ataupun ekonomi, mereka menjuarai sebagian besar wilayah kota Feng.


Dengan ucapan Haishe itu, Li Chen mengambil kesempatan untuk menunda kematiannya.


“Tu-tunggu dulu, apa maksudmu penguasa kota itu memiliki nama depan Lian?!” tanya Li Chen


“Hah, tentu saja. Kau yang memiliki penguasa sepertinya masih bertanya padaku akan namanya?!” sahut Haishe


Dengan mengonfirmasi hal tersebut, Li Chen menghembuskan nafas lega. Dia berusaha untuk bangkit berdiri dan menjelaskan situasinya kepada Haishe.


“De-dengarkan aku dulu… Penguasa kota itu, dia bernama Lian Jing. Mereka di dalam kota di kenal dengan reputasinya yang buruk baik dalam memperlakukan pelayan, ataupun penduduk di sekitarnya. Aku juga membenci mereka, sama dengan perasaan membencimu”


Haishe menatap ke arah Li Chen dengan tatapan yang masih penuh dengan keraguan. Dan ketika Li Chen mengangkat kepala dan menatap langsung ke dalam matanya….


“Bagaimana kalau kita buat kesepakatan untuk menyingkirkan mereka?”


Kedua mata Li Chen saat itu terasa penuh dengan kejujuran. Berbeda dengan manusia, hewan biasa, terutama hewan mistis memiliki sebuah indera yang dapat mengetahui niat dari seorang manusia.


Jika di dalam tatapan matanya terdapat pancaran energi Ki dengan warna hitam, maka mereka berniat jahat atau memiliki niat licik di dalamnya. Jika pancarannya berwarna putih seperti mata Li Chen saat ini, maka yang dia katakan sesuai dengan ucapan dan niat aslinya.


“(Dia ini… kedua matanya benar-benar serius ingin membuat kesepakatan denganku….)”


Mendengar dan melihat hal tersebut membuat Haishe terdiam untuk sesaat. Dia melipat kedua lengannya tepat di depan dada dan berdiri sedikit berjarak dari Li Chen. Dia mengangkat satu jari telunjuknya dan di arahkan kepada Li Chen.


Sebuah energi Ki mulai terpancar keluar dan membentuk elemen air di sekitarnya. Air yang berputar itu berjalan hingga mengelilingi tubuh Li Chen.


Zraashh


“Apa yang-!”


Li Chen kebingungan akan air yang mengelilinginya. Dia mengira bahwa itu adalah teknik penyerangan milik Haishe, namun ternyata itu adalah sebuah teknik penyembuhan.


Baik HP maupun MP, luka yang membekas di tubuhnya akibat serangan Haishe pun tertutup seolah tak pernah ada sebelumnya.


“Lukaku… semuanya sembuh….”


Di sisi lain, Haishe yang telah menyembuhkan Li Chen itu beranggapan untuk mendengar penjelasan bagus darinya.


“Bicara, manusia. Jika aku merasakan sedikit keraguan, maka aku tidak akan menahan diri untuk memakanmu hidup-hidup”


Haishe memberikan waktu bagi Li Chen untuk menjelaskan maksud dari kesepaktannya itu. Dan dari waktu yang di berikan, Li Chen berusaha menarik nafas dan menenangkan dirinya.


“Fiuh… baiklah….”

__ADS_1


__ADS_2