Eternal System

Eternal System
System 07 : Kembalinya Tuan Muda Jenius


__ADS_3

Kemunculan Li Chen tepat di tengah arena tersebut membuat satu arena terkejut hingga banyak yang berdiri dari duduknya. Begitu juga dengan Li Tao dan Ling Yao sebagai ayah dan ibunya, serta Li Jia sang adik yang berada tepat di belakang Li yao.


“Li Chen?!” ucap Li Tao dan Ling Yao


“Kakak?!” ucap Li Jia


Li Chen menarik pandangannya ke arah Li Jia dan tersenyum tipis melihat adiknya.


“Li Jia, kakak sudah kembali”


Ucapan itu menandakan bahwa kemampuan Li Chen yang telah lama menghilang pun sudah kembali. Li Jia yang mendengar dan melihatnya dengan mata kepalanya sendiri pun meneteskan air mata bahagia.


“Syukurlah, syukurlah! Selamat datang kembali, kakak!”


Bisikan dari seluruh arena pun tersebar dan membicarakan hal yang sama. Mereka terkejut terhadap Li Chen yang muncul sebagai sosok laki-laki bernama Chen yang misterius itu. Terlebih lagi, sebelumnya dia telah mengukur kemampuan kultivasinya yang berada di tingkat petarung elite bintang satu.


Fang Yi yang sebelumnya berusaha untuk menggodanya pun sama-sama terkejut.


“(Laki-laki Chen itu adalah Li Chen?! Tidak mungkin! Seharusnya dia sudah menjadi manusia lemah dan tidak berguna. Kenapa tiba-tiba dia bisa berkultivasi lagi?!)”


Keringat dingin dan penyesalan pun muncul di dalam hatinya. Dia yang telah mencampakkan Li Chen, kini melihatnya kembali dengan kemampuan yang meningkat drastis dalam kurun waktu yang sangat cepat.


“(Tidak. Aku yakin Li Chen masih memiliki perasaan terhadapku. Jika aku bisa memanfaatkannya, maka semua yang telah kubuang dahulu bisa kembali dengan mudah!)”


Pikiran liciknya pun mulai terbuka lagi. Dia yang masih menganggap Li Chen memiliki perasaan terhadapnya pun tidak menyerah untuk membuat Li chen kembali di sisinya.


Dia berjalan mendekati Li Chen dan berbisik lembut di belakangnya.


“Li Chen, apa kau masih mengingatku?”


Mendengar panggilan itu, Li Yao mereggangkan pelukannya dari Li Chen. Sedangkan Li Chen sendiri sedikit melirik tajam ke belakang di mana Fang Yi sedang berdiri.


Namun, Fang Yi yang mendapatakan tatapan dari Li Chen pun menganggap hal itu sebagai peluang. Oleh karena itu, dia terus melanjutkan godaannya.


“Li Chen, kau sekarang sudah menjadi kuat ya. Aku selalu percaya untuk menunggu bakatmu itu kembali keluar”


Sudah jelas dari motif Fang Yi yang tercium busuk bagi Li Chen. Tetapi, hal ini membuatnya menjadi tertarik untuk bermain-main dengannya.


“Terima kasih atas kepercayaanmu padaku, Fang Yi” sahut Li Chen dengan tatapan dan raut wajah yang tajam


“Tidak perlu di pikirkan kok” ucap Fang Yi yang tersenyum


Dia mencari kesempatan untuk berjalan lebih dekat dan membelai lembut bahu gagah milik Li Chen.


“Li Chen, aku benar-benar minta maaf atas perbuatanku dulu. Aku terpaksa untuk membatalkan pertunangan kita karena kehendak ayahku. Tetapi perasaanku padamu tidak pernah berubah. Dari dulu hingga sekarang, aku selalu mencintaimu!”


Wajah palsu yang di pasang dan air mata yang berkaca-kaca itu benar-benar mendalami perannya sebagia gadis yang pura-pura lemah.


Kedua adik Li Chen yang melihat sikap busuk milik Fang Yi pun menggertakan gigi mereka dengan kuat dan amarah telah menyebar di seluruh titik darah tubuh mereka.


Namun, Li Chen dengan tenangnya memegang tangan Fang Yi.


“Fang Yi….”

__ADS_1


“(Tanganku di pegang olehnya?! Bagus, dia ternyata memang masih mencintaiku!)”


“Aku berterima kasih atas perasaanmu yang masih mencintaiku. Tetapi….”


Kata tetapi di akhir membuat matanya tertuju kepada wajah Li Chen yang berubah penuh dengan tatapan tajam. Ki yang di pancarkan keluar melalui tatapan mata yang tajam menyiratkan amarah energi ki alam yang menyatu di dalam tubuhnya.


“Aku lah yang tidak bisa mencintai wanita murahan sepertimu!”


Ki yang dia pancarkan makin terasa kuat dan bahkan membuat Fang Yi, seorang kultivator yang berada dua bintang di atas Li Chen gemetar ketakutan.


Li Chen berbalik badan dan mengabaikan Fang Yi setelah di berikan tatapan ancaman itu. Dia berjalan dan melewati kedua adiknya hingga mereka berdua mengikutinya.


Di sisi lain, Fang Yi yang menyadari dirinya merasa takut pun merasa amat kesal terhadap Li Chen.


“(Li Chen, kau berani menolakku?! Lihat saja, kau akan kubuat menyesal seumur hidup!)”


Setelah menolaknya, Li Chen bersama dengan kedua adiknya pun berjalan ke belakang arena. Di sana mereka berdua melihat adanya Li Tao dan Ling Yao yang berlari khawatir menghampirinya.


“Putraku! Li Chen!” teriak Ling Yao dengan nafas yang tak teratur


“Ibu, ayah!” sahut Li Chen


“Li Chen!” teriak Ling Tao yang berlari lebih cepat dari Ling Yao dan sontak merangkul kepala putranya


Greb!


“Putraku! Ayah bangga sekali padamu. Kau telah keluar dari keputusasaan dan membuka kembali meridianmu!”


Karena terlalu bahagia, Li Tao merangkul anaknya tanpa memperhatikan kondisi Li Chen yang wajahnya mulai memerah karena kesulitan bernafas.


CTAK


“Aduh!”


“Suamiku, hentikan! Putra kita tidak bisa bernafas!!”


Li Tao yang mendapatakan peringatan dari istri tercintanya itu pun segera tersadar dan melepaskan Li Chen dari rangkulannya.


“A-ah maafkan aku, Li Chen. Ayah hanya sangat senang melihatmu yang telah kembali”


“Tidak apa, ayah”


Ling Yao yang berada tepat di depan putranya pun berwajah khawatir dan mengelus lembut wajahnya.


“Putraku, sejak kapan semua ini kembali padamu? Kenapa kau merahasiakannya dari kami?”


“Ibu, aku tidak bermaksud merahasiakannya. Tetapi, aku hanya ingin memberikan kejutan pada kalian. Selama empat tahun terakhir, aku telah menyebabkan keluarga kita di pandang rendah oleh banyak orang. Di hina, di tindas, dan bahkan memperlakukan kekerasan terhadap diriku sendiri”


“Tetapi, hal itu tidak akan terjadi lagi. Karena aku akan kembali dan menjadi kultivator terkuat yang pernah ada, dan membuat keluarga Li berjaya!”


Perasaan terharu dari sang ibu membuat air mata mengalir di matanya. Dia sontak melompat dan memeluk putranya yang bertujuan begitu mulia hingga menggerakan hatinya.


“Putraku, kau bukanlah masalah bagi keluarga. Ayah dan Ibu sangat bersyukur memiliki putra sepertimu!”

__ADS_1


“Benar apa kata ibumu, Li Chen. Ayah, maupun di antar akami tidak ada yang pernah menganggapmu sebagai sebuah masalah”


Perasaan yakin dari kedua orang tuanya itu, di berikan lanjutan oleh adik kecilnya.


“Kakak akan selalu menjadi kakak terhebat bagi Yaoyao!” ucap Yaoyao sembari tersenyum lebar


“Yaoyao….” gumam Li Chen yang terharu melihatnya


Dia pun melepaskan pelukan ibunya secara perlahan dan berbalik ke arah adiknya itu.


“Kalau kau bilang seperti itu, maka kakak Li Jia akan cemburu loh”


Dari ucapan Li Chen, semua menoleh ke arah Li Jia secara bersamaan. Li jia yang di hadapkan oleh tatapan dan ucapan sebelumnya pun menjadi memerah malu. Dia melipat kedua tangan di depan dadanya dan memalingkan wajahnya.


“Si-siapa yang cemburu?! Hmph!”


Melihat sifat adiknya yang malu-malu membuat Li Chen pun tergelitik tawa. Dia beranjak mengangkat tubuhnya dan berjalan menghampirinya. Perasaan gemas dari sang kakak membuatnya secara refleks meletakan tangannya di atas kepala Li Jia yang sedang malu-malu.


Puk…


“Huh?!” sahut Li Jia yang terkejut dan menoleh ke arah Li Chen yang berada di depan


“kalau Yaoyao menganggapku sebagai kakak terhebat, maka biar adik aku akan menganggap Li Jia sebagai adik terhebat. Bagaimana?” ucap Li Chen sembari tersenyum


Li Jia saat itu menjadi semakin memerah malu dan bergumam tanpa bahasa yang jelas. Dia yang tak bisa menahan raut wajahnya itu mengayunkan tangannya untuk memukul kakak yang jahil menggodanya.


“Hwahwahawha!”


“Da-dasar kakak bodoh!”


“Hahaha!”


Li Chen hanya tergelitik tawa melihat reaksi dari Li Jia. Dan dari suasana keluarga yang harmonis, tiba-tiba saja terdengar suara seorang perempuan yang datang memanggil Li Chen.


“Pertunjukan yang sangat menarik, tuan muda Li Chen”


Li Chen sontak berbalik ke belakang dan melihat adanya seorang perempuan menawan memanggil namanya. Seorang wanita menawan berambut biru cerah dan memiliki hawa keberadaan yang kuat. Perempuan itu adalah Ying Yue, ketua dari organisasi murid akademi Liliang.


“Nona Ying Yue? Salam hormat, nona!”


Tak hanya Li Chen, tetapi kedua adiknya membungkuk hormat kepadanya.


“Salam hormat. Angkat kepala kalian, tidak perlu bersikap terlalu formal denganku”


Sikap ramah dari Ying Yue membuat Li Chen dan kedua adiknya pun mengangkat kembali tubuhnya. Sedangkan Ying Yue sendiri pun menoleh ke arah kedua orang tua Li Chen dan berbicara kepada mereka.


“Salam hormat, tuan dan nyonya besar keluarga Li, perkenalkan namaku adalah Ying Yue. Aku datang sebagai perwakilan akademi Liliang untuk merekrut kultivator muda di kota ini”


Li Tao dan Ling Yao pun ikut membalas salam hormat dari Ying Yue dan menyambung ucapannya.


“Salam hormat, nona Ying Yue!” sahut mereka berdua


“Apakah ada sesuatu yang di perlukan nona Ying Yue kepada kami?” tanya Li Tao

__ADS_1


Ying Yue menarik pandangannya dan menatap bergantian di antara ketiga putra dan putri mereka. Dan di akhir, tatapan matanya terhenti di arah Li Chen sembari tersenyum tipis.


“Aku ingin mengundang putra dan putri anda masuk ke dalam akademi Liliang”


__ADS_2