
Tidak lama kemudian mereka sampai didepan rumah rey ..
rey pun mencoba memulai pembicaraan.
"Makasih ya udah mau nganterin aku pulang.." ucap rey gugup .
"Hmm..." jawab eza singkat .
"kalau gitu aku turun ya .." pamit rey .
"Tunggu ..!!!" seru eza , menghentikan rey.
"saya minta mulai sekarang kamu Berhenti mencari tau tentang intan ,.
karena , mau gimana pun juga intan , apapun yang dia lakukan, aku tetap percaya sama dia ...
dan satu hal lagi , gak usah repot repot buat mendekati saya, hanya karena dibayar oleh intan untuk merubah penampilan saya,
lakukan pekerjaan kamu untuk laki laki yang lain . karena saya tidak butuh campur tangan dari kamu untuk merubah apapun dalam diri saya ..!" ucap eza tanpa melihat kearah rey .
"za dengarin aku dulu za , aku punya alasan untuk semua ini, aku cuma mau kamu .. " kata kata rey tidak selesai karena eza memotong pembicaraannya.
"Keluar ...
Saya gak perduli dengan apa pun yang akan kamu katakan, pembelaan macam apapun saya gak akan pernah mau mempercayai nya .. mulai besok , jangan coba untuk bicara dengan saya lagi !"
"za..."
rey terus mencoba untuk menjelaskan maksud dan tujuannya melakukan itu semua .
namun eza tetap tidak mau menatap kearah nya . dan terus terusan memintanya untuk keluar dari mobil eza.
"Keluar ...
saya yakin kamu tidak tuli !!!
atau mau saya seret agar kamu mengerti kata KELUAR !!!" Bentak eza .
"Gak perlu za aku bisa keluar sendiri..
sekali lagi maaf , kalau aku udah buat kamu marah .. Permisi .." pamit rey seraya keluar dari mobil eza
setelah menutup pintu mobil , eza langsung melajukan mobil nya pergi dari hadapan rey tanpa basa basi lagi ..
rey terpaku berdiri di tempatnya ,melihat mobil eza sampai benar benar tak terlihat lagi olehnya.
"Gak nyangka za, sedalam itu kamu mencintai intan , sampai intan selingkuh pun kamu tetap percaya sama dia ..
sedangkan sama aku , kamu marah besar hanya karena aku mencari tau tentang intan . padahal aku lakuin itu semua untuk membuka mata kamu , biar kamu tau siapa intan itu sebenarnya . dan tujuan buruk nya pada kamu .. ," gumam rey ...
Cukup lama rey berdiri didepan rumah nya , sebelum akhirnya ia mulai masuk kedalam rumah nya dan langsung menuju ke kamarnya .
ia membaringkan tubuh lelahnya di atas ranjang ...
"Apa yang bakal terjadi besok , dan apa yang sebaiknya aku lakukan untuk mendapat maaf dari eza ..." gumam nya lagi .
"Aaaaaaakh..." Teriaknya dibawah bantal yang menutupi wajahnya ...
Terdengar suara ponsel nya berbunyi .. dengan malas ia mengambil dan melihat kedalam ponselnya .
#Chat#
Wina : Rey kenapa lo gak balas pesan gua .
__ADS_1
Wina : Rey
Wina : Rey ...
Banyak pesan yang wina kirim kepada rey, namun ia hanya membaca nya tanpa membalas satu pun pesan itu ...
tidak lama terdengar suara telphone nya berdering ..
"Akkhh kali ini apa lagi ..." Gerutunya , seraya mengangkat telphone itu .
#Call#
Rey : Apa !
Wina : Rey , lo kenapa ?
kok pesan gua gak di balas dari tadi ..
gua mau bahas tentang intan ..
Rey : Besok aja win . gua cape banget hari ini .
Wina : Rey, lo gak apa apa kan . kenapa suara lo terdengar lesu gitu .
Rey : gua gak apa apa win . cuma cape aja . gua butuh istirahat .. gua tidur dulu ya ...
Rey menutup sambungan telphone itu tanpa mendengarkan jawaban dari wina ,
mencoba untuk tidur , mempersiapkan diri untuk masalah yang akan ia hadapi esok hari . .
#
Wina terdiam , menatap ponselnya saat rey menutupnya dengan tiba tiba ...
"kayak nya rey lagi ada masalah kim , suara nya terdengar lesu .. gua harus kerumah nya sekarang .. !" seru wina .
"Win , ini udah malam , besok juga ketemu kok .. besok baru lo bahas semuanya ..
apapun yang mau lo omongin , lo omongin besok ..
sekarang lebih baik kita pulang .. sudah malam juga " Ucap kimi .
"Tapi kim ...
hmm ya udah deh ayo ..."
Wina menghela nafas panjang , ia mengalah dan mengikuti ucapan kimi untuk mengakhiri apa yang mereka lakukan Malam ini , karena yang terpenting mereka sudah mendapatkan beberapa bukti tambahan tentang intan .
#
Keesokan harinya rey melangkah dengan malas turun dari kamarnya , dan duduk di meja makan bersama ibu dan sepupu nya..
"Pagi ma .. " sapa rey pada ibu nya .
"ia pagi rey ,,.
kok lemes banget si . kamu sakit ?" tanya ibu rey
"Nggak apa apa ma, rey cuma kurang tidur aja . " jawab nya .
"Tante , nanti pas pulang kuliah , temenin aku ke perpustakaan lagi ya .. " pinta sepupu nya .
"Hmm..." jawabnya malas seraya menghela nafas panjang. .
__ADS_1
setelah selesai sarapan rey berpamitan berangkat ke kampus ...
Turun dari mobil ia melihat eza dan intan juga baru sampai .
tapi yang membuat suasana jadi aneh adalah sikap eza pada intan sama sekali tidak berubah .
(Ternyata gini yang orang sering bilang tentang mencintai orang lain ... salah pun jadi benar .. udah gak ngerti lagi gua sama jalan fikiran dia ) gumam rey , seraya terus memperhatikan mereka tanpa menyapa . sampai intan sendiri yang menyapanya .
"Pagi rey .. " sapa intan . .
sementara eza tetap diam tanpa menatap kearah rey .
rey tersenyum menjawab ucapan intan .
"Kamu sakit ?
kok pucat banget si ..?
Keruang kesehatan dulu aja rey , dari pada kamu pingsan ..." ucap intan penuh perhatian .
(Manis banget si kata katanya kalau di depan eza ) gumam rey dalam hati .
"gak apa apa tan . gua baik baik aja kok ..
makasih udah perduli ..
oh ia tan..." Belum selesai rey dengan kata katanya eza kembali memotong dan menghentikan pembicaran rey.
"Bee , ayo ke kelas , nanti kamu telat ..." eza bicara hanya melihat kearah intan saja , seakan tidak perduli ada rey disana .
"bentar bee , aku kan masih ngomong sama rey ,..
tadi kamu mau ngomong apa rey ?" tanya intan lagi .
"Bee , aku udah sering bilang kan , jangan bicara sama orang yang bermasalah .. itu cuma akan bawa pengaruh buruk untuk kamu .. ayo pergi .." ajak eza seraya menggenggam tangan intan .
"Bee . kamu gak boleh ngomong gitu dong , gak enak kan sama rey .." ucap intan seakan membela rey .
"Nggak apa apa tan ..
pacar lo benar ,, sebaiknya lo menghindari biang masalah ..
oh ia , kalau gitu gua duluan ya tan , za.. " ucap rey berpamitan ...
namun eza tetap tidak bergeming.
#
Langkah rey terasa semakin getir ,. air mata sudah bersiap meluncur dari kedua matanya ... ia terus mencari dimana keberadaan wina sahabatnya . rasanya bebannya akan segera berkurang setelah ia menceritakan semuanya pada wina.
ia membuka ponselnya hendak menghubungi wina ..
namun belum sempat menelphone , ia sudah melihat wina ada didepannya tengah asik bercanda gurau dengan kimi .
ia menghampiri wina masih melangkah dengan malas.
"Wina, kimi..." sapa nya .
"Hai rey... " Jawab kimi dan wina bebarengan .
"ya sudah ya win , gua kekelas duluan . yuk rey duluan.." Pamitnya meninggalkan rey dan wina .
Wina memandang rey yang terlihat muram ... ia hanya akan bicara saat rey memulai pimbicaraan nya ,.
__ADS_1