First Love BadgirL

First Love BadgirL
Episode 51


__ADS_3

Hari itu berlalu dengan Rey yang masih bersikap dingin terhadap Ezha.


Keesokan harinya Ezha meminta Intan untuk bertemu dengannya dikantin sebelum kelasnya dimulai.


Dari kejauhan Ezha melihat kedatangan Intan dan melambaikan tangan padanya untuk memberitahukan posisinya.


"Ada apa bee tumben kamu ingin bertemu buru-buru sama aku, kamu pasti merindukan aku, kan ?" tanya Intan yang baru saja datang dan duduk tepat dihadapan Ezha.


"Tan tolong, bisa gak jangan lagi panggil aku dengan panggilan itu, karena cerita kita sudah lama berakhir, dan kalau Rey dengar dia akan semakin salah faham sama hubungan kita !" ucap Ezha menegaskan.


"Hm baiklah, lalu untuk apa kamu meminta aku bertemu disini sepagi ini ?


sebenarnya aku ada kelas siang hari, cuma demi kamu aku mau datang pagi-pagi," katanya sinis.


"Maaf Tan kalau merepotkan mu, sebenarnya aku hanya ingin kamu menjelaskan pada Rey kalau malam itu saat aku berada dirumah kamu tidak ada yang terjadi diantara kita," Ezha menjelaskan tujuannya mengundang Intan untuk bertemu.


"Oh jadi ini semua tentang Rey !


kenapa ?


apa dia marah karena kamu kerumah aku malam itu ?


bukannya kamu sudah izin sama dia, lalu apa lagi yang membuat dia harus marah sama kamu ?" tanya Intan.


"Dia marah karena aku tidak memberinya kabar saat disana, dan dia mengira aku mengabaikan telphone dan pesan darinya, padahal aku memang tidak mendengar ponselku berdering saat itu," jelas Ezha.


"Mungkin karena malam itu kamu terlalu fokus menikmati permainan kita,"


"Tan cukup, jangan bahas itu lagi !"


"Zha kamu terlalu memikirkan perasaan dia dan lupa tentang cara menjaga perasaan orang lain !


tapi baiklah aku akan mencoba untuk menjelaskan semuanya pada Rey dengan satu syarat,"


"Apa syaratnya ?" tanya Ezha.


"Bantu aku bicara dengan Aldi kalau kamu sama aku sudah kembali seperti dulu dan minta dia untuk menjauh dari aku,


bagaimana, apa kamu bisa memenuhi syarat yang aku berikan ?" tanya Intan seraya memberitahukan syaratnya, tanpa banyak berfikir Ezha mengangguk menyetujui syarat yang Intan berikan.

__ADS_1


"Kalau memang kamu setuju sore ini kamu ikut aku bertemu dulu dengan Aldi setelah itu aku bantu kamu bicara dengan Rey, setuju ?"


"Ya, aku setuju," ucap Ezha dengan cepat tanpa ada fikiran buruk atau curiga terhadap syarat yang Intan berikan.


Selesai berbicara dengan Intan Ezha pun pergi hendak kembali kekelasnya sebelum akhirnya langkahnya kembali terhenti karena seseorang menyapanya.


"Pagi Zha," sapa orang itu


"Hai Kim, pagi juga, ada kelas pagi ini kamu ?" tanya Ezha basa-basi.


"Ya.


Oh ia baru saja gua melihat lo berbicara sangat serius dengan Intan dikantin, ada apa ? apa yang kalian bahas ?" tanya Kimi.


"Tidak ada apa-apa Kim.


Hm, aku jalan duluan ya," pamit Ezha.


"Tunggu sebentar Zha !" seru Kimi yang juga diikuti dengan Ezha yang menghentikan langkahnya.


"Gua gak tau apa yang kalian bahas tadi, karena mungkin gak penting untuk lo menceritakannya sama gua, tapi yang jelas gua cuma ingin mengingatkan lo kalau sekarang lo dan Intan sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, jadi tolong hargai sedikit perasaan Rey, karena walaupun Rey tidak melihat tapi setidaknya orang lain tau dan bisa jadi berita yang tidak-tidak akan sampai ketelinga Rey.


Permisi," ucap Kimi mengingatkan setelah selesai dengan kata-katanya Kimi segera pergi meninggalkan Ezha yang terlihat masih berfikir.


Ketika kelas usai kali ini yang terlebih dahulu meninggalkan kelas adalah Ezha, ia terlihat sangat terburu-buru, sikap Ezha secara otomatis membuat Rey kembali mencurigainya, Rey pun bergegas berdiri dan mengikuti kemana Ezha pergi.


"Rey kita mau kemana ?" tanya Wina.


"Rey kita sudah ada janji sama target, lo gak lupa, kan ?" tanya Wina yang masih terus mengikuti Rey tanpa tau kemana sebenarnya tujuan Rey, Rey pun juga tidak mencoba untuk menjawab pertanyaan Wina sama sekali, ia hanya terus fokus dengan langkahnya mengikuti Ezha.


Beberapa saat kemudian langkah Rey terhenti setelah mengetahui kemana Ezha pergi saat itu.


"Rey lo mau kemana ?" tanya Wina yang sudah melihat apa yang Rey lihat.


"Jangan larang gua Win, kali ini gua akan memergoki mereka secara langsung !


jangan ikut campur ini urusan gua !" jawab Rey kemudian ia kembali berjalan dan mendekati Ezha dan Intan.


"Oh jadi ini alasan lo terburu-buru keluar dari kelas, ternyata untuk menjemput mantan pacar lo, ia !

__ADS_1


apa ini yang akan lo jelaskan kemarin !


lo munafik Ezha !" ucap Rey tersulut emosi.


Ezha yang terkejut dengan kedatangan Rey pun membelalakan matanya menatap Rey.


"Rey jangan salah faham dulu Rey, aku kesini itu untuk--" belum selesai penjelasan Ezha Rey kembali memotongnya.


"Apa ?


untuk apa ?


ternyata kecurigaan gua selama ini benar, kan ?


lo belum bisa lepas dari bayang-bayang mantan kesayangan lo ini !


kalau begitu untuk apa lo menjalin hubungan sama gua ?


untuk pelarian, atau hanya untuk pancingan agar membuat Intan kembali lagi sama lo !


kalau memang benar itu artinya sekarang lo sudah berhasil mendapatkan apa yang lo inginkan, dan lo juga sudah tidak membutuhkan jasa gua lagi, karena dia sudah kembali kepelukan lo !" ucap Rey terus membentak kearah Ezha.


"Rey, kamu dengar dulu penjelasan yang akan Ezha sampaikan, jangan belum apa-apa kamu sudah emosi dan membentak Ezha seperti ini, kasihan Ezha selalu kamu salahkan begitu," ucap Intan mencoba selembut mungkin didepan Ezha yang masih diam mematung.


"Tidak perlu berpura-pura baik Intan, padahal aslinya dalam hati lo saat ini sedang sangat bahagia, kan ?


melihat gua dan Ezha seperti sekarang !


biang masalahnya itu sebenarnya lo Intan, lo itu pengganggu !


lo itu benalu !


lo itu--"


"Cukup !!!" teriak Ezha menghentikan umpatan Rey untuk Intan, teriakan Ezha membuat semua yang ada disana tersentak dan terdiam.


"Rey, kamu kalau memang tidak mau mendengar penjelasan dari saya tidak apa-apa, saya bisa menerimanya.


Tapi saya minta kamu jaga sikap kamu, jangan melampiaskan kekesalan kamu pada semua orang yang kamu curigai, cukup hanya dengan saya saja kalau kamu ingin berteriak dan menghina !" ucap Ezha dengan tegas.

__ADS_1


"Dan kamu Intan, saya tidak membutuhkan pembelaan apa-pun dari kamu, karena kamu sendiri tau apa yang seharusnya kamu lakukan untuk membuat semuanya kembali lurus !" ucapnya lagi.


Dengan rasa kesal dan hatinya yang hancur mendengar Rey memakinya ia melangkah pergi meninggalkan mereka tanpa memperdulikan lagi keduanya.


__ADS_2