
"Apa yang sebenarnya kamu lakukan ?
kalau memang kamu tidak suka dengan kedatangan kami kemari, bukannya kamu bisa bicara dengan baik-baik tidak perlu melakukan hal-hal yang kasar seperti ini, kamu sendiri tau Intan baru beberapa jam yang lalu keluar dari rumah sakit, kenapa kamu setega ini Rey !
kamu keterlaluan jujur saja aku kecewa dengan apa yang kamu lakukan kali ini Rey !" ucap Ezha dengan nada yang terdengar kecewa.
Saat Ezha memalingkan pandangannya dari Rey, ia melihat kearah Intan yang sudah berdiri dan menghampiri Rey, Intan terlihat sangat marah saat itu.
Karena khawatir mereka akan menimbulkan keributan dengan panik Ezha berusaha melerai keduanya.
"Tan, sudah Tan, jangan berbuat macam-macam, ayo duduk kita bahas semuanya baik-baik, tidak perlu memakai kekerasan kalian itu wanita tidak pantas seperti ini, atau lebih baik kita pergi saja dari sini," ucap Ezha menasehati Intan.
Seakan mereka tidak memperdulikan apa yang Ezha katakan.
Mereka masih saling melemparkan tatapan tajam satu sama lain, yang membuat Ezha semakin panik dan bingung dibuatnya, namun ketika Ezha masih kebingungan tiba-tiba saja mereka berdua tertawa secara bersamaan dan saling berpelukan yang terlihat sangat akrab mereka menciptakan suasana seakan tidak pernah ada permusuhan atau persaingan diantara mereka selama ini.
"Apa maksudnya semua ini ?" tanya Ezha dengan polosnya.
"Ezha, Ezha aku itu jatuh bukan karena didorong sama Rey, tapi aku jatuh karena memang ini rencana kita untuk membuat kamu panik, dan kita berhasil," jawab Intan seraya merangkul pundak Rey.
"Jadi kalian sudah berbaikan ?"
"Tentu saja, karena kita fikir buat apa ribut hanya untuk memperebutkan satu laki-laki sementara diluar sana masih banyak yang menunggu untuk berkencan denganku, betulkan Rey ?" tanya Intan pada Rey.
Sementara Rey hanya menjawab dengan mengangguk dan tersenyum lebar.
"Dan apa itu artinya kamu juga sudah memaafkan aku Rey ?" tanya Ezha menatap penuh harap kearah Rey.
"Hm," jawab Rey singkat.
"Yes !" teriak Ezha setengah melompat.
"Haha, yasudah kalau begitu aku pamit pulang ya, aku tidak mau menjadi pengganggu lagi diantara kalian berdua," ucapnya berpamitan.
"Bagaimana cara kamu pulang Tan ?
bukannya tadi kamu kemari bersama Ezha ?" tanya Rey.
"Gampang aku tinggal naik taxi," jawab Intan.
"Tapi kamu baru saja sembuh,
sebaiknya kamu diantar pulang lagi sama Ezha," ucap Rey.
__ADS_1
"Iya Tan Rey benar, sebaiknya kamu aku antar pulang," ucap Ezha menambahi.
"Tidak perlu, aku sudah membaik, lagi pula yang sakit tanganku bukan kakiku atau mataku, jadi selama aku masih bisa berjalan dan masih bisa melihat, itu artinya aku bisa melakukan semuanya sendiri.
Sebaiknya kalian nikmati cinta kalian yang baru saja kembali.
Aku pamit," jawab Intan seraya berpamitan dan melangkah pergi meninggalkan Rey dan Ezha yang masih berdiri menatapnya pergi dari beranda rumah Rey.
Sebelum Intan benar-benar menghilang dibalik pintu gerbang rumah Rey. Rey kembali berlari menghampiri Intan dan memeluknya.
"Intan terimakasih," ucapnya.
"Sama-sama Rey, lo berhak bahagia bersama orang yang juga menyayangi lo, tapi ingat Rey, kalau sampai lo menyakiti dia, gua akan datang lagi dan menyembuhkan lukanya, dan setelah itu gua tidak akan lagi memberikan dia pada lo, atau pada siapapun juga !" ucap Intan sambil tersenyum pada Rey.
"Gua gak akan lagi membiarkan ada kesempatan untuk orang lain mendekati dia, atau menyembuhkan lukanya, karena kalau dia terluka, gua akan berusaha menyembuhkannya kembali," jawab Rey.
"Pegang kata-kata lo Rey.
Yasudah gua pergi," pamit Intan, kali ini tidak ada lagi yang menghentikan langkah kaki Intan.
Setelah Intan pergi Rey kembali menghampiri Ezha yang masih menunggu dan berdiri diberanda rumahnya.
"Rey, Intan bicara apa sampai membuat kamu dan dia jadi seakrab itu ?
"Kamu tidak perlu tau apa yang kami bicarakan Zha, tapi yang jelas terimakasih karena kamu sudah membuat dia menyadari kesalahannya selama ini, dan dia tidak akan lagi mengganggu hubungan kita.
Kamu juga tolong berhenti bersikap seolah memberi harapan sama dia atau pada perempuan lain diluar sana yang berusaha mendekati kamu !
karena kamu itu milik aku !" ucap Rey dengan tegas.
"Baik ibu bos !" jawab Ezha Tegas seraya memberikan hormatnya dan membuat Rey tertawa geli melihat tingkah Ezha.
"Kenapa tertawa ?" tanya Ezha.
"Karena kamu lucu, kamu konyol," jawab Rey.
"Hm, Rey kamu sudah menegaskan bahwa aku ini adalah milik kamu, begitu juga sebaliknya, tapi Rey apa aku boleh meminta satu hal dari kamu ?" tanya Ezha.
"Tentu saja, apa itu ?"
"Aku minta kamu untuk berhenti membantu orang lain dalam memberi pelajaran pada pacar-pacar mereka.
Mereka bisa memulai suatu hubungan itu artinya mereka sudah cukup dewasa untuk bisa menyelesaikan masalah yang tercipta dihubungan mereka itu sendiri. Ya walaupun aku tau niat kamu baik, tapi aku hanya takut kejadian waktu kamu diikuti dan disakiti waktu itu terulang lagi," ucap Ezha menjelaskan permintaannya pada Rey.
__ADS_1
"Hm, aku mengerti maksud kamu Zha, dan aku juga sudah berfikir untuk berhenti setelah aku berhasil dengan misi ku mendekatkan Wina dan Fandy, dalam kasus ini kamu juga harus ikut andil untuk membantuku," jawab Rey.
"Terimakasih karena kamu mau mengerti maksudku Rey.
Dan baiklah kalau masalah ini aku akan bantu kamu dengan senang hati, demi perubahan baru dihidup Wina dan dihidup si playboy Fandy," ucap Ezha diikuti dengan suara tertawa dari keduanya.
#
Keesokan harinya Rey kembali menghubungi Fandy untuk menanyakan prihal keinginannya untuk dekat dengan sahabat baiknya Wina.
Call :
Rey : Hallo Fandy !
Fandy : Ya, ada apa Rey ?
Rey : Gua hanya ingin menanyakan apa lo masih serius ingin mendekati Wina, kenapa lo terlihat seperti berusaha menghindar ?
Fandy : Sebenarnya bukan menghindar Rey, hanya saja gua--
Rey : Tidak usah dijelaskan karena gua sudah tau apa yang tengah mengganggu fikiran lo saat ini tentang Wina.
Fandy : Iya Rey, awalnya gua memang serius ingin mendekati dia, tapi setelah gua tau semua tentang dia, tidak tau kenapa rasa kecewa yang amat sangat besar tiba-tiba muncul, dan sekarang gua bingung harus bagaimana.
Rey : Ok, sekarang gua tanya lagi sama lo, apa lo masih serius ingin lebih dekat dengan Wina ?
karena kalau memang lo tidak serius, maka pilihan lo untuk menghindar seperti sekarang jauh lebih baik.
Fandy : Iya gua serius Rey, tapi bukannya orang yang dia sukai itu adalah lo ?
Rey : Lupakan masalah siapa yang dia sukai saat ini, karena itu mustahil, yang pertama dia adalah sahabat terbaik gua dan yang kedua gua sudah punya Ezha.
Jadi sekarang tugas lo adalah berusaha merubah dia, agar bisa lebih baik, tapi kalau nantinya dia ternyata membalas perasaan lo, itu artinya bonus untuk lo !
Bagaimana ?
Fandy : Hm, ia Rey, gua akan coba sebisa gua untuk bisa merubah dia.
Rey : Ok, untuk itu gua dan Ezha sudah punya rencana untuk kalian berdua malam ini.
Fandy : Apa Rey ?
Rey : Ikuti saja permainannya nanti juga lo akan tau.
__ADS_1
Rey mematikan sambungan telphonenya dengan Fandy, dan menatap Ezha yang duduk tepat disebelahnya, dan mereka tersenyum bersama.