First Love BadgirL

First Love BadgirL
Episode 57


__ADS_3

"Ok, kalau begitu sekarang beritahu gua, apa yang sebenarnya sedang Rey rencanakan ?


dan kenapa lo bisa tau tentang hubungan Rey dan Ezha ?" tanya Wina dengan tidak sabar.


"Santai Win, jangan buru-buru, bagaimana kalau kita sekalian makan malam dulu ? sambil kita membahas tentang Rey dan juga rencananya, gimana ?" tanya Fandy.


"Gua gak lapar !" jawab Wina dengan tegas.


"Tapi gua lapar.


Jadi gimana ?


apa lo masih berniat untuk tau apa yang saat ini sedang direncanakan oleh sahabat lo itu ?


syaratnya hanya dengan cara lo menemani gua makan malam, atau lo lebih memilih ego lo dan pulang tanpa tau apa-apa, lo pasti--" belum selesai Fandy dengan kata-katanya Wina kemudian memotongnya.


"Cukup, banyak omong lo !


baiklah gua temani lo makan malam, tapi setelah itu lo gak usah banyak permintaan lain lagi !" seru Wina.


"Ok," jawab Fandy tersenyum.


Fandy membawa Wina ketempat makan favoritnya, dan memesankan beberapa menu andalannya untuk Wina.


"Cepat katakan sekarang !" pinta Wina.


"Ternyata lo termasuk orang yang gak sabaran ya Win, dan gua suka itu," ucapnya dengan senyum tipis diujung kiri bibirnya.


"Lo mau ngomong atau gua pulang sekarang !" ancam Wina yang mulai merasa dipermainkan emosinya.


"Ok baiklah gua akan mulai bicara," jawab Fandy.


Akhirnya Fandy menjelaskan segala rencana yang saat ini tengah ia dan Rey jalankan, namun ia tidak menjelaskan apa alasannya setuju untuk membantu Rey.


"Lalu apa yang lo dapat dengan membantu rencana Rey ini ?" tanya Wina kemudian.


"Kalau itu rahasia, gua gak akan memberitahu lo tentang apa keuntungan gua membantu dia," jawab Fandy santai masih dengan senyum kecil diujung bibirnya.


"Gua ingatkan sama lo Fan, kalau lo berani main-main sama Rey, gua gak akan tinggal diam, faham lo !" ucap Wina kembali dengan ancamannya.


Tanpa mencoba menjawab kata-kata Wina, Fandy hanya meletakkan kedua sikunya diatas meja, dengan telapak tangannya didagu dan diam menatap Wina yang sedari tadi terus mengeluarkan ancaman untuknya.


"Cantik," gumamnya.


"Apa lo bilang ?" tanya Wina yang tidak terlalu jelas mendengar suara Fandy.


"Gua bilang lo cantik, dan gua mulai suka sama lo, boleh gua mendekati lo ?" tanya Fandy tanpa basa-basi.

__ADS_1


"Ha ?


lo sudah gila ?


lo fikir gua akan percaya begitu saja dengan apa yang baru saja keluar dari mulut lo itu ?


lo kira gua gak tau siapa lo ?" tanya Wina.


"Gua tau lo pasti tau semua tentang gua, dan untuk saat ini lo boleh gak percaya, tapi lo lihat saja apa yang bisa gua lakukan untuk membuat lo percaya kalau gua serius dengan apa yang baru saja keluar dari mulut gua !" ucap Fandy penuh keyakinan.


"Terserah lo !" jawab Wina ketus.


"Kalau seandainya lo tau tentang gua yang sebenarnya dan siapa yang selalu ada dihati gua, gua yakin lo akan tarik kata-kata lo itu," gumam Wina dalam hati.


#


Semakin hari Rey semakin berani menjalankan rencananya dengan Fandy, begitu juga Ezha yang selalu berusaha untuk tidak memperdulikan apa yang mereka lakukan, namun semakin ia mencoba tidak perduli semakin terasa menyiksa dirinya sendiri, sampai suatu ketika saat Fandy kembali menjemput Rey dan mereka bersikap semakin mesra dan semakin berani didepannya, Ezha yang ketika itu tengah digandeng dengan mesra pula oleh Intan, mencoba melangkahkan kakinya untuk menghampiri Rey.


"Zha, kamu mau kemana ?" tanya Intan menarik kembali lengan Ezha.


"Bukan urusan kamu Tan !" jawab Ezha kesal.


"Aku tau, pasti kamu ingin menghampiri Rey, kan ?"


"Kalau memang ia, lalu kenapa ?


"Bukan tidak boleh Zha, tapi seharusnya kamu berfikir ulang kalau kamu ingin menemui dia, karena dia yang meminta kamu untuk menyudahi hubungan kalian, lalu kalau sekarang kamu kesana dan mengganggu kenyamanan mereka, apa yang akan mereka fikirkan kira-kira tentang kamu ?


mereka pasti akan menertawakan kamu Ezha ?


dan aku gak mau kamu diperlakukan seperti itu, aku akan sangat sedih melihatnya," ucap Intan panjang lebar berusaha mempengaruhi Ezha.


"Saya tidak perduli tentang apa yang akan mereka fikirkan tentang saya !


yang saya perduli saat ini bahwa saya masih mencintai Rey, faham !" jawab Ezha menegaskan.


Mendapat respon seperti itu dari Ezha, membuat Intan melepaskan genggamannya pada lengan Ezha dengan suka rela, ia terdiam mematung dibuatnya, tidak ada lagi kata-kata yang keluar dari mulutnya untuk menghentikan langkah kaki Ezha yang terlihat semakin cepat.


"Rey," sapa Ezha.


Rey menatap kearah suara yang memanggilnya, tanpa mencoba menjawab Ezha Rey kembali berpaling dan bicara pada Fandy.


"Ayo pergi Fan," ajak Rey.


"Tunggu Rey, kita harus bicara !" seru Ezha seraya menarik pelan lengan Rey dan menghentikannya langkahnya.


"Gua gak mau bicara sama lo !" jawab Rey.

__ADS_1


"Hanya sebentar Rey, gak akan terlalu banyak menyita waktu kamu !"


"Bro, gua fikir telinga lo masih cukup bagus untuk mendengar dan memahami apa yang baru saja Rey katakan, dan lo gak menghargai gua sama sekali, gua disini selaku orang yang tengah dekat dengan Rey, seharusnya lo izin sama gua kalau mau bicara sama dia," ucap Fandy ikut angkat bicara.


"Saya gak bicara sama Anda !


dan saya rasa sepertinya gak butuh izin dari anda untuk bicara sama dia !" jawab Ezha menatap Fandy, dan menganggapnya seolah saingan.


"Wow, santai dong lo !


lo mau ribut disini !" teriak Fandy.


"Saya sudah bilang, saya tidak ada urusan sama anda !


saya hanya ingin bicara sama pacar anda ini !


hanya sebentar, setelah itu Saya gak akan pernah ganggu hidup kalian lagi, saya janji !" ucap Ezha.


"Lo--" kata-kata Fandy terhenti oleh Rey yang kembali angkat bicara.


"Cukup Fan !


gua ikut sama dia, toh dia sudah janji kalau ini untuk yang terakhir kalinya," ucap Rey.


Mendengar Rey menyetujui permintaan Ezha, akhirnya Fandy mengalah, ia mulai mundur, dan membiarkan Ezha pergi membawa Rey.


Ezha membawanya keatas atap gedung kampus mereka.


"Duduk !" ucap Ezha memerintah Rey.


"Langsung bicara saja !


gua gak mau terlalu lama bareng sama pacar orang lain !"


"Saya juga gak mau terlalu lama membawa pacar orang lain, kalau memang tidak terlalu penting saya gak akan pernah melakukan hal ini !"


"Lalu, hal penting apa yang mau lo bilang ?"


"Saya cuma ingin bertanya, Laki-laki tadi apa benar pacar kamu ?" tanya Ezha.


"Kalau ia, masalahnya apa sama lo ?"


"Bicara dengan baik Rey, jawab dengan benar !


saya hanya ingin memastikan saja apa hubungan kamu sama dia, agar mudah untuk saya menentukan sikap disekitar kamu dan kemudian belajar untuk melupakan kamu dengan cepat," ucap Ezha.


Rey yang awalnya tidak mau sedikitpun melihat kearah Ezha, namun ketika Ezha bicara tentang melupakannya, ia akhirnya memberanikan diri untuk menatap mata Ezha dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


__ADS_2