First Love BadgirL

First Love BadgirL
Episode 69


__ADS_3

"Sekarang sudah sampai dan lo bisa turun," gumam Fandy tidak berusaha melihat kearah Wina.


"Hm," jawab Wina mengiyakan hanya dengan isyarat.


"Fan--" ucap Wina mencoba memulai kembali pembicaraan, tapi belum selesai ia dengan kata-katanya Fandy sudah memotongnya.


"Sebaiknya lo cepat turun, sudah terlalu malam, gua juga harus cepat pulang !" ucap Fandy menegaskan.


"Hm,"


Wina kemudian melepas sabuk pengamannya namun saat ia sudah siap untuk membuka pintu mobil, tiba-tiba ponsel Fandy berdering entah apa yang ada difikiran Wina saat itu sehingga ia menghentikan niatnya untuk turun, ia mulai penasaran dengan siapa yang menelphone Fandy malam-malam.


Fandy mengangkat telphone itu tanpa menaruh ditelinganya, sebaliknya ia terlihat sengaja menekan penuh volume ponselnya sehingga Wina bisa mendengar apa yang dibicarakan oleh orang yang menelphone Fandy malam itu.


Call :


+628*** : Hallo apa ini dengan Fandy ?


Fandy : Ya, ini dengan siapa ?


+628*** : Aku Shila, aku salah satu penggemar kamu Fandy, aku mendapatkan nomor ponsel kamu dari salah satu teman ku, kamu tidak masalah dengan itu, kan ?


Fandy : Oh, tidak apa-apa Shila, aku senang bisa mengenal kamu dan terimakasih Shila sudah menyukaiku.


Apa ada yang bisa aku bantu untuk kamu ?


Shila : Ternyata benar kata semua orang, kamu itu irang yang ramah dan baik, hehe.


Oh ia saat ini aku dan teman-teman ku sedang berkumpul di Night Club, apa kamu bisa datang dan bergabung dengan aku ?


semua orang datang dengan pasangannya, kamu mau kan jadi pasanganku ?


Aku kesepian.


Fandy : Tentu saja Shila, kirimkan saja alamatnya, aku akan segera sampai disana untuk menjadi pasangan kamu.


Shila : Terimakasih Fandy sayang.


Fandy : Sama-sama Shila.


Setelah selesai dengan pembicaraannya Fandy pun mengakhiri sambungan telphone itu dengan Shila dan kembali menatap Wina yang masih terdiam duduk disampingnya dengan pandangan lekat menatap pintu mobil.


"Kenapa lo masih belum turun ?" tanya Fandy.


"Ha ?


hm, gua turun sekarang, gua juga gak mau membiarkan lo terlambat datang keundangan gadis yang bahkan namanya baru saja lo kenal, permisi," pamitnya.


"Gak jadi masalah mau itu baru kenal atau pun sudah lama kenal, selama dia sopan dan berniat untuk saling mengenal lebih dalam lagi, menurut gua itu jauh lebih baik, dari pada orang yang tidak mau saling mengenal walaupun sebelumnya sudah kenal," ucap Fandy penuh dengan sindiran.

__ADS_1


"Hm," Wina membuka pintu mobil dan keluar tanpa basa-basi lagi.


Setelah Wina keluar Fandy langsung melajukan mobilnya secepat kilat meninggalkan Wina yang masih lekat menatap laju mobilnya pergi.


#Fandy.


Fandy menghentikan mobilnya setelah dia merasa sudah tidak lagi terlihat oleh Wina, ia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Shila untuk meminta maaf karena ia tidak bisa datang menemui Shila dialamat yang sudah Shila berikan padanya.


Setelah Shila mengerti ia kembali melajukan mobilnya dan kembali kerumahnya.


#


Setelah Fandy tidak lagi terlihat olehnya, Wina akhirnya masuk dan langsung menuju kekamar Rey, ia disambut oleh Rey yang sudah siap untuk mendengar cerita tentang Wina dan Fandy.


"Kenapa lo lama sekali Win ?


gua menunggu lo dari tadi.


Hayo mampir kemana dulu ?" tanya Rey terus menggodanya.


"Nggak mampir kemana-mana Rey.


Gua cape Rey, gua tidur dulu ya," jawab Wina malas, ia pun langsung membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur dan menutup wajahnya dengan bantal.


Rey yang merasa ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu pun langsung menghampirinya dan mengajaknya berbincang.


"Win, lo kenapa ?


"Gua gak apa-apa Rey, cuma mengantuk saja," jawabnya dari balik bantal yang masih menutupi wajahnya.


"Kemari Win, duduk dulu sebentar dan ceritakan semuanya sama gua !


kenapa lo datang dengan wajah murung seperti ini !" seru Rey seraya menyingkirkan bantal yang menutupi wajah Wina.


"Ada apa ?" tanya Rey lagi.


"Gua gak tau Rey harus memulai cerita ini dari mana, yang jelas saat ini gua merasa sakit disini," jawab Wina seraya menunjukkan jarinya kebagian dadanya.


"Lo sesak atau apa ?" tanya Rey polos.


"Iya Rey, rasanya sesak, sakit, sampai membuat gua kesulitan untuk bernafas, dan gua gak ngerti apa yang terjadi sama gua saat ini, yang jelas gua sangat lelah merasakan sakit yang gua sendiri gak faham kenapa," jawab Wina menjelaskan sedikit apa yang tengah ia rasakan.


"Lo tenang dulu ya, gua ambilkan lo minum, lo tunggu sebentar," ucap Rey.


Selama Rey pergi untuk mengambilkannya air minum, Wina memeriksa ponselnya, ia melihat nomor telphone yang belum ia beri nama, dan itu adalah nomor Fandy.


"Wina, Wina apa yang lo fikirkan sebenarnya !


kenapa orang seperti dia bisa mengganggu fikiran lo !

__ADS_1


sangat tidak mungkin dia akan memberi lo kabar malam ini, lo sendiri tau sedang berada dimana dia sekarang !" gumamnya dengan dirinya sendiri.


"Lo bicara sama siapa Win ?" tanya Rey yang tiba-tiba masuk dan mendengar Wina bergumam.


"Ha ?


nggak Rey, gua gak bicara sama siapa-siapa," jawabnya gugup.


"Lo minum dulu biar sesak lo hilang.


Oh ia gimana dengan hubungan lo sama Fandy ?


jujur gua senang kalian bisa dekat Win, apa lagi saat dia merubah gaya bicaranya, dia jadi terlihat semakin tampan ya ?


sedikit demi sedikit akhirnya dia mulai berubah, lo bisa merasakan perubahannya, kan ?" tanya Rey.


"Berhenti membahas tentang dia Rey, karena gak ada yang speciall Rey.


Hm, bahkan mungkin malam ini juga jadi malam terakhir gua dan dia bertemu," jawab Wina.


"Maksud lo ?


terakhir bagaimana ?


ada apa sebenarnya ?


bukannya tadi kalian baik-baik saja ?"


"Gak ada yang penting Rey, ayo tidur sudah malam besok kita ada kuliah pagi !"


"Tunggu !


gua gak akan berhenti bicara sebelum lo cerita apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian ?"


"Gua hanya gak bisa dekat dengan dia Rey itu saja !"


"Apa salahnya si Win kalau kalian berteman ?


menurut gua Fandy cukup baik, dan dia sudah sedikit berubah, kan ?"


"Rey dengar, gak ada pertemanan yang murni antara laki-laki dan perempuan, faham !


gua tau niat lo yang sebenarnya Rey, gua akan berusaha melupakan perasaan gua sama lo dengan cara gua sendiri !


jadi tolong berhenti berusaha mendekatkan gua dan dia !


dan kalau menurut lo Fandy itu orang baik, kenapa gak lo saja yang mendekati dia !"


Selesai bicara Wina kembali berbaring dan menarik selimut sampai menutupi seluruh bagian tubuhnya.

__ADS_1


Rey semakin bingung dengan apa yang terjadi dengan Wina sebenarnya.


Karena merasa tidak mendapat jawaban yang jelas dari Wina, Rey pun mencoba menghubungi Fandy lewat pesan singkat yang ia kirimkan, berharap Fandy bisa menjawab berbagai pertanyaan dikepalanya.


__ADS_2