
Ezha berteriak saat ia menemukan Intan tergeletak tidak berdaya disamping tempat tidurnya.
"Tan, bangun Tan, kamu kenapa ?
apa yang sebenarnya terjadi sama kamu Tan ?" tanya Ezha pada Intan yang sudah tidak sadarkan diri.
Rey : Ada apa Zha ?
apa yang terjadi sama Intan ?
Ezha : Aku gak tau Rey, aku menemukan dia tergeletak dilantai dengan luka ditangannya !
Rey : Apa yang kamu lakukan Zha !
apa lagi yang kamu tunggu !
cepat cari bantuan dan bawa dia kerumah sakit sekarang !
Ezha : Iya Rey ia.
Rey : Matikan dulu saja sambungan telphone kita, nanti hubungi aku lagi bagaimana keadaannya.
Ezha : Baiklah Rey.
Ezha bergegas membawa Intan kerumah sakit terdekat.
Setelah mendapat perawatan dari dokter Ezha memberi kabar lagi pada Rey.
Call :
Ezha : Rey.
Rey : Iya Zha, bagaimana keadaan dia ?
Ezha : Dia sedang diperiksa oleh dokter.
Rey : Kenapa suara kamu terdengar sangat lemas ?
kamu gak apa-apa Zha ?
Ezha : Aku gak apa-apa Rey, hanya saja aku merasa bersalah dengan apa yang menimpa Intan saat ini Rey.
Rey : Zha ini semua gak ada kaitannya sama kamu, jadi aku mohon kamu jangan pernah menyalahkan diri kamu sendiri atas apa yang dia lakukan !
Ezha : Iya tapi Rey--
sebentar Rey dokter sudah keluar dari ruangan Intan.
"Dokter, bagaimana keadaan teman saya ?" tanya Ezha.
"Teman anda sudah lebih baik, karena untungnya dia cepat-cepat dibawa kesini," jelas sang dokter.
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan luka-luka ditangannya ?"
"Lukanya tidak terlalu dalam, sehingga tidak ada yang perlu terlalu dikhawatirkan, sebentar lagi dia akan bangun," jawab sang dokter.
"Terimakasih banyak dokter," ucap Ezha.
Rey : Apa yang dikatakan dokter Zha ?
Ezha : Dokter bilang dia akan segera membaik Rey.
Rey : Sebaiknya kamu segera hubungi keluarganya agar mereka bisa menjaga Intan disana, dan kamu sudah tidak perlu ada disana lagi untuk mengkhawatirkan dia Zha.
Ezha : Gak bisa gitu Rey, aku harus menunggu sampai dia bangun, baru aku bisa tenang.
Rey : Hm, kalau begitu terserah kamu saja Zha, (mematikan telphone)
Ezha : Rey, hallo Rey--
"Kenapa kamu gak mau mengerti dengan posisi ku saat ini Rey," gumam Ezha.
"Aku hanya tidak ingin kamu terlalu perduli dengan dia Zha, apa lagi sampai menyalahkan diri kamu sendiri, sementara aku tau dengan jelas kalau itu bukan kesalahan kamu," gumam Rey.
Ezha masuk kedalam ruangan dimana Intan dirawat, Intan masih tertidur dengan wajahnya yang masih terlihat sangat pucat, Ezha mendekatinya dan merapihkan helaian rambut yang menutupi wajah Intan.
"Cepat bangun ya Tan, aku gak mau melihat kamu seperti ini," gumam Ezha.
Intan membuka perlahan matanya, Ezha yang melihat mata Intan mulai terbuka berusaha berlari memanggil dokter untuk kembali memeriksa keadaan Intan.
"Jangan pergi bee," gumam Intan lemas.
"Tapi Tan dokter harus memeriksa kondisi kamu lagi biar jelas bagaimana keadaan kamu !" seru Ezha.
"Aku gak butuh dokter bee, aku hanya ingin kamu tetap ada disamping aku saat ini," ucapnya lagi.
"Ok, kamu mau apa Tan ?
mau makan ?
mau minum ?
atau apa ?" tanya Ezha yang masih terlihat panik, Intan tertawa kecil melihat tingkah Ezha.
"Kenapa kamu tertawa ?
apa yang lucu ?" tanya Ezha sedikit kesal.
"Aku tertawa karena aku senang, ternyata kamu masih sangat perduli sama aku, beda jauh dengan apa yang kamu katakan tadi siang saat kita didepan Rey.
Zha jujur sama aku, kamu masih sayang kan sama aku ?" tanya Intan.
Sebelum menjawab apa yang intan tanyakan padanya, Ezha terlebih dahulu melepaskan genggaman tangan Intan dilengannya.
__ADS_1
"Tan, aku ini manusia, wajar jika aku punya rasa perduli saat melihat ada seseorang yang membutuhkan bantuan ku, apa lagi posisinya saat itu hanya ada aku disana, jadi aku mohon sama kamu jangan salah mengartikan kebaikan ku, dan asal kamu tau, Rey adalah orang yang meminta aku untuk menjawab telphone kamu saat itu, dan dia juga yang memaksa aku untuk datang dan memeriksa keadaan kamu.
Jadi Tan orang yang kamu anggap musuh sebenarnya dia adalah orang yang sangat perduli dengan keadaan kamu, percayalah Intan Rey itu orang baik," ucap Ezha menjelaskan.
"Zha, apa kamu benar-benar serius menjalin hubungan dengan dia ?" tanya Intan.
"Iya aku serius Tan," jawab Ezha singkat.
"Aku sayang sama kamu Zha dan bodohnya aku baru menyadarinya saat aku sudah kehilangan kamu, dari semua yang sudah terjadi membuat aku sadar kalau memang benar tidak ada kesempatan lagi untuk aku bisa bersama kamu.
Kalau begitu demi kebahagian kamu aku menyerah untuk Rey," ucap Intan yang terdengar tulus.
"Kamu serius dengan kata-kata kamu Tan ?" tanya Ezha antusias.
"Aku serius Zha, sangat serius !" tegas Intan.
"Tapi saat ini Rey sedang marah sama aku Tan, aku gak tau harus bagaimana, sementara aku sama dia baru saja berbaikan," ucap Ezha menunduk sedih.
"Kenapa ?
apa ini ada hubungannya dengan kamu berada disini saat ini ?" tanya Intan lagi.
"Hm," jawab Ezha mengangguk kecil.
"Kamu tenang saja Zha, aku akan bantu kamu sebisa mungkin untuk bicara sama Rey," ucap Intan seraya menggenggam tangan Ezha kembali untuk meyakinkannya bahwa ia benar-benar tulus ingin membantu Ezha memperbaiki hubungannya dengan Rey.
#
Keesokan harinya karena luka yang diderita Intan tidak terlalu mengkhawatirkan ia pun bisa segera pulang, Ezha terus berada disana untuk mendampingi dan membawa Intan kembali kerumahnya.
"Zha," panggil Intan.
"Hm, kenapa Tan ?
kamu butuh sesuatu ?" tanya Ezha.
"Kamu bisa bawa aku untuk menemui Rey ?" tanya Intan kembali.
"Untuk apa kamu ingin menemui Rey Tan ? kondisi kamu masih lemah, jangan dulu ya, aku yakin Rey masih marah sama aku.
Aku takut akan membuat dia semakin kesal karena melihat aku datang bersama kamu," jelas Ezha.
"Tenang saja Zha, percaya saja sama apa yang akan aku lakukan, aku hanya ingin menebus kesalahan yang aku perbuat sama kalian selama ini," ucap Intan.
"Hm, baiklah gak ada salahnya juga kita mencoba segala kemungkinan yang terbaik," jawab Ezha.
Akhirnya Ezha mengalah dan membawa Intan untuk menemui Rey dirumahnya.
Sepanjang jalan Ezha terus berfikir.
"Apa mungkin ini adalah cara yang salah karena Rey pasti akan sangat marah saat melihat Intan ada dirumahnya apa lagi datangnya bersama denganku, tapi kalau Intan membantuku untuk menjelaskan semuanya mungkin juga dia akan mengerti," gumam Ezha dalam hati.
__ADS_1
"Jangan terlalu banyak fikiran Zha, tenang saja aku gak akan mengacaukan semuanya," ucap Intan yang sangat faham dengan apa yang tengah Ezha fikirkan hanya dengan melihat ekspresi wajah Ezha saja, sementara Ezha hanya tersenyum menjawab apa yang Intan katakan.