First Love BadgirL

First Love BadgirL
Episode 24


__ADS_3

"Maaf rey ,,,


maafin gua ...


maaf untuk membuat lo kecewa ,


maaf karena beberapa hari ini gua selalu emosi karena rasa cemburu gua yang berlebihan ...


lo boleh benci sama gua rey , lo berhak untuk itu , gua gak akan larang lo , apa lagi marah sama lo .. karena gua sadar , gua terlalu egois minta lo untuk maafin gua . sementara kesalahan gua pasti sangat fatal buat lo .. " Ucap wina lirih dengan masih memeluk rey semakin kencang sampai membuat rey kesulitan untuk bernafas ..


"Win lepas ,, gua gak bisa nafas .." ucap rey terengah engah..


"Maaf rey ,. gua nyakitin lo lagi .." jawabnya seraya melepaskan pelukan nya ..


"nggak apa apa win ..


Win sekarang angkat wajah lo.. dan lihat mata gua ..." pinta rey .


"gak rey gua gak bisa , gua gak sanggup liat mata lo , gua malu rey sama lo , gua malu, dengan lo kasih gua kesempatan untuk menjelaskan semuanya pun ,itu membuktikan kalau lo itu terlalu baik sama gua rey . ..." Gumam nya dengan masih tetap menundukan kepala nya ...


"Kalau lo terus kayak gini , gimana gua mau ngomong win ... kalau gua gak ngomong dan kita gak bahas gimana gua bisa kasih maaf ke lo win , kalau udah kayak gitu apa lo fikir masalah di antara kita bisa selesai ??? ..."


mendengar kata kata rey, wina akhirnya memberanikan diri mengangkat wajahnya , namun tetap ia mengalihkan pandangannya . wina tetap menghindari menatap mata rey .


"Hey , gua di sebelah sini win . kenapa lo liat ke arah lain .. " protes rey yang melihat wina tetap tidak mau menatap nya .


"Ya sudah , kalau lo gak mau lihat ke arah gua , gimana kalau lo pulang aja sekarang , karena percuma gua ngomong tapi lo gak fokus ke arah gua ..." ucap rey terdengar suaranya mulai kesal ..


Tidak mau membuat rey makin marah akhirnya wina pun mengalah, perlahan ia mulai berani menatap mata rey , walaupun sesekali ia masih sering berpaling...


"Nah gitu dong ..." ucap rey seraya tersenyum


wina pun ikut tersenyum kecil, melihat rey tersenyum untuk nya .


"Berhenti menangis ya ...


lo orang baik win . dan lo lebih pantas tersenyum seperti ini. .." ucap rey, seraya menghapus air mata yang masih menggenang di sekitar mata wina .


"alasan gua tersenyum semua nya karena lo rey .. karena lo tersenyum untuk gua ,


dan air mata gua gak akan cukup untuk nebus rasa kecewa lo sama gua rey .. "


"Nggak kok win .. rasa kecewa gua udah hilang pas tadi lo masuk ke kamar ini ..."


" jadi inti nya sekarang apa lo maafin gua rey ?" tanya wina menatap penuh harap..

__ADS_1


rey menarik nafas panjang , dan mulai berbicara serius ...


"win, sebenarnya gua gak pernah marah sama lo hanya karena lo itu ...."


Rey terdiam sejenak ia tidak sanggup meneruskan kata kata nya .. ia juga tidak tau harus menyebut kata apa agar wina tidak tersinggung dengan apa yang akan dia ucapkan ..


"Lanjutin Rey , gua gak apa apa kok ... gua ngerti lo gak mau nyebut prilaku gua yang menyimpang , gua faham ...


makasih untuk tetap bisa ngejaga kata kata lo rey .." ucap wina ..


"ia win maaf .


kayak yang gua bilang tadi , kalau sebenarnya gua gak pernah marah karena itu ..


sama kayak yang gua bilang kemarin pas di kampus , kalau gua itu cuma marah sama diri gua sendiri yang gak peka sama perasaan sahabat gua sendiri . padahal lo sangat dekat sama gua , tapi gua tetap gak tau apa apa tentang lo ... " jelas rey.


"Rey ini bukan salah lo ,


sangat wajar kalau lo gak peka sama perasaan gua . karena apa yang gua rasain ini memang gak wajar buat lo ..


makanya gua gak pernah nyalahin lo sama sekali , saat gua merasa sakit.."


"ia win . itu salah satu nya alasan gua gak pernah mikir ke arah sana ..."


"ia gak apa apa rey, .


"ia win , gua udah maafin lo ..


dan apa lo juga maafin sahabat lo yang gak peka ini ?" tanya rey balik..


"gua selalu maafin lo rey ...


dan apa sekarang kita bisa sahabatan lagi ?"


"Tentu saja ...


karena gua gak mau kehilangan sahabat yang sangat mencintai gua ..." ucap rey ..


mereka saling pandang , tertawa bersama , dan kembali berpelukan ...


wina melepaskan pelukannya dengan sangat perlahan , tapi kedua tangannya masih tetap merangkul pinggang rey ,,


wina menatap sendu kedalam mata rey, begitu juga dengan rey yang terpaku oleh tatapan wina yang seolah menghipnotisnya , sehingga membuatnya terdiam ... mereka saling tatap cukup lama, sampai membuat rey terbuai dengan situasi malam itu .. .


wina mulai berusaha lebih dekat dengan wajah rey , bibirnya sedikit lagi hampir menyentuh bibir rey .. sampai akhirnya wina meremas pelan pinggang rey, membuat rey tersadar , dan secara spontan menjauhkan wajahnya dari wina, dan juga melepaskan tangan wina dari pinggangnya .

__ADS_1


"Win ..." gumam rey seraya mencoba mengatur nafas nya ...


"Hmm ..." Jawab wina tertunduk malu ...


"Maaf gua gak bisa .."


"harus nya gua yang minta maaf rey, karena gak seharus nya gua memanfaatkan keadaan...


maaf karena gua bersikap kurang sopan sama lo .." ucapnya masih terus menunduk ..


"ia gak apa apa win ..


win apa gua boleh nanya sesuatu ?" ..


"Hmm.."


"Apa lo masih bisa balik ke wina yang sebelum kenal sama gua ?" tanya rey .


"Gua gak tau rey ..


kalau pun bisa pasti membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk menghapus semuanya ,


kenapa rey , apa lo mulai merasa gak nyaman karena sikap gua barusan .?..." tanya wina ...


"bukan gitu win ...


wina , jujur gua sayang sama lo ...


dan gua harap lo juga sayang sama gua hanya sebagai sahabat dan saudara ...


kalau memang lo tetap mau memilih jalan ini , gua sebagai sahabat lo cuma bisa mendukung lo , tanpa bisa membalas perasaan lo win ..." jelas rey .


"Kalau memang lo gak bisa balas perasaan gua gak apa apa rey ..


tapi untuk saat ini , gua mohon biarin gua tetap dengan perasaan ini ... jangan pernah larang gua untuk tetap mencintai lo ...


kalau memang suatu saat gua mulai lelah , perasaan ini juga pasti akan menghilang dengan sendirinya ..." ucap wina seraya menggenggam jemari tangan rey ...


"Lakuin apa yang membuat lo bahagia win , dan gua gak akan pernah larang lo, kalau memang itu membuat lo senang , seperti yang gua katakan tadi ....


dan ingat satu hal kalau suatu saat lo merasa sakit gua mohon untuk jangan lagi nyimpan perasaan itu , dan coba untuk berhenti... " Ucap rey yang juga mempererat genggaman tangan wina .


"Gua janji , akan berusaha kembali seperti dulu rey .. lo bantu gua ya ..." pinta nya .


"Tentu ..." Jawab rey dengan senyum yang kembali mengembang di ujung bibir nya .

__ADS_1


Malam itu Walaupun wina terlihat sangat kecewa , namun rasa bahagia nya jauh lebih besar karena rey sudah memaafkannya , bahkan mengizinkannya untuk tetap bisa menyimpan perasaannya untuk rey ....


dan ia juga bisa tertawa sangat lepas . karena rahasia yang selama bertahun tahun ia simpan . kini sudah terbongkar , dan rey sahabat nya kembali lagi ke sisinya ...


__ADS_2