
Jam menunjukan waktunya untuk makan siang, karena kelas pertama juga sudah selesai.
Sementara Rey dan Ezha pergi untuk belajar lagi diperpustakaan.
Wina kekantin bersama teman-temannya yang lain.
Dikantin wina melihat kimi yang memperhatikan kedatangannya dari kejauhan, kimi sudah memperhatikannya sedari tadi, tatapan kimi membuat wina merasa kesal dan tersinggung dengannya karena mata kimi yang tidak pernah lepas menatapnya, akhirnya ia mendekati Kimi dan menghentakan kedua tangannya dengan sangat kuat dimeja Kimi, sampai mengundang perhatian semua orang disana dan melihat kearahnya.
"Kenapa lo lihat gua sampai seperti itu !
lo lagi berusaha mengejek gua atau apa !" bentak wina melampiaskan kemarahannya yang dari tadi tertahan.
"Mengejek ?
apa maksud lo dengan itu ?
itu cuma perasaan lo saja win !
apa salahnya kalau gua melihat lo, gua punya mata sendiri dan gua rasa gak harus minta izin dulu sama lo untuk melihat apa-pun yang mata gua ingin lihat, termasuk melihat lo !" jawab kimi seraya berdiri sejajar dengan
Wina, sedangkan teman-teman mereka yang lain berusaha memisahkan mereka yang masih saling tatap.
Tanpa mencoba menjawab Wina langsung saja pergi meninggalkan kantin itu, ia berlari menjauh dan diikuti oleh kimi.
"Berhenti win, kita perlu bicara !" teriak Kimi.
"Gak ada yang perlu dibicarakan, gua gak mau melihat lo lagi berkeliaran disekitar gua !" jawab Wina membentak.
"Biarkan gua ngomong dulu, setelah itu lo mau membenci gua seperti apa juga itu hak lo Win, yang penting sekarang kita perlu bicara, gua gak akan perlu waktu lama untuk menyelesaikan pembahasan ini ," ucap Kimi memohon, setelah cukup lama berfikir akhirnya Wina menurut dan mulai mengikuti kemana Kimi membawanya.
Kimi membawa Wina keparkiran dan meminta Wina untuk masuk kedalam mobilnya.
"Lo mau bawa gua kemana ?" tanya Wina.
"Masuk dulu saja !
lo tenang gua gak akan berbuat jahat sama lo !" ucap Kimi memerintah dan meyakinkan wina.
Setelah mereka masuk mobil, Kimi mulai melajukan mobil itu dengan santai, ketika mereka sudah lumayan jauh dari kampus Kimi memarkirkan mobilnya dipinggir jalan, menyisakan pertanyaan besar dibenak Wina.
__ADS_1
dan kimi terlihat sudah siap untuk memulai perbincangannya.
"Kenapa lo berhenti disini ?" tanya Wina penasaran.
"Kita ngomong disini !" jawab Kimi dengan tegas.
"Ok, silahkan ngomong, gua gak mau terlalu lama bareng sama lo !" ucap Wina tanpa berani melihat kearah Kimi.
"Ok terserah lo Win," jawab Kimi,
kemudian Kimi terdiam cukup lama sebelum benar-benar memulai perbincangannya dengan serius.
"Lo jadi ngomong gak !
kalau nggak lebih baik gua keluar saja dari mobil lo sekarang !" bentak Wina menyadarkan Kimi kalau orang yang saat ini duduk disampingnya, bukan lagi orang sabar yang ia kenal dulu, dan bukan cewe manis yang lucu lagi.
"Win, gua sangat mengerti apa yang lo rasakan saat ini.
Kalau memang lo butuh seseorang untuk cerita, gua selalu bersedia mendengarkan semua cerita lo Win, jangan pernah sungkan untuk--" ucap Kimi dengan serius namun kata-katanya terhenti ketika Wina mulai menyelanya.
"Maksud lo ?
gak usah pura-pura baik padahal aslinya lo senang karena lo sudah berhasil menyatukan mereka, ia kan !
dan satu lagi, gua gak butuh dikasihani sama penghianat seperti lo Kimi !" ucap Wina yang suaranya mulai terdengar lirih, ia juga berusaha keluar dari mobil Kimi, namun tidak sempat karena kimi menahan dan menarik tangannya.
"Duduk !
diam !
kenapa lo selalu salah faham tentang semua yang gua lakukan !
pernah gak lo sekali saja berfikir positif tentang gua selama ini !
dengar baik-baik Win, gua melakukan ini semua demi lo.
Gua bantu Ezha bukan karena gua sedang berusaha melawan lo, tapi gua berusaha untuk membuat lo sadar kalau sahabat lo dan juga Ezha, mereka itu saling mencintai, dan yang lebih pentingnya lagi gua gak mau melihat lo sedih dan sakit seperti sekarang ini Wina.
Melihat lo seperti ini bukan hanya lo yang sakit, tapi gua juga ikut merasakan sakitnya. !
__ADS_1
Faham !" ucap Kimi menjelaskan maksud dan tujuannya pada Wina.
Mendengar apa yang Kimi katakan membuat Wina terdiam tidak lagi berkomentar, sebaliknya ia hanya menunduk dengan air matanya yang menetes membasahi kedua tangannya.
"Berhenti menangis Win,
gua tahu lo orang yang kuat !
gua yakin lo bisa melalui semua ini dengan cepat," ucap Kimi menambahkan kata-katanya.
Alih-alih menjawab kata-kata Kimi Wina lebih memilih menghambur kepelukan Kimi, dan menangis sejadi-jadinya dibahu Kimi.
Kimi terkejut karena wina memeluknya namun ia berfikir kalau ini bukan saatnya untuk egois dan memikirkan perasaannya sendiri.
Kimi merangkulkan tangannya dan mengusap-usap rambut Wina dengan lembut.
"Nangis Win, nangis sampai lo puas, sampai air mata lo lelah untuk mengalir, sampai lo lelah berfikir tentang apa alasan lo menangis.
Tapi ingat setelah ini lo harus jadi Wina yang baru tanpa melupakan masalalu, Wina yang teman baiknya Kimi, dan sahabat dekatnya Rey," ucap Kimi memberi Wina nasehat.
"Rey, ?" gumam Wina lirih.
"Ia Rey Win, dia adalah orang yang paling sedih, karena lo bersikap seperti ini padanya, Rey selalu mengutamakan lo dalam hal apa-pun Win, tapi Rey tidak pernah bisa berjanji dia bisa mengutamakan lo untuk hatinya, karena Ezha sudah berada diposisi pertama dihati Rey sejak dulu Win," Jawab Kimi.
"Rey tau kalau gua suka sama dia, tapi dia tetap bisa menyakiti gua dengan pertanyaannya, tidak perlu gua menjawabnya buktinya mereka sudah pacaran, kan !" ucap Wina yang terdengar kecewa.
"Rey belum menerima Ezha Win, alasannya karena lo belum memberi izin padanya untuk menerima Ezha," jelas Kimi.
"Hah ?," ucap Wina terkejut.
"Ia Win, ia juga bahkan belum memberitahu orangtuanya tentang lamaran Ezha padanya. Rey menggantungkan nasib cintanya sama lo Win, karena lo adalah orang penting dihidupnya, apa lo gak kasihan sama Rey Win ?" tanya Kimi.
Mendengar semua penjelasan Kimi membuat Wina semakin merasa bersalah pada Rey dan Ezha.
"Kim, ayo kembali ke kampus, gua harus ketemu Rey sekarang Kim, gua harus minta maaf sama Rey, karena sudah katerlaluan dan kasar sampai buat dia menangis.
Gua gak mau lagi jadi orang bodoh, dan gua lebih gak mau kehilangan sahabat baik seperti Rey, ayo Kim balik lagi ,ayo !" pinta Wina memaksa.
Kimi mengangguk menuruti permintaan Wina dan melajukan mobilnya kembali ke kampus untuk menemui Rey.
__ADS_1