First Love BadgirL

First Love BadgirL
Episode 47


__ADS_3

Perasaan tidak tenang terus menghantui fikiran Rey setelah mendengar nasehat dari kedua temannya itu, ia meraih ponselnya dan mencoba mengirimi Ezha pesan.


Saat ini jam menunjukan pukul 5 sore.


Chat :


Rey : Zha, jam berapa kamu akan pergi keacara ulang tahun Intan ?


Ezha : Sekitar jam 7 malam ini Rey, kenapa ?


Rey : Tidak apa-apa Zha, aku hanya ingin tau saja, nggak apa-apa, kan ?


oh ia tolong beri aku kabar jika kamu sempat.


Ezha : Baiklah Rey, jangan berfikir yang tidak-tidak Rey, karena saat ini aku hanya ingin satu wanita yang akan aku ajak untuk serius, yaitu kamu.


Rey : Aku selalu berusaha untuk percaya Zha, aku tidak masalah jika dia ingin bersama kamu dimalam ulang tahunnya.


Ezha : Terimakasih Rey.


Selesai memastikan kepergian Ezha, Rey menyimpan ponselnya dan kembali bergabung dengan kedua temannya.


"Ezha bilang apa Rey ?" tanya Wina.


"Gak bilang apa-apa, tadi gua hanya bertanya jam berapa dia akan pergi," jawab Rey seraya menjatuhkan tubuhnya ditempat tidur bergabung dengan kedua temannya.


"Lalu ?" tanya Wina lagi.


"Lalu apa ?" tanya Rey kembali.


"Gua kira lo menghubungi Ezha untuk melarang dia pergi, ternyata hanya untuk memastikan jam kepergiannya saja ?


Rey Rey cinta pertama si cinta pertama, tapi jangan sepolos ini juga kali," ucap Kimi.


"Kimi benar Rey, lo selama ini selalu memberi pelajaran pada laki-laki yang menyia-nyiakan wanita, tapi kenapa sekarang yang gua lihat lo memberi izin sama pacar lo sendiri untuk belajar menyia-nyiakan lo !


lo sadar gak apa yang lo lakukan ini Rey !" ucap Wina menambahkan.


"Sudahlah biarkan saja dulu, Intan itu adalah wanita yang selama beberapa tahun belakangan selalu menemani Ezha, jadi wajar saja kalau mereka belum terbiasa dengan pasangan pengganti mereka masing-masing," jawabnya santai, namun hati dan raut wajahnya tetap tidak bisa berbohong.


"Rey, lo kenapa jadi sebodoh ini !

__ADS_1


asal lo tau yang namanya mantan mau dia terbiasa atau gak, itu sudah menjadi masalalu seharusnya !


mau kamu bilang apa yang kamu lakukan ini benar, tapi ini semua tetap tidak benar Rey, fikir baik-baik yang akan sakit nantinya itu lo sendiri, apa lo gak berfikir tentang kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi lainnya ?" tanya Wina.


"Kemungkinan apa lagi maksudnya Win ?" tanya Rey.


"Maksud Wina itu kemungkinan Intan merebut Ezha untuk kembali lagi sama dia Rey !


jangan bilang lo gak faham dengan sifat intan, orang seperti Intan akan dengan sangat mudah mempengaruhi Ezha lagi dengan caranya," sambung Kimi yang mulai gemas dengan Rey.


Alih-alih menjawab Rey hanya bisa diam dan kembali berfikir tentang kemungkinan yang mereka bicarakan.


Rey mencoba mengabaikan semua fikiran buruknya agar teman-temannya yakin bahwa Ezha tidak akan menghianatinya.


"Gua percaya sama Ezha jadi lo berdua gak perlu khawatir, semuanya akan baik-baik saja," ucap Rey, namun ketenangan itu hanya ada diucapannya saja, hatinya masih tetap merasa takut.


"Terserah kalau begitu Rey, kita sebagai teman hanya bisa mengingatkan lo tentang hak yang lo punya sebagai seorang pacar itu saja, kalau memang lo berfikir semuanya akan baik-baik saja, kita gak bisa bilang apa-apa lagi.


Betulkan Kim ?" tanya Wina pada kimi.


"Hm, Wina benar Rey," jawab kimi menyambung kata-kata Wina.


"Misalnya ?" tanya Wina.


"Misalnya tentang lo berdua," jawab Rey dengan senyumnya yang kembali mengembang, namun tidak demikian dengan Wina dan Kimi mereka hanya saling tatap kemudian sama-sama berpaling.


"Kenapa kalian jadi diam ?" tanya Rey.


"Karena gak ada yang harus dibahas tentang kita Rey," jawab Kimi.


"Kimi benar Rey, gua sama Kimi cuma teman, Kimi mau sama siapapun itu terserah dia, begitu juga dengan gua, ia kan kim ?" tanya Wina pada kimi.


"Hm," jawab Kimi singkat.


Rey melihat gerak-gerik yang aneh dari bahasa tubuh Kimi.


Kimi tiba-tiba merasa gelisah, dan ia juga terlihat tengah menahan amarah.


"Wina, bisa minta tolong ambilkan air untuk kita minum ?


dari tadi kita berbincang tapi tidak ada minumannya," ucap Rey.

__ADS_1


"Baiklah," jawab Wina seraya turun dari tempat tidur, dan keluar untuk mengambil pesanan Rey. Setelah Wina pergi Rey mendekati Kimi.


"Kim lo kenapa ?


apa ada yang ingin lo bicarakan ?" tanya Rey.


"Gua nggak apa-apa Rey,


dan nggak ada yang harus dibicarakan," jawab Kimi.


"Lo bisa berbohong sama semua orang sesuka lo Kim, tapi lo gak akan pernah bisa berbohong sama diri lo sendiri,"


"Maksudnya bagaimana Rey ?" tanya Kimi.


"Lo masih menyimpan perasaan lo pada Wina ?" tanya Rey langsung pada inti apa yang ada difikirannya.


"Gua sudah menyampaikannya Rey, tapi dia tidak menjawab dengan pasti, dia hanya meminta untuk gua membantu dia mencari jati dirinya yang sebenarnya, dan seperti kata lo Rey, gua harus jawab apa selain menyetujuinya," jawab Kimi menjelaskan.


"Lo sabar ya Kim.


Tapi Kim maaf sebelumnya, jujur saja sebenarnya apa lo juga ingin menemukan jati diri lo ?" tanya Rey.


"Gua juga gak tau Rey, seperti ini bukan mau gua, tapi beberapa tahun terakhir semenjak orang yang gua sayang meninggal gua merasa sangat bersalah karena gua gak bisa menjaga dan melindunginya.


Awalnya gua hanya ingin menjaga mereka seperti gua menjaga keluarga gua sendiri, tapi lama-lama perasaan yang lain mulai tumbuh, dan berubah menjadi rasa ingin memiliki.


Begitu juga dengan perasaan sayang gua sama Wina yang awalnya gua hanya menganggap dia teman biasa, karena gua gak mau dia terus-terusan sakit jadi gua berusaha melindungi dia, tapi gua malah terjebak, dan susah untuk gua kembali lagi," jelasnya.


"Gua bisa faham dengan alasan lo Kim, tapi suatu saat gua berharap lo bisa kembali pada jati diri lo yang sebenarnya, lo itu cantik Kim gua yakin banyak laki-laki diluar sana yang berlomba ingin mendapatkan hati lo.


Coba belajar untuk dekat dengan mereka ya," ucap Rey menasehati Kimi.


Kimi mengangguk pelan, namun perbincangan mereka terhenti saat Wina membuka pintu seraya berseru.


"Cemilan datang !" seru Wina.


"Lo berdua kenapa diam ?" tanya Wina merasa aneh saat melihat Rey dan Kimi tiba-tiba terdiam saat melihatnya datang.


"Gak apa-apa Win, sini gabung," ajak Rey.


Mereka kembali berbincang, tertawa bersama, Rey juga mencoba melupakan Ezha malam itu namun hati dan fikirannya tidak bisa dibohongi, jam sudah menunjukan pukul 6.30 malam, Ezha mengiriminya pesan memberitahukan bahwa ia akan segera berangkat kerumah Intan, dan saat itu pula perasaan Rey semakin tidak menentu.

__ADS_1


__ADS_2