First Love BadgirL

First Love BadgirL
Episode 48


__ADS_3

"Rey ada apa, kenapa lo tiba-tiba diam ?" tanya Kimi.


"Hm, gua nggak apa-apa," jawab Rey yang mencoba menutupi rasa gelisahnya.


Sementara itu Ezha sudah sampai dirumah Intan, rumah itu tampak sangat sepi.


Ezha mendekati daun pintu kemudian mulai mengetuknya.


Tidak lama kemudian Intan datang dan membukakan pintu untuk Ezha.


"Akhirnya kamu datang juga bee, aku sudah menyiapkan semuanya dari tadi," ucapan pertama Intan saat pintu terbuka.


"Maaf karena aku harus memberi kabar dulu sebelum kemari," jawab Ezha santai.


"Memberi kabar sama Rey maksud kamu ?" tanya Intan dengan suaranya yang terdengar sedih.


"Hm,


kamu memakai riasan ?" tanya Ezha mengalihkan pembicaraan.


"Ia, apa ini terlihat aneh ?" Intan balik bertanya.


"Tidak, hanya saja kamu terlihat berbeda dari biasanya," jawabnya.


"Katakan saja dengan jujur, apa aku terlihat aneh atau sebaliknya ?"


"Cantik," jawab Ezha dengan senyum diujung bibirnya dan disambut dengan senyuman pula oleh Intan.


"Coba saja aku memakai riasan seperti ini dari dulu, mungkin kamu tidak akan pernah berpaling bee," ucap Intan,


mendengar kata-kata Intan membuat Ezha tiba-tiba mengingat kembali tentang hubungannya dengan Rey.


"Aku berpaling bukan karena siapa yang lebih cantik, tapi karena kamu sendiri yang menyudahi hubungan kita Tan, dan dia sama sekali tidak pernah mencoba mengganggu hubungan kita waktu kita masih bersama," jawabnya berusaha membuat Intan tidak berfikiran buruk tentang Rey.


"Hm, Ya sudahlah, ayo masuk," ucap Intan menyudahi pembahasan mereka didepan pintu, akhirnya intan mengajak Ezha untuk masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


"Tan, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, rumah ini selalu sepi setiap ulang tahun kamu, dan pertanyaan aku juga selalu sama setiap tahunnya, kemana orangtua kamu ?" tanya Ezha kembali memulai pembicaraan.


"Seperti biasa, mereka sibuk dengan dunia kerja mereka dan melupakan kalau mereka masih mempunyai anak yang menunggu mereka untuk pulang walau sekedar mengucapkan selamat ulang tahun lalu pergi lagi.


Dan kamu benar bee semuanya selalu tampak sama setiap tahunnya, tapi bukannya tahun ini sudah ada perbedaannya ?" tanya Intan.


"Sabar Tan, mereka bekerja juga untuk masa depan kamu.


Lalu apa yang berbeda ?


bukannya memang seperti ini setiap tahunnya ?"


"Tahun ini kamu sudah tidak lagi memanggilku dengan panggilan sayang kita lagi, karena tahun ini kamu sudah jadi milik orang lain bukan punya aku lagi," jelas Intan.


"Tan, dari pertama kali kita bertemu dan mulai dekat, aku sudah sering mengatakan untuk coba kamu berfikir ulang tentang kedekatan diantara kita, aku takut kamu malu dekat dengan aku, ternyata ketakutan ku terbukti, kan ?


aku pernah mengatakan jika kamu mulai bosan lebih baik katakan saja jangan coba untuk selingkuh, tapi kamu selingkuh juga, kan ?


aku tau kamu selingkuh bukan saat Rey menunjukan foto atau video itu, tapi aku sudah tau sejak lama Tan, aku memang cupu tapi aku tidak bodoh kalau hanya untuk mengetahui kamu sedang berbohong,


dan rasa sakit yang aku rasa hampir setiap hari selama ini, apa kamu tau ?


tapi aku juga bersyukur saat kamu mengirim Rey untuk mendekatiku dan mengubahku, karena semenjak saat itu rasa sakit itu perlahan menghilang sampai tidak terasa sakit lagi, dan semenjak saat itu juga aku merasakan cinta selain kamu," ucap Ezha menjelaskan.


"Ia aku tau kesalahan aku bee, maaf.


Mungkin apa yang aku dapat sekarang juga adalah karma karena aku pernah menyia-nyiakan orang sebaik kamu bee !


dia yang aku fikir lebih baik dari kamu ternyata kata-katanya sangat kasar, bahkan dia juga main tangan bee," Intan menjawab dengan berderai air mata, bahkan ia juga menunduk seolah ia benar-benar menyesal dengan apa yang sudah ia lakukan selama ini pada Ezha.


Melihat Intan menangis penuh penyesalan membuat Ezha merasa iba, ia mendekatkan jarak duduknya dengan Intan, mengusap-usap kepalanya mencoba untuk menenangkannya dan menghentikan tangisnya.


Merasa diperlakukan sangat baik oleh Ezha membuat intan semakin berani meraih tubuh Ezha dan memeluknya dengan sangat erat seolah ia tidak akan membiarkan Ezha pergi.


Ezha juga tidak berusaha untuk melepaskan rangkulan tangan intan ditubuhnya.

__ADS_1


"Sabar ya, kamu cantik masih banyak laki-laki baik diluar sana yang ingin memiliki kamu," ucap Ezha memberi nasehat, dengan masih tetap mengusap-usap rambut intan, disusul dengan anggukan kecil kepala Intan.


"Zha," panggilnya.


"Ya," jawab Ezha singkat tapi terdengar sangat lembut dan hangat.


"Aku ingin dengar sekali saja kamu panggil aku dengan panggilan kita," pinta Intan yang terdengar lirih.


"Tentu saja boleh bee," jawab Ezha memenuhi permintaan Intan.


Mendengar Ezha menuruti permintaannya Intan mengangkat wajahnya tanpa melepaskan pelukannya ditubuh Ezha, ia menatap mata Ezha dalam-dalam dan mencoba lebih dekat lagi dengannya, ketika bibir Intan hampir menyentuh bibir Ezha, saat itu pula Ezha kembali membuat dirinya tersadar tentang apa hubungan diantara mereka saat ini, perlakuan Ezha tentu saja membuat Intan sangat kecewa, karena selain menolak untuk dicium Ezha juga melepaskan rangkulan tangan Intan.


"Maaf Tan, sepertinya kita harus segera berhenti mengingat masalalu, karena--" kata-kata Ezha terhenti saat Intan mulai bicara.


"Karena apa ?


karena Rey !


bee, selama ini aku yang selalu ada disisi kamu, aku yang selalu menemani kamu dan membantu kamu untuk percaya diri sampai kamu berani menatap orang lain !" teriak Intan.


"Tan ini semua bukan salah Rey, aku sudah menjelaskannya tadi ," jawab Ezha masih dengan lembut.


"Ok, aku tau aku egois aku masih ingin memiliki kamu walaupun aku tau hati kamu sudah bukan untuk aku lagi, kalau begitu pergi saja Zha !


Pergi !" teriak Intan.


"Tan kamu harus tenang, aku kesini karena aku masih menghargai kamu, jadi aku mohon kita gak usah bahas masalah ini !


malam ini adalah malam ulang tahun kamu, aku gak mau semua yang sudah kamu persiapkan jadi hancur hanya karena pembahasan kita ini," ucap Ezha kembali menenangkan Intan.


"Kalau kamu gak mau acara ku hancur, apa kamu mau menuruti apa mau ku ?" tanya Intan.


"Katakan ?"


Alih-alih mengatakan apa yang ia inginkan, Intan hanya kembali mendekatkan dirinya dengan Ezha, namun kali ini Ezha tidak lagi menolak keinginan Intan untuk berciuman dengannya, ia hanya mengikuti irama ciuman Intan yang sudah dipenuhi nafsu.

__ADS_1


__ADS_2