
"Rey, lo yakin gak apa-apa ?
gua lihat lo seperti orang yang sedang berfikir keras, ada apa lo bisa cerita sama gua, siapa tau gua bisa sedikit meringankan beban lo," ucap Fandy kembali bertanya karena melihat Rey yang masih terdiam dengan tatapan kosongnya.
Bukannya mencoba untuk menjawab Rey hanya menggeleng kecil, Rey mencoba mengembalikan lagi kesadarannya dan kembali fokus pada target yang ada dihadapannya saat ini.
"Fan, gak usah bahas tentang gua dulu ya.
Oh ia kenapa lo tiba-tiba ngajak gua jalan ?" tanya Rey mengalihkan pembicaraan.
"Gak ada apa-apa Rey, hanya ingin lebih dekat saja sama lo.
Oh ia gua kira lo akan datang bersama teman lo yang kemarin, siapa namanya ?" tanyanya berpura-pura lupa.
"Maksud lo Wina ?"
"Ah ia itu dia, kemana dia ?"
"Dia ada dirumahnya Fan, kenapa tiba-tiba tanya soal Wina ?"
"Nggak ada apa-apa Rey, cuma ingin tau dia ada dimana saja,"
"Lo mau nomor ponselnya ?" tanya Rey dengan senyum menyindir.
"Ya kalau boleh," jawab Fandy tersipu malu.
"Ok nanti gua kasih sama lo.
Balik lagi sama pertanyaan gua yang tadi, kenapa lo tiba-tiba ajak gua ketemu, selain menanyakan soal Wina ?"
"Begini Rey sebenarnya gua tau siapa lo, dan kalau boleh jujur gua juga tau adik gua meminta lo untuk mendekati gua, kan ?" tanya Fandy mulai serius.
"Fan jangan marah dulu, adik lo bermaksud baik tentang ini, dia gak mau lo terus-terusan mempermainkan para gadis yang gak bersalah diluar sana, dia mau lo serius hanya dengan satu wanita, itu saja Fan," jelas Rey.
"Rey, gua gak marah.
Seharusnya gua berterimakasih sama adik gua yang sangat baik itu yang telah memperkenalkan gua sama lo,"
"Maksudnya ?" tanya Rey bingung.
"Rey, anggap saja tugas yang adik gua kasih sudah selesai lo jalankan, dan sekarang gua yang kasih lo tugas,"
"Tugas ?
tugas apa Fan ?"
"Gua sepertinya suka sama Wina teman lo Rey, dan lo harus bantu gua untuk mendekati dia, karena sepertinya Wina cukup susah untuk didekati," ucapnya seraya membayangkan Wina ada dihadapannya.
__ADS_1
(Gua memang ingin Wina kembali berhubungan dengan laki-laki, tapi kalau laki-laki itu Fandy, kenapa gua gak percaya gini, secara gua tau dari adiknya dia ini seorang playboy, gua takut dia akan mempermainkan Wina sama seperti dia mempermainkan wanita lainnya !) gumam Rey dalam hatinya.
"Rey,
Rey,
Rey lo dengar gua, kan ?
lo melamun lagi !" seru Fandy.
"Hm, nggak apa-apa Fan,
kasih gua alasan kenapa gua harus membantu lo ?
dan kenapa gua harus membiarkan sahabat gua dekat sama playboy seperti lo Fandy ?"
"Rey, dengar semua orang itu bisa berubah kapan saja kalau dia sudah menemukan seseorang yang dianggap tepat untuknya, lo percaya saja, gua gak akan menyakiti Wina !" ucap Fandy mencoba meyakinkan Rey.
Mendengar janji yang Fandy ucapkan Rey memikirkan sesuatu yang lain dikepalanya yang membuatnya tersenyum kecil.
"Ok, gua akan bantu lo untuk mendekati Wina, tapi sebelum itu lo bantu gua buat bikin seseorang cemburu !"
"Siapa ?
pacar lo ?" tanya Fandy.
"Haha, gua gak nyangka seorang Rey, yang terkenal bisa memberi pelajaran sama semua laki-laki yang brengsek, tapi kenyataannya bisa juga dikhianati oleh laki-laki, ini lucu Rey benar-benar lucu,"
Fandy tertawa geli mendengar apa yang terjadi dengan kehidupan cinta Rey.
"Ini sama sekali gak lucu Fan !
gimana apa lo bersedia membantu gua ?" tanya Rey yang mulai kesal.
"Maaf Rey Maaf, ok gua setuju bantu lo,
kapan kita mulai ?" tanyanya balik.
"Besok !" jawab Rey singkat, dibalas dengan anggukan kecil dari Fandy.
Sebelumnya--
#Ezha
"Hari ini adalah hari libur, kalaupun hari ini masuk kuliah, aku juga gak akan mungkin bisa menemuinya dikampus karena aku yakin kemarahannya masih belum mereda, dan itu hanya akan menyebabkan kami jadi bahan tontonan semua orang nantinya," Gumamku seraya bangun dari tempat tidurku, aku segera mandi dan bersiap untuk menyantap sarapan pagi yang sudah tersaji dimeja makan dirumahku.
"Pagi kak," ucapku menyapa saudari perempuanku.
__ADS_1
"Pagi Zha," jawabnya.
"Hm Zha, maaf kemarin gua gak sengaja dengar kalian bertengkar, kalau gua boleh tau ada masalah apa sampai lo bilang ingin menyudahi hubungan kalian ?" tanyanya menatapku.
"Salah faham saja kak, aku sudah berusaha menjelaskan semuanya sama dia, tapi kenyataannya dia lebih memilih untuk percaya dan mendengarkan kata-kata orang lain dibandingkan dengan penjelasanku itu sendiri.
Menurut kakak apa aku tidak punya hak untuk merasa kecewa ?
dan dia yang awalnya minta untuk menyudahi hubungan kami, aku hanya menuruti permintaannya saja, karena aku gak mau dia menjalani hubungan denganku secara terpaksa," jelasku berusaha untuk bersikap santai, tapi diluar dugaanku, saudari perempuanku memukulku dibagian kepala, tidak hanya itu dia juga mengumpat kearahku.
"Lo bodoh Ezha, jangan fikir gua gak dengar semua yang kalian bahas !
gua gak nyangka punya adik sebodoh lo, fikiran lo itu kosong atau bagaimana ?
lo letakkan dimana otak lo itu ?
dengar kalau gua jadi Rey, gua mungkin akan melakukan hal yang lebih kejam dibandingkan hanya menampar wajah lo !" teriaknya.
"Lalu aku harus bagaimana ?
apa lagi yang harus aku lakukan ?
sementara dia terus berteriak dan memaki kearahku !
dia juga gak mungkin mau bertemu aku dikampus !" tanyaku mulai terpancing.
"Kalau memang dia gak bisa lo temui dikampus, kenapa gak lo coba untuk datang kerumahya saja ?
gua yakin mau gak mau dia pasti akan menemui lo !"
"Kakak yakin dia tidak akan mengusirku pergi ?" tanyaku ragu.
"Kalau lo gak coba, sampai matipun lo gak akan pernah tau jawabannya Zha !"
Aku mengangguk dengan semangat dan harapan yang mulai kudapatkan lagi, karena nasehat yang saudariku katakan, aku berdiri dari tempatku duduk, meninggalkan sarapan yang tengah ku santap, dan bergegas pergi menuju rumah Rey, sesuai nasehat yang kudapatkan.
Setelah sampai aku sengaja tidak memarkirkan mobilku didepan rumah Rey, maksudku agar Rey tidak kabur ketika tau aku datang, namun ketika aku hendak melangkah keluar aku menghentikan kembali langkahku saat aku melihat Rey keluar rumah dengan mobilnya, tanpa banyak berfikir saat itu juga aku memutuskan untuk mengikutinya.
Aku terus mengikutinya, sampai akhirnya ia masuk kedalam mall, dimall itu ia memasuki sebuah cafe dan Rey terlihat mencari dan menemui seseorang.
"Siapa laki-laki yang dia temui itu ?" gumamku dari tempatku sembunyi.
"Apa ini alasan kamu meminta untuk menyudahi hubungan kita Rey ?
ternyata kamu sangat cepat mendapat penggantiku Rey," gumamku lagi,
tak begitu lama akhirnya mata Rey menangkap keberadaanku yang tengah berdiri memperhatikannya, alih-alih aku mendekatinya, kakiku malah lebih memilih melangkah untuk menjauh darinya.
__ADS_1