First Love BadgirL

First Love BadgirL
Episode 70


__ADS_3

Chat :


Rey : Fan, apa yang sebenarnya terjadi antara lo dan Wina ?


Fandy : Kenapa gak lo coba tanya sendiri saja dengan sahabat baik lo itu Rey !


Rey : Gua sudah mencoba bertanya sama dia Fan, tapi sejak pulang tadi dia terus murung, gua kira karena dia bilang dia merasa sakit dibagian dadanya sampai membuatnya sesak dan kesulitan untuk bernafas, gua memberi dia minum berharap itu sedikit mengurangi rasa sakitnya, tapi itu sia-sia.


Fandy : Lalu apa hubungannya sama gua Rey dengan cerita lo ini ?


Rey : Ya gua fikir itu ada sangkut pautnya sama lo Fan, karena saat gua bahas tentang kedekatan kalian berdua, dia tiba-tiba saja marah dan melarang gua untuk membahas tentang lo, bahkan dia meminta gua untuk berhenti mendekatkan kalian.


Gua rasa sesak dan sakit yang ia rasa pasti karena dia ribut lagi sama lo.


Fandy : Lo terlalu berfikir berlebihan Rey, sakitnya dia gak mungkin ada hubungannya dengan pertengkaran kami, mungkin karena dia terlalu banyak menghirup debu digudang tadi.


Sudahlah Rey dia ada benarnya juga mungkin lebih baik gua berhenti mendekati dia, gua juga gak mau ambil resiko lagi Rey, sebelum perasaan gua sama dia terlalu dalam dan membuat gua semakin hancur, lebih baik gua berhenti mulai dari sekarang.


Rey : Fan, lo fikirkan lagi apa yang lo bicarakan.


Bukannya lo bilang dari semua wanita yang pernah dekat sama lo, cuma Wina yang bisa mengganggu fikiran lo ?


Fandy : Lo benar Rey, tapi gua lelah saat dia terus berteriak depan muka gua !


jujur gua muak Rey !


dan lagi gua juga yakin dia belum bisa melupakan perasaannya sama lo.


Rey : Hm, tolong maafkan dia Fan, kalau begitu gua juga gak akan memaksa kalian lagi untuk dekat.


Fandy : Iya Rey, gua sudah memaafkannya, dan terimakasih sudah memberi gua kesempatan untuk bisa mendekati dia.


Rey tidak lagi membalas chat dari Fandy, karena ia merasa bersalah dengan keduanya.


#


Keesokan harinya Rey dan Wina berangkat kekampus bersama-sama, didepan kampus mereka bertemu dengan adik Fandy yang secara sengaja menghampiri mereka.


"Rey, Wina," sapanya.


"Hai, apa kabar ?" tanya Rey dengan ramah, sementara Wina tetap berusaha ramah dengan hanya tersenyum tipis.


"Lo baik-baik saja Win ?" tanyanya lagi.


"Iya gua baik-baik saja, memangnya kenapa ?" tanya Wina sedikit sinis.


"Gak apa-apa, gua cuma melihat lo lebih pendiam dari biasanya," jawabnya.

__ADS_1


"Biasa saja," jawab Wina lagi.


"Oh ia Rey, gua kesini mau ngucapin terimakasih yang sebesar-besarnya sama lo," ucapnya.


"Terimakasih untuk ?"


"Ya karena lo sudah berhasil merubah abang gua, yang tadinya dia sering pulang pagi,


semalam dia pulang lebih cepat, ya walaupun dia pulang dengan wajah sedih, tapi gua berharap selamanya dia bisa pulang tepat waktu seperti semalam," ucapnya.


Mendengar apa yang dikatakan oleh adik Fandy Wina sedikit terkejut seperti orang yang mengetahui sesuatu tentang apa yang menyebabkan Fandy jadi murung malam tadi.


"Oh begitu, gua ikut bahagia dengan perubahan yang Fandy tunjukan, semoga saja dia tetap terus pulang tepat waktu ya," jawab Rey.


"Iya Rey, oh ia kalau begitu gua pergi dulu ya, gua ada kelas sebentar lagi, ayo Win," pamitnya.


Wina hanya mengangguk menjawabnya, melihat sikap Wina dari semalam sampai hari ini rasa penasaran dibenak Rey semakin menjadi-jadi saja.


"Win lo tau sesuatu tentang perubahan mood Fandy ?" tanya Rey.


"Gua gak tau apa-apa Rey, gua masuk duluan," pamitnya, terlihat jelas kalau Wina sedang menyembunyikan sesuatu darinya.


Ditengah kebingungannya, Ezha datang mengejutkannya dari arah belakangnya.


"Sendirian saja Rey, Wina mana ?" tanya Ezha.


"Wina sudah masuk kelas Zha," jawabnya.


seperti orang yang banyak fikiran gini, ada apa ?


cerita sama aku,"


"Aku cuma lagi bingung saja Zha, sikap Wina dari semalam aneh banget, dan tadi juga adiknya Fandy bilang, semalam Fandy pulang dengan wajah sedih, aku yakin Wina pasti menyembunyikan sesuatu tentang ini," jawab Rey.


"Kenapa kamu gak coba untuk tanya langsung saja sama Wina, dari pada kamu terus bertanya-tanya sendiri begini,"


"Aku sudah coba bertanya sama dia dari semalam sayang, tapi gak ada jawaban apa-pun yang aku dapatkan, bahkan dari keduanya,"


"Hm, yasudah nanti kita fikirkan lagi bagaimana caranya untuk mencari tau apa yang terjadi sama mereka berdua, sekarang ayo kita masuk kelas," ajaknya.


Rey menuruti saran dari Ezha, dan mengikuti langkahnya untuk kembali masuk kekelas.


#


Ketika jam pelajaran pertama selesai Wina Rey dan Ezha pergi makan kekantin, namun diluar dugaan disana mereka melihat Fandy tengah duduk dengan beberapa wanita bersamanya.


"Fan !" teriak Ezha memanggil Fandy, sementara Rey dan Wina langsung membelalakan matanya menatap Ezha.

__ADS_1


"Hai Zha !" jawab Fandy dengan berteriak juga seraya melambai-lambaikan tangannya kearah mereka.


"Kalian berdua kenapa melihat aku seperti itu ?


ayo gabung dimeja Fandy," ajak Ezha.


"Bagaimana Win ?" tanya Rey.


"Kalian saja, gua baru ingat kalau gua belum mengerjakan tugas, jadi gua lebih baik keperpustakaan dulu saja untuk mengerjakannya," jawab Wina yang langsung membalikan badannya tanpa menunggu jawaban dari Rey.


"Lihatkan dia aneh," gumam Rey pada Ezha.


"Sudahlah biarkan saja, mungkin memang benar dia belum menyelesaikan tugasnya, bergikir positif saja Rey, ayo" jawab Ezha.


Setelah Wina pergi Rey dan Ezha mendekati Fandy, yang tadi wajahnya ceria tiba-tiba berubah menjadi murung.


"Apa yang lo lakukan disini Fan ?" tanya Rey.


"Gua nunggu adik gua sampai selesai kelas, karena tadi pagi dia tidak membawa kendaraan," jawabnya.


"Wina kemana ?" tanya Fandy.


"Dia belum mengerjakan tugasnya Fan, jadi dia buru-buru keperpustakaan," jawab Rey.


"Oh gitu, kalau begitu gua ketoilet dulu ya," pamit Fandy.


Rey dan Ezha mengangguk menyetujuinya, lalu Fandy pun pergi, saat ia sudah menemukan jalan kearah toilet Fandy terkejut dengan siapa orang yang ia temui dipersimpangan jalannya.


"Win," gumamnya.


"Hai Fan," sapa Wina.


Wina mencoba mengabaikan Fandy dengan berusaha kembali berjalan, namun Wina kalah cepat dengan gerakan tangan Fandy yang sudah menggenggam lengannya.


"Kenapa menghindar ?" tanya Fandy.


"Menghindar ?


bukannya lo bilang kemarin jadi hari terakhir lo bertemu sama gua !


ingat sama kata-kata lo sendiri !"


"Iya gak perlu sampai tidak saling sapa begini Win, lo terlalu kekanak-kanakan kalau begini caranya !"


"Terus mau lo gua harus bagaimana ?


lo mau gua tetap bareng sama lo dan mendengarkan semua cewe-cewe yang bergantian menghubungi lo itu ?

__ADS_1


atau lo mau minta tolong gua untuk membantu lo mendapatkan mereka gitu ?" tanya Wina kesal.


Mendengar semua pertanyaan Wina membuat Fandy merasa bingung, disatu sisi ia ingin menjelaskan semuanya, tapi sepertinya Wina tidak akan mendengarkannya.


__ADS_2