
Keesokan harinya berbeda dari hari hari sebelumnya . rey berjalan bersama dengan ezha dan mereka terlihat lebih dekat, seakan mereka tidak pernah punya masalah sebelumnya ...
namun langkah ezha tiba tiba terhenti karena ia melihat kimi .
"Rey .. aku nemuin kimi dulu ya sebentar gak apa apa kan ?.. " Ucap ezha ketika ia melihat kimi yang tersenyum untuk kedekatan mereka dari kejauhan.
"ia gak apa apa lah zha..
ya sudah kalau gitu aku ke kelas duluan ya .." pamit rey..
"ia rey hati hati ya :) .." jawab ezha sebelum pergi .
Mereka pun berpisah dan melanjutkan tujuan mereka masing masing . ezha pergi menemui kimi , sedangkan rey kembali ke kelas .
"Pagi kim .." sapa ezha pada kimi ...
"ia pagi juga zha ..
wah wah wah .. sepertinya ada yang lagi bahagia ni .. dan sepertinya juga gua ketinggalan berita besar ya .. cerita dong " ucap nya dengan senyum menyindir. .
"ia kim, semua nya sudah lebih baik sekarang , dan ini semua Berkat kamu ..
Terimakasih ya.. "
"makasih ..?
Makasih untuk apa ?" tanya kimi heran .
"ya mungkin kalau gak ada kamu , sampai kapan pun juga aku gak akan pernah bisa memperbaiki hubungan ku dengan rey kim ...
berkat semangat dan dukungan dari kamu kim aku punya keberanian mendekatinya lagi .."
"Hmm gitu ...
kalau gitu mana bayaran nya buat gua ?"
"Hah ??? bayaran ?" ucap ezha terkejut .
"Hahah ... serius amat si muka lo .. .
gua bercanda kok santai aja , udah punya pacar juga masih kaku aja lo .."
"oh bercanda .. tapi muka kamu serius banget tadi kim ... "
"haha berati gua cocok dong ya jadi artis .."
"Terserah kamu deh kim .. :)"
"hmm...
zha ..
gimana sama wina ?" tanya kimi mulai serius
"Aku belum ketemu wina kim , dan juga rey gak cerita apapun tentang wina .. Tapi rey cuma bilang kalau wina sudah tau tentang aku yang melamar rey .."
"Hah ? (Terkejut)
Lo ngelamar rey ?"
"ia ,..
__ADS_1
aku gak mau ambil resiko kehilangan rey lagi Kim ..
tapi aku juga jadi gak enak sama wina ..
aku gak tau harus ngomong apa sama wina kim .. karena gimanapun juga sebelum ada aku, wina lah yang selalu ada buat rey ... "
"Kalau memang itu yang terbaik buat kebahagian masa depan kalian seharusnya wina bisa menerima nya zha , gak perduli siapa yang duluan mengenal rey ... yang paling penting adalah siapa yang dipilih oleh rey untuk mendampinginya .
udah lah gak usah mikirin orang lain .
Mending fikirin diri kalian sendiri ..
biar wina jadi urusan gua .. santai aja zha ... "
"Apa gak ngerepotin kamu kim ? aku udah terlalu banyak bikin susah kamu kim ..."
"nggak kok santai aja ...
lagian gua juga gak mau wina terus terusan sedih karena harapan nya pada rey .
oh ia gua ke kelas duluan ya, ada kelas pagi soalnya .." pamit kimi meninggalkan ezha .. yang tidak lama juga kembali berjalan ke kelas nya .
#
Sementara itu di kelas wina tengah asik berbincang dengan teman teman nya . rey mendekatinya , namun kali ini berbeda dari biasanya . rey sangat berhati hati memilih kata kata untuk memulai pembicaraannya dengan wina .
"Pagi win .. " sapa nya .
wina tidak menjawab sapaan nya . sebaliknya dia hanya memandang kearah rey sebentar kemudian menganggukkan kepalannya .
Lalu wina kembali lagi berbincang dengan teman teman lainnya dan mengabaikan rey...
"Hm,. win .. tugas lo udah selesai .. ?" tanya rey basa basi .
"Udah .." jawab wina singkat tanpa melihatnya .
"Win gua mau cerita , liat gua dong ..?" pinta rey seraya menarik pelan tangan wina ..
"APA !!!
GAK USAH TARIK TARIK .. !!! " bentak wina .
"Win biasa aja dong , gua juga kan gak kasar narik lo nya . kenapa lo pakai suara tinggi gitu ? kalau memang ada yang lo gak suka dari gua , omongin aja win .. gak usah gini, kalau gini lo kayak anak kecil tau gak !
gua juga bisa marah win !!!"
"Gua mau ngebentak lo ataupun gua mau marah sama lo , apa perduli lo ???
memang nya pernah penting buat lo kalau gua marah , Hah !!!"
"Wina kita bisa selesaikan ini semua secara baik baik , gak usah lo marah sampai kayak gini win ... gua tau kesalahan gua ke lo itu sulit untuk lo maafin .. tapi gua juga kan dari awal sudah kasih pengertian ke lo tentang perasaan lo ini ...
kita bukan belum pernah ngebahas ini wina.. "
"DIAM ... !!!
sudah gak penting bahas semua nya ...
mending lo fokus aja sama rencana kalian dimasa depan . dan berhenti memperdulikan gua . lo bisa anggap gua gak ada , sama kayak yang selama ini lo lakuin .. selesaikan .. " ucap wina , seraya mengambil tas nya dan pindah tempat duduk ..
kata kata wina membuat rey tersentak dan terdiam . ia tidak pernah menyangka sahabat nya bisa mengatakan hal seperti itu padanya , air mata nya juga tidak mampu ia tahan . Ezha yang baru saja datang dan melihat rey menangis, langsung menghampirinya dan ia pun duduk disamping rey ..
__ADS_1
"hey ..
kok nangis ?
kamu kenapa ?" tanya ezha dengan sangat lembut seraya mengusap rambut rey .
Rey hanya menggelengkan kepalanya menjawab ezha ..
"Hmm ..
ya sudah gak apa apa , kalau kamu gak mau cerita ..
tapi nangis nya berhenti ya ..
cantik nya hilang kalau nangis ..
kamu sadar gak kalau senyum kamu itu cantik rey , senyum kamu itu bisa menghipnotis setiap orang yang melihat kamu jadi ikut tersenyum ,." ucap ezha mencoba menenangkan rey ..
Rey masih diam dan memandang ezha lalu tersenyum kecil . dan menyandarkan kepalanya ke bahu ezha .
"Nah gitu dong , itu baru namanya pacar ezha .."
"Eh siapa bilang aku pacar kamu ? memang nya aku udah nerima kamu gitu ?" tanya rey
"Oh belum ya ..
hmm ezha jadi kecewa ni,.." ucap ezha memanyunkan bibirnya .
"hahah ...
ngomong ngomong makasih ya , untuk semangat nya .. "
"ia .." jawab ezha singkat seraya mengacak acak rambut rey ...
"Oh ia , aku balik ke meja aku ya ... " pamit ezha .
"Hmm.." jawab rey menganggukkan kepalanya.
setelah ezha kembali ke meja nya , rey memandang ke arah wina lagi yang juga langsung membuang muka . terlihat sangat jelas wajah kesal wina padanya ...
"Gua gak ngerti lagi harus berbuat apa win . untuk membuat lo maafin gua . " gumam rey dalam hati seraya tetap menatap wina ...
"Win , kenapa lo duduk di meja gua ?" tanya dimas yang baru saja datang ..
"Gak apa apa dim boleh kan gua duduk disini ?"
"Hmm .. terserah lo aja win ..
tapi ngomong ngomong lo ada masalah sama rey ?"
"Dia udah gak butuh gua lagi dim . jadi buat apa gua masih ada di sekitar dia .. gak penting juga buat dia . cuma akan jadi beban buat hidup dia aja .. "
"Hmm .. sorry win sebelum nya. sebenarnya gua tau tentang lo yang......"
"Yang apa ?
ini hidup gua dim . jangan ikut ikutan kayak rey .. gua udah cukup terbebani dengan semua ini . kalau berubah itu gampang . gua pasti udah lakuin itu dari dulu dim .. jadi tolong jangan tanya apapun ke gua tentang itu . ."
"Ok ok .. maaf .. " Ucap dimas merasa menyesal .
Kekakuan diantara mereka masih tetap berlanjut hari itu. wina sama sekali tidak memberikan kesempatan pada rey untuk bicara dan memperbaiki hubungan persahabatan mereka .
__ADS_1