
Begitu selesai bicara dan menyelesaikan permasalahan diantara mereka, mereka akhirnya keluar menemui Ezha dan Kimi yang masih setia menunggu mereka degan sabar.
"Gimana semuanya sudah baik-baik saja, kan ?" tanya Kimi.
"Ia terimakasih Kim, ini semua berkat lo, akhirnya gua gak akan pernah kehilangan sahabat baik gua lagi," ucap Rey.
"Ia santai saja Rey, gua senang kalau bisa membantu.
Dan gua hanya melakukan apa yang seharusnya gua lakukan," jawab Kimi.
"Oh ia Rey, sekarang giliran lo untuk menyelesaikan persoalan antara lo dan Ezha, mumpung disini ada gua sama Kimi yang akan menjadi saksinya," ucap Wina mengingatkan Rey.
Wajah Rey terlihat memerah saat Wina dan kimi menggodanya seperti itu.
Rey terus tersenyum tersipu malu tanpa berani menatap Ezha yang sedari tadi pandangannya hanya untuk Rey.
"Wina benar Rey, kamu belum menjawab pertanyaanku dari kemarin, " ucap Ezha seraya meraih jemari tangan Rey.
"Ia," jawab Rey singkat.
"Ia apa ?" tanya Ezha
"Ia aku mau," jawabnya lagi.
"Mau apa ?
mau makan ?
atau mau kamu ?, haha" ucap Kimi ikut bicara.
" Kimi ! " gumam Rey seraya membelalakan matanya kearah Rey.
"Kalau kamu gak mau digoda terus sama mereka, sebaiknya kamu cepat jawab aku dengan jelas Rey sekarang,"
"Hm, ia ayo pacaran," jawab Rey dengan cepat.
"Serius ?" tanya Ezha.
"Hm," jawab rey singkat, dengan sedikit anggukan kepala.
"Yes !" teriak Ezha girang saat mendapat jawaban dari Rey.
"Wah, selamat ya untuk kalian berdua
__ADS_1
Akhirnya jadi juga," ucap kimi seraya menatap kearah Wina yang juga ikut tersenyum saat mendengar jawaban Rey untuk Ezha, walaupun dibalik senyumnya itu masih ada rasa sakit yang tidak bisa ia ungkapkan.
Tidak lama ia akhirnya menghampiri Rey dan Ezha, dan memegang tangan mereka mencoba menyatukannya.
"Zha, gua serahkan kebahagiaan Rey sama lo, tapi ingat kalau lo sampai berani membuat Rey menangis lagi, gua adalah orang pertama yang akan berdiri paling depan untuk memberi lo pelajaran !" ucap Wina dengan tegas.
Ezha tersenyum dan mengangguk beberapa kali untuk jawaban dari kata-kata Wina. Setelah mendapat jawaban dari Ezha, Wina kembali menatap kearah Rey.
"Dan lo Rey, maaf Rey seharusnya lo bahagia dari dulu, kalau bukan karena gua yang jadi penghalang diantara kalian.
Mulai sekarang gua akan mendukung apa-pun itu yang akan menjadi alasan lo untuk bahagia," ucapnya untuk Rey.
"Win, terimakasih untuk kejutan hari ini, kebahagiaan yang gua rasa sangat luar biasa, selain sahabat gua akhirnya kembali lagi, gua juga punya sahabat baru yang sangat baik," ucap Rey seraya menatap kearah Kimi yang berdiri tidak jauh darinya.
"Sama-sama Rey, gua juga ikut bahagia untuk lo.
Tapi ada satu lagi yang belum lo sebut Rey !" seru kimi mengingatkannya.
"Hm, dan juga pacar yang sangat pintar," gumamnya malu-malu.
"Haha," mereka berempat tertawa bersama-sama.
Setelah semua masalah diantara mereka akhirnya bisa terselesaikan, Kimi berpamitan untuk pulang karena ia tidak lagi ada kelas hari itu, semua orang mengizinkannya pergi kecuali Wina yang terus mengikutinya.
"Kim, mau kemana ?" tanya Wina.
"Hm, tapi apa lo merasa melupakan sesuatu ?" tanya Wina lagi.
"Apa ?"
"Hm, tadi diperjalanan balik kekampus lo belum menyelesaikan kata-kata lo, kan ?
dan lo sudah janji setelah masalah gua dan Rey selesai, lo akan melanjutkannya," ucap Wina mencoba menyegarkan kembali ingatan Kimi.
"Oh itu sebaiknya lupakan saja win," ucap kimi.
"Kenapa ?
lo belum ngomong, kan ?" tanya wina.
"Hm, lo yakin benar-benar ingin tau kelanjutan kata-kata gua itu ?" tanya kimi.
Tanpa menjawab dengan kata-kata wina hanya mengangguk dengan sangat cepat, pertanda ia sudah siap mendengarkan kimi bicara.
__ADS_1
"Tapi gua gak yakin lo bisa menerima apa yang akan gua katakan Win, bahkan gua rasa lo akan marah," ucap Kimi.
"Katakan saja dulu, belum juga bilang sudah ragu gitu," jawab wina.
"Ok, kalau begitu dengarkan baik-baik.
Maksud kata-kata gua kemarin adalah gua gak punya alasan untuk tidak menyukai lo win," ucap Kimi.
Ini bukan kali pertama untuk wina mendengar pengakuan perasaan dari kimi.
Wina sangat faham bagaimana perasaan kimi saat ini padanya, karena beberapa waktu yang lalu ia pernah berada diposisi kimi.
Namun ia bingung bagaimana harus menjawabnya agar diantara mereka tidak lagi ada salah faham.
Sementara wina melamun, kimi menatapnya dengan perasaan bersalah, ia merasa wina pasti akan marah lagi padanya.
"Win, tolong jangan marah dulu, tadi gua sudah bilang kalau lo pasti akan menyesal setelah lo mendengar pengakuan dari gua.
Tapi win lo punya hak untuk menolak kalau memang lo tidak suka, tapi lo gak punya hak untuk melarang orang lain untuk suka sama lo," jelas Kimi.
"Hm, gua gak marah kim," jawab wina.
"Kalau memang lo gak marah, terus kenapa lo melamun ?" tanya Kimi.
"Gua melamun bukan karena marah kim, gua melamun karena gua bisa merasakan berada diposisi lo saat ini kim, dan gua memposisikan diri gua adalah Rey, yang dimana waktu itu dia kebingungan bersikap disekitar gua, tapi sekarang gua merasakan hal yang sama," jelas Wina.
"Lo gak usah bingung win, gua gak pernah mau memaksa seseorang untuk menyukai gua.
Tapi sebaliknya gua hanya ingin lo tau kalau perasaan gua sama lo itu memang benar-benar ada," ungkap Kimi lagi.
"Kim sebelum gua menjawab ungkapan perasaan lo, apa lo mau bantu gua untuk mencari jati diri gua yang sebenarnya ?" tanya Wina.
"Hm, ia win gua akan bantu lo untuk menemukan jati diri lo, dan kehidupan apa yang lo inginkan sebenarnya, tenang saja," jawab Kimi.
"Terimakasih banyak kim,
gua benar-benar beruntung punya teman seperti lo, yang bisa sangat sabar menghadapi sifat dan sikap gua selama ini.
Terimakasih sekali lagi Kimi," ucap Wina seraya memeluk Kimi dengan erat, saat kimi hendak membalas pelukannya, wina sudah terlebih dahulu melepaskannya.
"Ia sama-sama win," jawab Kimi.
"Kalau begitu gua kembali kekelas dulu, pelajaran sudah akan dimulai, dan kamu hati-hati dijalan pulangnya," ucap Wina mengingatkan kimi seraya melambaikan tangan pada kimi sebelum ia pergi.
__ADS_1
Kimi mengangguk dan membalas lambaian tangan wina.
"Sudah bisa ketebak win, perasaan lo memang hanya untuk Rey, selebihnya didunia seperti yang gua jalani ini mungkin lo hanya sekedar mengagumi bukan untuk terjun lebih dalam, tapi baguslah kalau memang suatu saat lo bisa berubah, gua orang kedua setelah rey yang akan mendukung lo," gumam Kimi.