
Semakin hari hubungan Rey dan Ezha semakin lengket saja, dimana ada Rey disitu juga selalu ada Ezha, keadaan itu membuat intan gerah melihat mereka selalu tampak bahagia berbanding terbalik dengan dirinya.
"Pamer," gumam intan ketika ia merasa kehidupan cintanya tidak seberuntung Ezha.
"Lo bisa lihat apa yang bisa gua lakukan !
lo akan menangis Ezha !" gumamnya lagi.
Saat pulang kuliah intan mengirimi Ezha pesan berisikan ia ingin bertemu dengan Ezha dan meminta maaf atas kesalahan yang selama ini ia perbuat pada Ezha.
Chat :
Intan : Bee bisa kita bertemu ?
Ezha : Ada apa ?
kalau gak penting, maaf aku gak bisa.
Intan : Kenapa ? apa karena sudah mendapatkan pengganti aku ? kamu lupa malam ini adalah ulang tahun aku ?
Ezha : Aku tau malam ini kamu ulang tahun, tapi bukan itu masalahnya Tan, kamu juga sudah punya pacar, kan ?
kenapa kamu gak minta dia untuk menemani kamu ?
lalu untuk apa lagi kamu ingin bertemu denganku ?
Intan : Bee, aku masih sayang sama kamu, aku hanya ingin bertemu sama kamu dan merayakan ulang tahunku bersama kamu bee sebentar saja, aku gak akan menyita terlalu lama waktu kamu karena aku tau sekarang kamu sudah ada pengganti aku.
Ezha : Ok, tapi hanya sebentar !
dan tidak usah bahas masalah pengganti.
Dimana kita akan bertemu ?
Intan : Kalau begitu kamu bisa datang kerumah aku nanti malam bee ?
Ezha : Kenapa harus dirumah kamu Tan ?
Intan : Karena aku tidak bisa kemana-mana tidak ada orang dirumahku, kamu tau malam ini adalah ulang tahunku, tapi tidak seorang pun yang menemani aku bee, tidak seorang pun yang perduli sama aku.
Ezha : Baiklah malam ini aku kerumah kamu.
Intan : Terimakasih kamu masih perduli sama aku bee.
Ezha tidak lagi membalas pesan dari intan, sebaliknya ia sekarang bingung bagaimana caranya memberitahu Rey bahwa dia akan menghadiri ulang tahun Intan malam ini.
"Tentu saja Rey tidak akan mengizinkannya pergi, tapi aku tetap harus memberitahunya, aku harus jujur," gumam Ezha dalam hati.
"Rey tunggu," panggil Ezha.
__ADS_1
"Hm, ada apa ?
ayo pulang, malam ini aku mau kenalkan kamu sama mama aku, sekalian kita makan malam dan disana nanti kamu bisa tanya sendiri sama beliau tentang niat kamu setelah kita lulus nanti," ucap Rey dengan sangat antusias membuat Ezha semakin berat untuk bicara namun ia tetap akan mencoba.
"Hm, Rey, sebenarnya ada yang mau aku bicarakan sama kamu," ucap Ezha ragu.
"Kamu mau bicara apa Zha ?" tanya Rey masih tersenyum.
"Malam ini aku gak bisa makan malam dirumah kamu Rey," ucap Ezha,
kali ini senyum diwajah Rey mulai sedikit memudar, menyadari Rey mulai berbeda sikapnya Ezha kembali dengan kata-katanya untuk meyakinkan Rey.
"Tapi lain kali aku pasti akan kesana menemui ibu kamu secara langsung Rey, aku janji sama kamu, jangan marah Rey," pinta Ezha.
"Hm, aku gak marah sama kamu Zha.
Tapi memangnya kamu mau kemana malam ini ?" tanya Rey mulai serius.
"Sebenarnya, hm sebenarnya malam ini itu adalah ulang tahun intan Rey, dan setiap tahun aku selalu merayakannya dengan dia, setiap tahun selalu begitu, karena tidak ada satupun yang akan menghadiri acaranya, kasihan dia," ucapnya mencoba menjelaskan.
"Oh begitu, ia gak apa-apa Zha, sepertinya Intan lebih membutuhkan dukungan dari kamu," jawab Rey dengan berat hati.
"Kamu benar-benar memberi aku izin kesana Rey ?
kamu gak lagi marah, kan ?" tanya Ezha.
"Aku nggak marah Zha.
Sepanjang perjalanan Rey hanya terdiam dan tidak menghiraukan lagi apa yang Ezha katakan dia hanya fokus dengan apa yang ada difikirannya saat ini.
"Kenapa harus masih memperdulikan mantan pacarnya, apa mungkin dia masih punya perasaan untuk intan ?
kalau memang benar lalu kenapa dia harus menjalin hubungan denganku ?
apa sebenarnya yang sedang kamu fikirkan Zha ?
kenapa sangat sulit untuk aku mengetahui isi hati kamu," gumam Rey dalam hati.
"Rey,
Rey,
Rey !" panggil Ezha yang melihat Rey melamun.
"Hah ?
ia Zha ada apa ?" tanya Rey.
"Kita sudah sampai Rey, kamu kenapa dari tadi aku perhatikan kamu melamun, apa yang mengganggu fikiran kamu Rey ?" tanya Ezha balik bertanya.
__ADS_1
"Hm, aku gak apa-apa Zha, mungkin aku cuma merasa lelah saja, jangan khawatir aku cuma butuh istirahat sebentar saja," jawab Rey.
"Baguslah kalau memang kamu baik-baik saja,"
"Hm, kalau begitu aku turun dulu ya Zha, kamu hati-hati dijalan, dan satu lagi sampaikan salam aku untuk Intan, bilang selamat ulang tahun," ucap Rey seraya mencoba membuka pintu mobil.
"Rey, terimakasih ya," ucap Ezha menghentikan Rey.
"Terimakasih untuk apa Zha ?" tanya Rey lagi.
"Ya terimakasih karena kamu bisa mengerti posisi aku saat ini," jelasnya.
"Hm, sama-sama Zha, kalau begitu aku permisi ya, dan kalau sempat tolong kasih kabar sama aku," ucap Rey sebelum ia benar-benar keluar dari mobil Ezha.
Setelah Ezha pergi Rey masih berdiri menatap mobil Ezha dari kejauhan.
"Sebenarnya aku gak pernah mau mengerti tentang posisi kamu kalau itu tentang Intan Zha, saat ini aku hanya bingung bagaimana caranya memberitahu kamu kalau aku tidak suka kamu masih sangat memperdulikan intan.
Tapi aku juga takut kamu akan membenci aku kalau aku terlalu melarang kamu," gumam Rey.
Ketika Rey masuk kedalam rumahnya ibunya memberitahukan bahwa teman-teman Rey tengah menunggunya didalam kamarnya.
Rey bergegas menuju kamarnya untuk menemui mereka.
"Wina, Kimi sejak kapan kalian ada disini ?" tanya Rey ketika membuka pintu.
"Tadi Ezha kirim pesan, minta kita buat menemani lo malam ini Rey, betulkan kim ?" jelas wina.
"Ia Rey, wina benar.
Sebenarnya gua juga penasaran Rey kenapa Ezha minta kita buat kesini menemani lo, memangnya ada pa Rey ?" tanya Kimi.
"Gak ada apa-apa Kim,
hanya saja tadi Ezha minta izin sama gua utuk kerumah Intan--" belum sempat Rey menyelesaikan kata-katanya Wina dan Kimi secara bersamaan berteriak.
"Apa !!!" teriak keduanya.
"Kenapa kalian berdua ?
gua belum selesai bicara, kan !" ucap Rey.
"Ok maaf teruskan Rey," pinta Wina.
"Ia jadi begitu, Ezha minta izin untuk merayakan ulang tahun Intan, karena dia bilang itu sudah jadi tradisi mereka setiap tahunnya," jelas Rey.
"Terus lo kasih izin Rey ?" tanya Wina.
"Lalu gua harus jawab apa lagi selain memberi dia izin ?" tanya Rey.
__ADS_1
"Lo itu pacarnya Rey, harusnya lo bisa lebih tegas menolak permintaan Ezha, kalau Intan itu sebelumnya hanya sekedar teman tidak jadi masalah, ini masalahnya intan itu mantan pacarnya Ezha Rey, apa lo gak takut kalau seandainya intan kembali merebut Ezha dari lo ?" tanya Wina.
Mendengar kata-kata Wina, seketika membuat jantung Rey terpacu darahnya tiba-tiba mendidih membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika apa yang wina katakan benar-benar terjadi.