First Love BadgirL

First Love BadgirL
Episode 59


__ADS_3

"Maksud lo ?" tanya Intan kembali membuka mulutnya.


Tanpa banyak bicara lagi Rey berdiri tepat didepan Ezha dan menarik wajah Ezha mendekat padanya, tidak ada basa-basi atau permisi lagi Rey mencium Ezha dihadapan semua orang dikantin itu.


Apa yang Rey lakukan secara otomatis membuat Intan semakin membelalakan matanya, begitu juga dengan yang lainnya yang seolah tidak percaya dengan apa yang tengah mereka saksikan didepan mata mereka saat ini.


Setelah dirasa cukup untuk menjelaskan dan membuktikan pada Intan dan semuanya tentang bagaimana hubungannya dan Ezha, ia akhirnya menghentikan apa yang ia lakukan dan menyisakan Ezha yang masih terdiam terpaku karena baru saja ia mendapat ciuman tiba-tiba dari Rey.


"Bagaimana Tan, apa ini sudah cukup untuk menjelaskan sama lo bahwa yang berhak menggandeng dan mencium dia itu hanya gua, gua Intan !


dan gua harap mulai sekarang lo mulai sadar diri dan tau malu, kemudian jauh-jauh dari Ezha dan berhenti jadi pengganggu !


karena sampai kapanpun juga lo itu tetap hanya seorang mantan !


faham lo !" tegas Rey.


Alih-alih menjawab apa yang Rey katakan, Intan malah lebih memilih menatap kearah Ezha dan kembali mengajaknya berdiskusi untuk mempengaruhi Ezha.


"Bee, apa wanita kasar dan tidak punya etika seperti ini yang kamu cari ?" tanya Intan pada Ezha seraya mencoba meraih jemari tangan Ezha.


"Hei, perlu berapa kali lagi gua memperingatkan lo, hah !" teriak Rey seraya menghempaskan kembali tangan Intan.


"Cukup !" ucap Ezha yang mulai terganggu dengan pertengkaran keduanya yang tidak kunjung selesai.


"Rey kamu duduk !


kamu tenang jangan cepat terpancing emosi," ucap Ezha.


"Tapi Zha--"


"Rey, percaya sama aku, kalau kamu yang terus bicara ini semua gak akan pernah ada ujungnya," ucap Ezha berusaha meyakinkan Rey.


Setelah Rey menuruti permintaannya dan kembali duduk dikursinya, Ezha kembali mengarahkan pandangannya ke Intan.


"Dan untuk kamu Intan, jujur saya sangat-sangat kecewa dengan perubahan besar didiri kamu, kenapa kamu jadi lebih sering memfitnah, dan berbicara kasar pada orang lain ?


bahkan kamu juga berhasil membuat saya kehilangan orang yang saya sayang, saya sudah melakukan semua yang kamu minta, tapi kamu tidak juga pergi untuk menjelaskan kebenarannya pada Rey !


kamu menghianati saya dengan berselingkuh dibelakang saya, lalu ternyata orang yang kamu pilih tidak bisa kamu perlakukan semau kamu, seperti saat kamu memperlakukan saya semau kamu saat itu !


dan saat ini kamu ingin saya kembali lagi sama kamu, disaat kamu tau saya sudah memiliki Rey, sebenarnya apa yang ada difikiran kamu itu Intan ?" tanya Ezha.

__ADS_1


"Bee aku menyesal sudah menghianati kamu, sebenarnya aku begini hanya ingin kamu kembali lagi sama aku, karena percayalah bee yang pantas untuk kamu, dan yang paling mengerti tentang kamu itu hanya aku, dia itu hanya wanita yang sering mempermainkan para laki-laki dan dia gak pantas untuk kamu bee," ucap Intan.


"Kamu gak berhak memutuskan siapa yang pantas dan yang tidak pantas untuk saya Intan !


Dan satu lagi tolong berhenti memanggil saya dengan panggilan itu !


apa perlu saya memperkenalkan ulang nama saya pada kamu ?" tanya Ezha.


"Gak perlu Zha !


kata-kata kamu cukup kasar Zha, kamu tidak pernah seperti ini sebelumnya," ucap Intan dengan suara lirih dan dia hampir menangis.


"Zha, jangan percaya sama mulut manisnya, dia hanya berusaha membuat kamu luluh lagi dengan kata-kata sedihnya itu !" teriak Rey yang kembali berdiri.


"Rey, biarkan aku yang menyelesaikannya, kamu percaya sama aku, kan ?" tanya Ezha.


"Hm," jawab Rey, ia pun kembali lagi ketempatnya duduk.


"Tan sekali lagi saya minta maaf sama kamu, saya gak ada maksud menyakiti kamu, membuat kamu menangis, atau bersikap kasar sama kamu, saya hanya sudah kehabisan cara untuk membuat kamu mengerti tentang hubungan saya dan kamu saat ini, Tan tolong ikhlaskan saya bersama dengan orang yang saya sayang," pinta Ezha mencoba selembut mungkin menata kata-katanya agar Intan bisa cepat mengerti.


"Tapi Zha--"


"Hm," jawab Intan singkat, tanpa basa-basi atau sekedar berpamitan Intan langsung saja pergi menjauh dari mereka.


Ezha masih lekat menatap punggung Intan saat ia pergi, sampai ia kembali tersadar oleh Rey yang tiba-tiba menggenggam tangannya dan memintanya untuk duduk disebelah Rey.


"Kamu baik-baik saja, kan ?" tanya Rey.


"Jauh lebih baik dari sebelumnya Rey, terimakasih berkat kamu aku bisa lebih tegas bersikap pada Intan," jawab Ezha.


Rey tersenyum menatap Ezha yang juga tersenyum padanya.


"Ekhem," Wina, Fandy, dan Kimi berpura-pura batuk untuk menyadarkan Ezha dan Rey kalau masih ada mereka bertiga disekitar mereka.


"Eh maaf-maaf sampai lupa kalau masih ada kalian disini, hehe," ucap Rey mulai mencairkan suasana.


"Hm, ia kita faham kok, kalau kalian sedang bahagia karena sudah kembali bersama lagi, ia gak ?" tanya Wina kepada yang lainnya.


"Betul !" jawab Kimi, dan Fandy.


"Oh ia bro kenalkan gua Fandy," ucap Fandy seraya mengajak Ezha untuk bersalaman.

__ADS_1


"Ezha," jawabnya.


"Maaf juga tadi gua bersikap buruk sama lo," ucap Fandy lagi.


"Santai saja Fan, malah seharusnya saya yang berterimakasih sama kamu, karena saya sudah tau apa alasan kamu melakukannya, dan sebagai gantinya saya akan mendukung kamu," jawab Ezha.


"Wah, sepertinya ini lo sudah tau semuanya ?" tanya Fandy.


"Ia gua tau semuanya dari Rey," jawab Ezha.


"Mereka sedang membahas apa Win ?" tanya Kimi.


"Gua juga gak ngerti Kim, kalau bukan tentang Rey itu artinya gak penting, abaikan saja," jawab Wina.


"Hm, oh ia gua masih ada kelas, kalau gitu gua permisi dulu," ucap Kimi berpamitan.


Semua orang mengangguk dan tersenyum menjawab Kimi dan membiarkannya pergi untuk melanjutkan kelasnya.


"Rey, bisa antar gua ketoilet ?" tanya Wina.


"Boleh," jawab Rey.


Saat para wanita tengah pergi meninggalkan Ezha dan Fandy, mereka menggunakan kesempatan untuk berbincang agar bisa saling mengenal, namun saat Ezha membahas tentang Wina Fandy dibuat terdiam olehnya.


"Fan, saya mau tanya memangnya sejak kapan kamu mengenal Rey dan Wina ?" tanya Ezha.


"Belum terlalu lama bro, baru sekitar dua minggu terakhir ini," jawab Fandy.


"Itu artinya baru juga kamu menyukai Wina ?"


"Sebenarnya gua adalah orang yang cukup pemilih, karena terlalu pemilihnya gua sampai gua jadi playboy, padahal gua hanya mencari yang cocok saja, tapi saat gua melihat Wina untuk pertama kalinya dia berhasil membuat gua sulit melupakan wajahnya," ucapnya seraya tersenyum dan membayangkan wajah Wina.


"Jadi apa itu artinya kamu juga tau tentang Wina yang menyukai Rey ?" tanya Ezha lagi.


"Ha ?


maksudnya apa bro ?" tanya Fandy yang terperanjat terkejut dengan pertanyaan yang Ezha berikan.


Melihat reaksi Fandy yang tidak biasa Ezha akhirnya berhenti bicara, ia sadar kalau ia salah memilih topik pembicaraan, ia lebih memilih diam sampai akhirnya Rey dan Wina kembali bergabung lagi dengan mereka.


Saat itu juga sikap Fandy berubah, ia lebih banyak diam saat yang lain bercanda, seolah banyak beban yang tengah mengganggu fikirannya.

__ADS_1


__ADS_2