First Love BadgirL

First Love BadgirL
Episode 60


__ADS_3

"Fan, diam saja, kenapa ?


sepertinya ada sesuatu yang berat yang tengah mengganggu fikirkan lo ?" tanya Rey yang mulai merasa terganggu dengan diamnya Fandy, sementara Ezha yang sudah mengetahui apa yang terjadi pada Fandy hanya berusaha menyimak, dan Wina seolah tidak terlalu memperdulikan apa yang tengah Fandy fikirkan.


"Ha ?


nggak Rey, gua gak apa-apa," jawabnya berusaha senormal mungkin.


"Hm, maaf semuanya sepertinya gua harus pergi duluan soalnya gua lupa kalau sudah ada janji dengan teman gua yang lain," pamitnya setelah sebelumnya membuka ponselnya sebentar.


"Oh gitu, gua kira lo mau mulai untuk--"


"Nggak Rey !


Hm maksudnya nanti saja gua kabari lagi Rey, saat ini gua benar-benar harus pergi," ucap Fandy yang kembali memotong kata-kata Rey.


"Yasudah kalau begitu, lo hati-hati, dan terimakasih banyak untuk hari ini Fan," ucap Rey.


"Sama-sama Rey, gua senang bisa bantu lo dan Ezha untuk bisa kembali bersama lagi," jawabnya.


"Ok, semuanya gua pamit ya," ucap Fandy seraya berdiri menatap Wina yang masih saja tidak memperdulikan keberadaannya, tanpa banyak bicara lagi ia pun akhirnya benar-benar pergi.


"Kenapa si itu orang ?" tanya Rey pada Ezha dan Wina.


"Mana gua tau Rey, tanya pacar lo itu, dari tadi bukannya mereka bareng," jawab Wina.


"Zha ?" tanya Rey.


"Aku gak tau apa-apa Rey," jawab Ezha pula.


"Mungkin dia memang lagi ada masalah Rey yang gak bisa dia bagi sama lo, sudahlah kenapa juga lo harus perduli sama pacar pura-pura lo itu, mending lo fokus saja sama pacar asli lo," ucap Wina dari nadanya bicara ada sedikit rasa kesal yang tersirat karena sikap Rey yang terlalu memperdulikan Fandy.


Tidak ada jawaban apa-pun yang keluar dari mulut Rey selain hanya anggukan kecil dan sedikit senyuman untuk menutupi rasa malunya karena sudah kembali lagi dengan pacarnya.


"Gua pulang ya, sudah terlalu sore gua takut ibu mencari-cari aku," pamit Wina yang tanpa menunggu persetujuan dari Rey ia sudah pergi begitu saja.


"Wina kenapa lagi si, aku jadi pusing memikirkan sifatnya yang kadang berubah-ubah" ucap Rey.


"Mungkin dia berusaha mewakilkan rasa cemburu aku Rey karena kamu terlalu mengkhawatirkan laki-laki lain," jawab Ezha bercanda yang berusaha mencairkan suasana hati Rey.

__ADS_1


"Apa si Zha," senyum malu-malu mulai terlihat dari wajah cantik Rey.


"Hm, Rey ada yang ingin aku bicarakan sama kamu,"


"Tentang apa ?


kenapa sepertinya serius sekali Zha ?" tanya Rey.


"Sebenarnya ini tentang sikap Fandy tadi Rey," ucap Ezha memulai pembicaraannya.


"Fandy ?


jadi kamu tau sesuatu tentang perubahan sikap Fandy hari ini ?" tanya Rey penasaran.


"Sebelumnya aku minta maaf Rey, karena aku fikir Fandy sudah tau segalanya tentang Wina, jadi tadi aku--"


"Jangan bilang kamu bahas tentang Wina yang menyukai aku Zha ?" tanya Rey.


"Hm, kamu benar Rey aku bahas tentang masalah itu, kamu jangan marah Rey, aku minta maaf karena aku sudah lancang ikut campur, aku fikir aku bisa membantu kamu mendekatkan mereka tapi aku malah membuat masalah baru untuk kamu dan mungkin saat ini Fandy sedang kecewa," ucap Ezha menjelaskan apa yang terjadi.


"Kamu gak salah apa-apa Zha, malah menurut aku apa yang kamu lakukan itu ada benarnya, karena dia memang harus tau segalanya dulu tentang siapa orang yang dia cintai itu sebenarnya, kalau memang dia tulus, aku yakin dia akan tetap mempertahankan cintanya, bahkan dia akan berusaha merubah orang yang ia cintai itu kejalan yang lebih baik, tapi kalau memang niatnya dari awal hanya untuk bermain maka dia pasti akan terus menjauh bahkan menutup hatinya untuk orang itu, dan aku gak akan biarkan Wina jatuh dalam permainannya," ucap Rey, yang membuat Ezha tersenyum kecil.


perasaan aku lagi gak menceritakan hal yang lucu ?" tanya Rey yang merasa Ezha tengah mengolok-oloknya.


"Nggak apa-apa Rey, hanya saja aku tidak menyangka, baru saja kita tidak bicara satu sama lain selama dua minggu, tapi kamu sudah jadi sedewasa ini, gimana kalau satu bulan, satu tahun, atau dua tahun, ya ?" goda Ezha.


"Hm, gak lucu !" jawab Rey merajuk.


"Maaf-maaf jangan manyun begitu, aku gak bisa tahan melihatnya,"


"Maksudnya ?" tanya Rey bingung dengan kata-kata Ezha.


"Gak ngerti ya ?


yasudah kalau begitu lupakan saja,"


"Kenapa dilupakan memangnya maksud kamu apa ?" tanya Rey seraya mencubit tangan Ezha.


"Ampun-ampun, biar jadi PR saja, nanti kalau kamu sudah tau jawabannya segera beritahu aku.

__ADS_1


Oh ia ayo pulang sudah terlalu sore, aku gak mau nanti dimarahi mama kamu karena aku telat mengantarkan putri kesayangannya pulang," ajak Ezha.


Alih-alih menjawab untuk menyetujuinya atau menolaknya, Rey malah hanya berjalan mengikuti langkah kaki Ezha membawanya.


Mereka berjalan menuju parkiran dan masuk kedalam mobil Ezha, berbincang sepanjang jalan tertawa bersama, mengenang masa mereka pacaran yang tidak terlalu banyak kenangan tapi tetap mereka merasa bahagia saat mengingatnya.


Setelah sekian lama diperjalanan akhirnya mereka sampai didepan rumah Rey.


"Sudah sampai Zha, aku turun dulu ya, terimakasih sudah mau repot-repot mengantarkan aku pulang," ucap Rey.


Sebelum Rey meraih pintu untuk dibuka, Ezha sudah terlebih dahulu menggenggam tangannya.


"Apaan si Zha," protesnya seraya hendak melepaskan genggaman tangan Ezha.


"Yakin mau dilepas ?" tanya Ezha menatap kedalam mata Rey.


"Zha jangan macam-macam nanti ada yang melihat kita !" protesnya lagi.


"Gak akan ada yang bisa melihat kedalam Rey, dan memangnya kamu fikir aku akan melakukan apa ?" tanya Ezha lagi, Rey yang merasa wajahnya mulai panas karena terbakar rasa malu oleh fikirannya yang sudah berfikir yang tidak-tidak hanya bisa menunduk tanpa berani membalas tatapan Ezha.


"Hei, kenapa diam ?


gak mau jawab aku ?"


"Nggak !"


"Kenapa ?


sini angkat wajahnya dan lihat aku," pinta Ezha.


"Nggak mau !"


"Rey,"


Mendengar Ezha memanggil namanya dengan sangat lembut, akhirnya Rey pun mengangkat wajahnya dan membalas tatapan Ezha.


"Rey, terimakasih karena sudah memberi aku kepercayaan lagi untuk menjaga kembali hati kamu.


Kamu jangan takut Rey, kamu masih ada diposisi kedua dihati aku setelah keluargaku, dan aku janji tidak akan lagi perduli dengan mantan dan masa lalu, karena aku gak mau menyakiti kamu lagi dengan itu," ucap Ezha.

__ADS_1


Rey, hanya mengangguk menyetujui apa yang Ezha katakan untuknya, ia merasa tersentuh dengan ucapan Ezha sampai membuatnya menitikan air mata, Ezha menghapus tetesan demi tetesan air mata yang membasahi wajah cantik perempuan yang ia cintai, ia merapihkan rambut Rey, dan mengecup lembut dikening Rey, Rey tersenyum dan menghambur kepelukan Ezha.


__ADS_2