
Senyum itu tidak pernah hilang dari wajah cantik rey ... ia terus memandang eza yang tengah melangkah menjauh..
"Duh rey ,,, ngapain si lo senyum senyum sendiri ,, fokus rey fokus sama misi lo , ingat dia itu target lo .. jangan pernah pakai hati sama target rey .." gumam rey pada dirinya sendiri . mencoba untuk menyadarkan dirinya tentang tujuan nya yang sebenarnya .
Setelah eza tidak lagi terlihat di pandangan nya .ia pun kembali masuk ke dalam mobil nya dan melaju pergi ...
#
Sementara eza pun sama , sambil jalan ada sedikit senyum terlukis di ujung ujung bibirnya . mengingat kelakuan konyol rey ,.
sampai di hadapan intan pun eza masih terlihat tersenyum ..
"Hey , kelas nya udah selesai kan bee ,
ayo pulang " ajak eza
"Kamu kenapa ?
kok babak belur gini ?
dan mana kaca mata kamu bee ?
aku fikir kamu merasa sakit, tapi
dari jauh aku lihat kamu jalan sambil senyam senyum gitu ..?
apa yang buat kamu bahagia ?" tanya intan penasaran .
"nggak apa apa, ini tadi cuma salah paham sedikit ..
dan kaca mata aku pecah .
aku jalan sambil senyum karena aku ingat kamu .. dan senang bisa terus jemput kamu , sama sama terus sama kamu ... " ungkap eza pada intan .
intan tersenyum hambar mendengar kata kata eza ..
"Tumben kamu ngomong hal yang romantis gini bee, biasanya juga kamu selalu bilang kata kata yang kayak gitu itu lebay ... ?"
"masa si .. emang aku tadi ngomong kata kata romantis gitu ?" tanya eza polos .
"haha tau ahh . udah gak usah di bahas . ayo pulang ..." ajak intan ..
(dia mulai berubah sedikit demi sedikit , apa rey sudah mulai bisa merubah eza ,, tapi kenapa telat banget za kamu berubah nya . setelah aku merasa mulai hambar ) gumam intan dalam hati , seraya berjalan berdampingan dengan eza ..
#
Keesokan hari nya pagi pagi sekali rey mendapat pesan text dari intan , ia mengajak rey untuk bertemu di cafe biasa siang ini setelah kelas selesai ...
kemudian di kampus , rey datang seperti biasanya .. masuk ke kelas dan tersenyum ke arah eza yang tiba tiba melihat ke arah pintu masuk .
(dia balas senyum ku .. tumben , padahal biasanya kalau sudah fokus sama buku nya , dia gak akan lirik kiri kanan ..) gumam rey dalam hati. seraya melambaikan tangan nya ke arah eza . dan mulai melangkah ke tempat duduk nya ,
disana sudah ada wina yang terlihat muram ..
"Win . lo kenapa ?
kok pagi pagi muka lo udah di tekuk aja ?" tanya rey sambil duduk dan meletakan tas nya ..
"mama gua sakit rey , dia harus di rawat ,. gua bingung , biaya dari mana .. mau minta ke papa ?. lo tau sendiri rey gua lagi gak akur sama papa gara gara dia menikah lagi ..." jelas wina ..
"Hm, lo sabar dulu ya win , kita sama sama cari jalan keluar nya .." jawab rey mencoba menenangkan wina ..
__ADS_1
wina mengangguk pelan , dan meneteskan air mata nya ...
"oh ia win , intan ngajak ketemu siang ini di cafe biasa .. lo mau ikut ?" tanya rey ..
"ia rey gua temanin ..." jawab wina .
#
Siang hari nya setelah semua kelas berakhir rey dan wina bergegas menemui intan ..
Setelah sampai di cafe yang di tuju . rey dan wina tersentak kaget, melihat intan bersama cowo lain ..
"Rey, siapa itu disamping intan .?" tanya wina
"nggak tau win . mungkin aja teman nya .." jawab rey datar
"kayak nya kalau teman gak mungkin deh rey , masa itu mereka pegang pegangan tangan , terus belai belai rambut intan juga lagi ." ucap wina . seraya mengeluarkan ponselnya. memotret intan yang tengah bersama orang lain .
"Win . lo ngapain si ?
kenapa lo foto ?" tanya rey
"nggak tau kenapa rey , gua ngerasa ini nanti nya akan penting ." ucap wina.
"penting ?
penting buat apa ?
udah lah win . kita gak usah ikut campur urusan dia .. kita lakuin apa yang dia minta aja . selebih nya itu urusan dia .."
"ia rey ia .. tapi biarin gua simpan foto ini ya . cuma satu kok .." pinta wina memohon .
Rey hanya mengangguk mengiyakan permintaan teman nya itu. yang menurutnya tidak masuk akal sama sekali ..
"Tunggu dulu win . takut nya itu privasi. kita tunggu sampai cowo itu pergi dulu aja .. " ucap rey
"ia rey ..
oh ia , lo pernah mikir gak si , kalau sebenarnya intan itu cantik , , sementara eza , kita semua tau eza cupu begitu .. sedangkan cowo yang di samping intan sekarang itu ganteng banget . jauh banget beda nya sama eza, yah walaupun sebenarnya eza juga ganteng si kalau gak cupu ... gua jadi penasaran sama si intan .. apa dia lagi selingkuh dari eza ya .. ?" ucap wina
yang membuat wajah rey tiba tiba memerah , dengan pandangan ingin menerkam ke arah intan ..
"Rey ...
rey ...
REY ..." Panggil wina mengejutkan rey
"hm apaan si win . . ?" tany rey kesal .
"ayo kesana , cowo itu udah nggak ada lagi .. " ajak wina lagi .
kemudian tanpa menjawab , rey langsung melangkahkan kaki nya mendekati intan ..
"eh hai rey , win .. kok kalian telat banget si datang nya ... ?" tanya intan basa basi .
"ia soalnya tadi kita liat ...." kata kata wina terhenti saat rey menginjak kaki wina ..
"Aww... aw.." desis wina ..
"Kenapa win ?" tanya intan yang melihat wina kesakitan ..
__ADS_1
"oh maksud wina tadi itu kita liat dulu yang main basket di lapangan , soalnya yang main cowo yang di sukai sama wina ...
iya kan win ya .. ?" tanya rey , ke wina dengan mata melotot dan hampir keluar. .
"Hehe , ii - i - iya tan rey benar .(cengengesan)
dan gua nggak apa apa kok tan ..
udah gak usah perduliin gua , ngobrol aja kalian ." ucap wina ..
kemudian mereka kembali ke topik pembahasan ..
intan mengeluarkan amplop coklat, dan memberikannya pada rey ..
"buat lo .. " ucap intan seraya menyerahkan amplop itu.
"Apa ini tan ?" tanya rey
"itu uang , bayaran buat lo karena sedikit demi sedikit gua mulai lihat perubahan didiri eza, .." jelas intan.
"tapi gua gak pernah nerima bayaran tan .."
"udah lah gak apa apa , anggap aja itu sebagai ucapan terimakasih dari gua , ..
hm, atau jumlah nya kurang ya rey ?
kalau gitu lo butuh nya berapa ?" tanya intan dengan nada sangat sombong ..
Rey tidak menjawab , ia hanya terdiam memandang amplop berwarna coklat itu. entah apa yang sedang rey fikirkan , tapi wina yang melihat teman nya diam , ia ikut buka suara ..
"Heh tan , apa maksud lo kasih uang ke rey , lo nyoba buat menghina rey atau gimana ?
kalau niat lo memang itu , mending lo ambil lagi ni duit .. " ucap wina jengkel .
saat wina hendak memberikan lagi amplop itu ke intan , tiba tiba saja rey menahan tangan wina .
"gua ambil uang ini .." ucap rey .. yang membuat wina terkejut tak percaya , sementara intan tersenyum sinis ...
"Nah gitu dong ...
setelah ini kalau lo berhasil rubah dia gak cupu lagi, dan jadi cowo sempurna .. gua bakal bayar lo lebih lagi. .
udah ya gua pergi dulu .. by .." pamit intan.
setelah intan pergi .. menimbulkan pertanyaan besar di benak wina , sementara rey masih tetap terdiam..
"Rey lo apa apaan si ,?
sejak kapan lo nerima bayaran ..?
dan sejak kapan lo jadi matre gini rey ..
bukannya lo..." belum selesai wina dengan kata katanya , rey kemudian memotong nya .
"Gua nerima duit ini bukan buat gua win . gua butuh buat biaya rumah sakit mama lo win . " ucap rey , yang membuat wajah wina memerah karena malu , sudah berfikiran buruk tentang sahabatnya.
"Rey... lo gak harus melanggar prinsip lo buat gua rey ,. " ucap wina seraya menghambur ke pelukan rey dan menangis ..
"Win , gua gak apa apa kok ,. tadi kan gua janji akan cari cara buat bantu lo , dan kemudian gua di kasih jalan ini .. jadi kenapa harus gua tolak ,
sekarang mengenai prinsip itu nomor 2, yang terpenting sekarang adalah kita harus cepat bawa mama lo ke rumah sakit .. " jelas rey seraya tersenyum disela air mata nya yang terjatuh.
__ADS_1
"Rey makasih .." ucap wina ..
Rey mengangguk , dan kemudian mereka bergegas ke rumah wina dan membawa mama nya ke rumah sakit untuk dirawat .