First Love BadgirL

First Love BadgirL
Episode 54


__ADS_3

"Cukup !


Rey kamu tidak perlu berteriak, aku masih bisa mendengar kamu, ayo ikut aku kita bicara ditempat lain," ajak Ezha.


"Kenapa ?


apa kamu takut keluarga kamu tau, kelakuan kamu yang sebenarnya tidak secupu kelihatannya ?"


"Ok kalau begitu kita bicara disini !


Rey aku tau aku salah, dan aku minta maaf untuk kesalahan aku itu.


Tapi tolong berhenti menangis dan tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya Rey, aku tidak akan pernah lagi melakukan hal bodoh seperti itu, bahkan aku akan menjauhi Intan, kalau kamu memintanya Rey,"


"Zha aku bosan mendengar kata Maaf dari kamu !


kalau kamu memang menganggap serius hubungan kita, seharusnya tidak perlu aku yang memintanya Zha, hanya perlu kesadaran dari dalam diri kamu sendiri !


tapi karena kenyataannya kamu masih mencintai dia makanya kamu masih bersedia melakukan itu dengan dia !


Menjijikan !" seru Rey.


"Rey," ucap Ezha mencoba menghentikan kata-kata kasar yang akan Rey ucapkan selanjutnya, namun sia-sia saja karena Rey masih belum puas mengeluarkan kekesalannya.


"Apa Zha ?


dengar awalnya aku pun tidak pernah melarang kamu masih berhubungan baik dengan Intan kalau itu hanya sebatas teman tanpa berciuman !


tapi kalau begini keadaannya apa aku tidak berhak untuk marah Zha ?


menurut kamu aku harus bagaimana menyikapinya ?


sekarang kalau posisi kita dibalik, aku punya mantan dan aku lebih memilih pergi bersama mantan aku itu malam-malam berduaan didalam ruangan dan aku berciuman atau apa-pun hal lainnya yang kami lakukan, kira-kira bagaimana perasaan kamu Zha ?" tanya Rey, tapi Ezha tetap bertahan dengan diamnya, ia sama sekali tidak berusaha menjawab pertanyaan yang Rey ajukan untuknya.


"Diam lagi ?


gak bisa jawab lagi ?

__ADS_1


kalau begitu apa kita harus sudahi saja hubungan kita agar kamu bisa kembali memperbaiki hubungan kamu sama dia ?" tanya Rey dengan emosi yang semakin menjadi.


"Rey aku gak mau kamu bicara tentang menyudahi hubungan kita !


dan aku gak mau kamu berandai-andai tentang bertukar posisi, karena membayangkannya saja aku gak sanggup, mungkin aku akan lebih marah dari kamu sekarang, tapi kalau aku jadi kamu aku akan coba untuk mendengarkan penjelasan dari pasanganku dulu sebelum mengeluarkan kata-kata pisah," jawab Ezha.


"Kamu bisa menjawab seperti itu, itu artinya kamu faham dengan apa yang aku rasakan saat ini !


kamu mau aku mendengarkan penjelasan kamu ?


ok sekarang coba jelaskan lagi," pinta Rey.


"Rey dengarkan aku baik-baik, aku sudah minta maaf, tapi kamu terus saja mengungkit kesalahanku.


Aku tau kesalahan aku mungkin sangat fatal untuk kamu, tapi tolong pertimbangkan juga tentang posisi aku saat itu !


Intan yang terus memaksa aku untuk menciumnya, dia yang memohon dengan tangisan, aku hanya berusaha memenuhi permintaan dihari ulang tahunnya itu saja.


Memang aku sepenuhnya sadar kalau aku pun salah karena terlalu lemah dan terlalu gampang bisa terbuai oleh rayuannya, aku mengakui itu adalah kebodohan ku, tapi jujur Rey aku tidak pernah lupa kalau aku sudah memiliki kamu !" ucap Ezha menjelaskan.


"Kalau kamu memang tidak lupa bahwa kamu sudah memiliki aku, lalu kenapa kamu masih saja menuruti keinginannya yang tidak masuk akal itu Zha !


apa kamu juga akan menurutinya ?" tanya Rey.


"Karena aku hanya bermaksud membuatnya berhenti menangis itu saja !


sudah dua kali kamu menyebutkan tentang menyudahi hubungan dengan aku, kalau memang dengan menyudahi hubungan kita, akan membuat kamu bahagia, maka kita sudahi saja," jawab Ezha terdengar suaranya mulai bergetar.


"Zha," panggilnya lirih.


"Rey, aku gak mau kita menjalin hubungan tapi kamu tidak bahagia, aku pantas mendapatkan hukuman atas kesalahan aku terhadap kamu Rey.


Lebih baik kamu pulang sekarang, Maaf karena sudah membuat kamu kecewa sampai seperti ini," ucapnya yang sudah tidak lagi melihat kearah Rey.


"Kamu keterlaluan Zha !" teriak Rey, seraya melangkahkan kakinya keluar dari rumah Ezha, kali ini Ezha sudah tidak lagi berusaha untuk mengejar Rey, ia lebih memilih kembali mengunci dirinya didalam kamarnya.


"Maaf Rey, karena kebodohan aku membuat kamu tidak bahagia," gumam Ezha seraya menatap foto Rey diponselnya dengan berderai air mata.

__ADS_1


"Lo benar-benar keterlaluan Ezha,


gua benci sama lo !!!" teriak Rey dari dalam mobilnya yang terus melaju kencang.


#


Malam itu berakhir, seiring berakhir pula hubungan antara Rey dan Ezha.


Keesokan harinya Fandy meminta Rey untuk bertemu dengannya disalah satu mall dikota itu, rasa malas mulai menghantui Rey saat ia kembali teringat dengan kejadian semalam antara dia dan Ezha, namun ia kembali tersadar karena suka tidak suka ia harus tetap menjalankan tugasnya.


"Malas, tapi ini tugas !


yasudahlah setidaknya dengan pergi keluar aku bisa sedikit mengurangi kejenuhan dikepala ku.


Hm tapi santai saja lah, Fanya bilang abang nya itu adalah tipe orang yang selalu telat kalau janji bertemu," gumamnya seraya bangun dari tempat tidurnya dan pergi untuk mandi.


Setelah selesai mandi dan bersiap, Rey dengan santai pergi menuju tempat ia dan Fandy janji untuk bertemu, ketika sampai ia dikejutkan oleh Fandy yang sudah duduk dengan manis disebuah cafe didalam mall itu.


"Hai Fan, sudah lama menunggu ?" tanya Rey yang merasa malu telah membuat Fandy menunggu.


"Cukup lama untuk menghabiskan beberapa cangkir kopi Rey," jawabnya menggoda Rey.


"Maaf, gua kira lo pasti akan telat datang, jadi gua santai saja.


kenapa gak telphone kalau sudah sampai, kan gua bisa buru-buru," ucapnya membela diri.


"Gua tau lo nyetir sendiri Rey, makanya gua gak berusaha memberi kabar sama lo, gua takut lo akan ngebut biar cepat sampai, tapi memang ini terlalu lama sampai membuat perut gua kembung karena terlalu banyak minum," jelasnya seraya sedikit merajuk.


"Hm, maaf Fandy, lain kali gua janji gak akan telat lagi !" ucapnya seraya mengangkat dua jarinya sejajar dengan kepalanya.


"Iya Rey gak apa-apa yang penting jangan diulangi lagi ya," jawab Fandy mengacak-acak rambut Rey.


Tengah asik bercanda Rey kembali dibuat terperanjat ketika ia mengetahui ada sepasang mata dari kejauhan tengah memperhatikan dan mengawasinya.


"Ezha," gumamnya seraya berdiri dari tempatnya duduk, seakan ia berusaha untuk menemui orang yang tengah melihatnya itu.


"Rey, lo kenapa ?" tanya Fandy yang merasa aneh dengan sikap Rey.

__ADS_1


"Hm, gua gak apa-apa Fan," jawabnya,


ia kembali duduk ketika Ezha pergi dan sudah tidak lagi memperhatikannya, tapi fikirannya masih tetap memikirkan Ezha, ia masih merasa takut kalau-kalau Ezha berfikir yang tidak-tidak tentang dia dan Fandy.


__ADS_2