First Love BadgirL

First Love BadgirL
Episode 58


__ADS_3

"Kalau memang mau melupakan, lalu kenapa juga lo harus repot-repot memastikan terlebih dahulu hubungan gua sama dia ?" tanya Rey dari nada suaranya terdengar kalau saat ini ia tengah merasa kecewa mendengar kata-kata Ezha untuknya.


"Karena kalau seandainya kamu menjawab, kamu tidak ada hubungan apa-apa dengan laki-laki itu, maka aku dengan pasti akan tetap maju mengejar kamu dan kembali berusaha membuat kamu kembali lagi sama aku, dan aku akan berusaha memperbaiki lagi semua kesalahanku," jawab Ezha menjelaskan niatnya.


"Lalu bagaimana dengan hubungan lo dengan mantan lo itu ?" tanya Rey lagi.


"Rey, aku sudah sangat sering sekali mengatakan kalau antara aku dan Intan sudah tidak ada hubungan apa-apa, hubungan aku sama dia hanya sebatas rasa kasihan dan iba, sudah itu saja, tidak ada yang special Rey !" jawabnya dengan tegas.


"Lalu malam itu ?"


"Berhenti membahas masalah malam itu Rey, aku sudah mengakui kalau aku salah karena dengan mudah terpancing dengan rayuan Intan, aku minta maaf soal itu, dan aku janji setelah ini tidak akan ada lagi yang namanya mantan dikehidupan kita selanjutnya !"


"Gampang sekali lo bicara seperti itu !


Lalu bagaimana kalau gua bilang, gua sama dia punya hubungan lebih dari sekedar hanya dekat ?" tanya Rey.


"Kalau memang begitu adanya, aku gak bisa mengatakan apa-apa lagi Rey, selain aku harus mundur dan pergi dari hidup kamu, agar aku tidak jadi pengganggu dihubungan kalian," jawab Ezha menundukkan kepalanya.


"Jadi benar kamu akan menepati janji kamu untuk menjauh ?"


"Hm," jawab Ezha singkat.


"Kalau begitu lebih baik kamu pergi sekarang Rey, jangan biarkan dia menunggu kamu terlalu lama," ucapnya yang terus menunduk tanpa berani menatap Rey lagi.


"Bukannya lo yang mengatakan ingin pergi dari hidup gua ?


sekarang kenapa lo minta gua yang harus pergi dari sini ?" tanya Rey.


"Karena aku masih ingin diam disini sendiri untuk beberapa saat," jawab Ezha lesu.


Melihat tingkah dan jawaban Ezha membuat Rey tersenyum kecil, kemudian ia menggerakan tangannya dan menyentuh bahu Ezha dengan lembut.


"Lalu bagaimana kalau seandainya aku gak mau pergi !" ucap Rey yang sudah mengubah air matanya dengan senyum manis.


"Kamu harus pergi Rey, kasihan dia," jawab Ezha.


"Kenapa aku harus kasihan sama dia ?


sementara membiarkan orang yang aku sayang merenung sendirian disini, kalau diambil mantan lagi bagaimana ?" tanya Rey dengan candaannya.


Ezha dengan cepat mengangkat wajahnya dan menatap Rey seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar keluar dari mulut Rey.


"Kamu baru saja bilang apa Rey ?" tanyanya hendak meyakinkan apa yang ia dengar.


"Kamu pasti dengar dengan jelas apa yang baru saja aku katakan Zha," jawab Rey.


"Rey aku janji untuk berhenti memperdulikan orang lain, aku janji akan belajar mengatakan tidak pada apa-pun itu yang akan mengganggu hubungan kita, aku akan lebih fokus sama kamu, dan rencana kita setelah lulus kuliah," ucap Ezha mengucapkan janji-janjinya seraya menggenggam kedua tangan Rey.

__ADS_1


"Janji ?" tanya Rey dengan air matanya yang kembali membasahi pipinya.


"Aku janji Rey !" jawab Ezha .


Mendengar Ezha mengucap janji yang terlihat sangat tulus, ia segera menghambur kedalam pelukan Ezha.


"Sudah Rey, berhenti membuat aku cemburu, dan berhenti bicara menggunakan kata gua dan lo sama aku," pinta Ezha mengusap kepala Rey dengan lembut.


"Hm, maafin aku Zha, sebenarnya aku dan Fandy tidak ada hubungan apa-apa, aku hanya meminta bantuan Fandy untuk membuat kamu cemburu, ternyata aku berhasil membuat kamu marah dan juga aku berhasil membuat kamu kembali lagi sama aku," ucap Rey menjelaskan hubungannya yang sebenarnya Dengan Fandy.


Mendengar penjelasan Rey, Ezha melepaskan pelukannya.


"Kamu meminta bantuan dari seorang laki-laki untuk ini semua Rey ?


apa kamu tidak takut kalau dia nantinya akan benar-benar jatuh hati sama kamu ?


dan meminta kamu untuk mempunyai hubungan lebih sama dia ?


kamu gak berfikir sampai kesana Rey ?" tanya Ezha.


"Satu-satu nanyanya Zha !


Hm, aku fikir itu tidak akan mungkin terjadi Zha," jawab Rey dengan santai.


"Kenapa kamu sangat yakin tentang perasaan orang lain Rey ?" tanya Ezha kembali sedikit kesal.


"Siapa memangnya ?" tanya Ezha penasaran.


"Sebenarnya Fandy menyukai Wina Zha, dan aku rasa kita harus bantu Fandy untuk mendekati Wina, ini semua demi Wina Zha agar dia bisa kembali kekehidupannya yang dahulu, bagaimana menurut kamu ?" tanya Rey kembali.


"Hm jadi begitu, aku ikut saja sama apa yang kamu katakan Rey, kalau memang menurut kamu Fandy adalah orang yang baik untuk mengubah Wina, kenapa nggak," jawab Ezha.


"Makasih ya Zha," ucap Rey kembali menghambur kepelukan Ezha.


#


Akhirnya masalah diantara mereka terselesaikan.


Kemudian Ezha kembali membawa Rey kekantin, setelah sebelumnya mereka berdua sudah menghubungi semua orang yang berkaitan dengan masalah yang mereka hadapi untuk berkumpul disana.


"Zha, coba untuk berpura-pura didepan Intan dan yang lainnya kalau kita masih belum berbaikan," pinta Rey sebelum memasuki kantin.


"Untuk apa Rey ?" tanya Ezha yang mulai tidak mengerti dengan apa yang ada difikiran Rey saat ini.


"Zha, ikuti saja apa yang aku minta !" tegas Rey.


"Aku akan berjalan terlebih dahulu, kamu menyusulku dari belakang, mengerti ?" tanya Rey.

__ADS_1


"Hm," jawab Ezha malas.


Dari kejauhan Rey berjalan yang dibelakangnya disusul oleh Ezha.


Intan, Fandy, Wina, dan Kimi sudah Melihat kearah mereka yang berjalan berjauhan.


"Rey, lo gak apa-apa ?" tanya Wina.


"Gua gak apa-apa Win," jawab Rey seraya duduk ditempat yang sudah mereka siapkan untuknya.


Tidak lama kemudian Ezha juga sampai dimeja itu.


"Zha," sapa Intan seraya berdiri dan langsung menggapai lengan Ezha lalu menggandengnya.


"Tan lepas," pinta Ezha.


"Nggak !" jawab Intan tegas.


"Gak tau malu !" gumam Wina cukup kencang.


"Gua gak tau malu kenapa ?


Ezha bukan lagi pacar Rey, kan ?


jadi gak ada yang berhak bilang gua gak tau malu !" seru Intan membelalakan matanya menatap Wina.


"Memang kenyataannya lo gak tau malu Intan !" ucap Wina ikut berdiri membalas menatap tajam kearah Intan.


"Lo--" belum sempat Intan menyelesaikan ucapannya Rey sudah menggebrak meja dengan kuat.


"Cukup !" teriak Rey yang sudah tidak tahan melihat apa yang Intan lakukan, sikap intan membuat Rey semakin geram, akhirnya ia berdiri disamping Ezha dan melepaskan gandengan tangan Intan pada lengan Ezha.


"Apa hak lo melakukan ini !" teriak Intan yang kesal dengan apa yang Rey lakukan.


"Kenapa ?


memangnya gua gak punya hak untuk melakukan ini ?" tanya Rey dengan santai.


"Jelas !


lo dan Ezha sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi Rey !


lo seharusnya sadar diri dan tau malu sedikit !" bentak Intan.


"Yang seharusnya bicara seperti itu gua !" ucap Rey yang juga mulai berteriak.


Intan terdiam mendengar Rey membalikan apa yang ia katakan, ia hanya tetap menatap tajam mata Rey, mereka saling melayangkan tatapan kebencian satu sama lain.

__ADS_1


__ADS_2