First Love BadgirL

First Love BadgirL
Episode 49


__ADS_3

Jam menunjukan pukul 19.30 dan Rey terus melihat kearah ponselnya yang setiap berbunyi ia selalu bergegas membuka ponselnya itu, namun wajahnya juga selalu tampak kecewa setiap kali ia mengetahui pesan yang ia dapatkan bukan dari Ezha, entah merasa khawatir atau memang ia tengah cemburu karena mengetahui Ezha sedang berada dirumah Intan malam hari tanpa memberinya kabar, Rey beberapa kali mencoba menelphone ponsel Ezha, namun tetap tidak ada jawaban darinya, merasa apa yang ia lakukan sia-sia Rey mengakhirinya dengan hanya mengirimi Ezha pesan dengan harapan Ezha akan segera membalasnya.


Chat :


Rey : Apa kamu masih disana Zha ?


bagaimana acaranya ?


apa berjalan lancar ?


lalu apa yang sedang kamu lakukan sekarang ?


tolong beri aku kabar walaupun hanya sekedar pesan singkat, aku masih menunggu (tulis Rey dalam pesan singkatnya untuk Ezha).


Sementara Rey masih menunggu kabar dari Ezha, sedangkan disana Ezha masih menikmati permainan Intan denganya, Ezha seakan terbuai dengan permainan demi permainan yang Intan suguhkan untuknya malam itu, suara ponsel berdering juga sudah tidak ia hiraukan atau mungkin tidak terdengar, kemeja yang ia kenakan sudah berhasil ditanggalkan oleh Intan, namun permainan Intan tidak berjalan semulus yang Intan harapkan, karena Ezha kembali tersadar ketika Intan mulai perlahan menurunkan tangannya untuk membuka ikat pinggang celana Ezha, ia menghentikan gerakan jemari tangan Intan.


"Tan, maaf aku fikir apa yang kita lakukan sudah diluar batas, dan aku rasa aku sudah cukup memenuhi keinginan kamu untuk datang, dan mengikuti alur permainan kamu tapi ini terlalu berlebihan Tan, kita tidak bisa seperti ini," ucap Ezha dengan suara terengah-engah, saat Intan masih berada diatasnya.


"Kenapa tidak bisa ?


dari kita pacaran sampai sekarang kamu selalu menolak untuk ini Zha, apa ini semua ada hubungannya dengan Rey ?" tanya Intan dengan nada suara kecewa.


"Maaf Tan, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Rey, tapi memang karena ini tidak wajar untuk dilakukan Tan, kita bukan pasangan suami istri dan ditambah lagi hubungan kita sudah berakhir sejak kamu minta untuk mengakhirinya, tolong turun dari atas ku Tan, duduk yang benar disampingku, kita perlu bicara," ucap Ezha yang akhirnya membuat Intan perlahan turun dan duduk dengan benar kembali disebelah Ezha, pandangan Intan lurus kedepan air matanya menetes membasahi wajahnya yang mulai sendu, melihat Intan menangis Ezha menjadi merasa bersalah, ia meraih jemari tangan Intan dan menggenggamnya dengan lembut.


"Tan, dengarkan aku mau dengan siapa saja nanti yang akan mendampingi kamu tolong jaga diri kamu sendiri dengan baik, dan belajarlah untuk setia dengan satu orang itu saja, agar penyesalan seperti ini tidak kamu rasakan lagi.


Jangan menangis kamu tau benar kelemahan ku Tan," nasehat Ezha.

__ADS_1


"Aku gak mau sama yang lain bee, kasih aku satu kesempatan lagi untuk bisa memperbaiki hubungan kita bee, aku cuma mau kamu, maafkan aku bee aku mohon," pinta Intan dengan suaranya yang terdengar lirih.


"Tan, rasa sayang aku sama kamu sudah lama menghilang, aku tidak mau memberi kamu harapan sementara aku sendiri sudah tidak bisa merasakan apa-apa dengan kamu," jawab Ezha dengan lembut untuk membuat Intan mengerti tanpa menyinggungnya, cukup lama tidak lagi ada jawaban dari intan, sampai Ezha melihat jam ditangannya dan ia memutuskan untuk berpamitan pulang.


"Tan, aku harus pulang, sekarang sudah terlalu malam, lebih baik kamu istirahat dan tenangkan fikiran kamu," ucap Ezha berpamitan, namun sebelum pergi ia mengeluarkan bungkusan hadiah darinya untuk Intan.


"Selamat ulang tahun Intan," ucapnya seraya memberikan hadiah itu untuk Intan.


Intan menatap lekat pada bungkusan hadiah ditangan Ezha.


"Kamu tau dengan jelas bee, aku gak butuh hadiah itu, aku cuma butuh kamu bee, kamu mengerti atau tidak !" bentak Intan.


"Tan, aku harus bagaimana agar kamu berfikir kalau aku itu sangat mengerti dengan keadaan ini !


seharusnya aku marah Tan sama kamu atas apa yang kamu lakukan, dan malam ini harusnya aku lebih memilih makan malam dirumah Rey dengan orangtuanya, tapi kamu bisa melihat sendiri, kan ?


malam ini aku ada disini untuk kamu !


"Jadi kamu mau bilang kalau kamu menyesal lebih memilih datang untuk merayakan ulang tahun ku bee ?" tanya Intan.


"Aku tidak pernah bilang kalau aku menyesal Tan, aku hanya ingin kamu sadar dengan keadaan kita saat ini.


Dengat Intan walaupun kamu sama aku sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi, tapi aku masih sangat perduli sama kamu !


aku harus bicara bagaimana lagi untuk membuat kamu jelas dengan semuanya !


aku harus bagaimana lagi Intan ?" tanya Ezha.

__ADS_1


"Bahkan kamu dulu gak pernah bentak aku sampai seperti ini bee," ucap Intan dengan tangisnya yang belum juga mereda.


"Intan cukup !


berhenti membahas masa lalu !


kamu terus menangis sementara aku tidak tau dengan jelas apa yang sebenarnya kamu tangisi !


sudahlah lebih baik aku pergi sekarang, kamu fikirkan baik-baik apa yang aku katakan tadi, permisi," ucap Ezha berpamitan lagi.


Tanpa menunggu jawaban dari Intan, Ezha hanya terus melangkah menuju pintu keluar, ketika ia sudah menggenggam gagang pintu Intan kembali berlari dan memeluk Ezha dari arah belakangnya.


"Maafkan aku Zha," ucapnya terisak.


"Tan aku sudah memaafkan kamu bahkan sebelum kamu memintanya, sekarang apa lagi ?" tanya Ezha malas, tanpa mencoba melepaskan pelukan Intan.


"Kalau kamu memang tidak bisa kembali sama aku, aku gak apa-apa Zha, tapi izinkan aku untuk selalu dekat dengan kamu, walapun hanya sebagai teman," pinta Intan.


Kali ini Ezha tersenyum kecil dan melepaskan pelukan Intan lalu menghadap kearahnya.


"Tan, aku selalu menerima kamu sebagai teman, jangan takut sebagai teman aku akan selalu menjagamu sebisa ku," jawab Ezha.


"Terimakasih Zha," ucapnya.


Akhirnya Intan membiarkan Ezha untuk pergi dari rumahnya, ia menghapus air matanya, dan tersenyum penuh dengan dendam.


Sementara itu Ezha masuk kedalam mobilnya ia bisa bernafas lega karena merasa akhirnya Intan bisa mengerti dengan semua yang ia katakan.

__ADS_1


Sebelum melajukan mobilnya Ezha meraih ponsel disaku celananya, ia terkejut karena mendapat banyak panggilan dan juga beberapa pesan dari Rey, tanpa fikir panjang lagi Ezha mencoba menghubungi Rey kembali, namun ia tidak mendapatkan jawaban dari Rey, ada perasaan bersalah menghantui fikirannya saat ini.


Tapi sudah terlalu malam kalau harus kerumah Rey hanya untuk menjelaskannya secara langsung, akhirnya Ezha memutuskan untuk kembali saja kerumahnya dan menjelaskan semuanya esok hari.


__ADS_2