First Love BadgirL

First Love BadgirL
Episode 63


__ADS_3

Setelah beberapa lama diperjalanan akhirnya mereka sampai juga didepan rumah Rey.


"Ini rumah Rey Zha ?" tanya Intan.


"Iya Tan.


Hm, apa sebaiknya aku antar kamu pulang kerumah kamu saja Tan ?" tanya Ezha kembali.


"Kenapa ?


kamu pasti takut aku akan bicara yang tidak-tidak sama Rey ?"


"Bukan begitu maksudnya, tapi aku hanya tidak yakin kalau dengan kamu bicara Rey akan memaafkan aku," jawabnya.


"Iya itu artinya sama saja dengan kamu nggak percaya sama aku, dan kamu juga gak mau kasih kesempatan sama aku untuk menjadi lebih baik, atau kamu mau aku dan Rey tetap bermusuhan seperti yang sudah-sudah ?"


"Jangan Tan, aku gak mau kalian terus bermusuhan,"


"Yasudah kalau begitu tunggu apa lagi ?


ayo turun," ajak Intan.


"Tapi Tan, apa kamu yakin tidak akan ada masalah lain lagi ?" tanya Ezha yang masih ragu.


"Hm, masih ragu saja kamu, kalau memang ragu seharusnya dari awal Zha, ini kita sudah sampai didepan rumah Rey !


ayo turun !"


Seakan kehabisan kata untuk menolak permintaan Intan, akhirnya Ezha menurutinya dan membawa Intan kedepan pintu rumah Rey.


Pintu diketuk beberapa kali, sampai dibukakan oleh seorang wanita paruh baya yang menyambut mereka dengan senyum ramah.


"Siang tante," sapa keduanya.


"Iya siang nak Ezha, mau bertemu Rey ?" tanya wanita itu.


"Iya tante, Rey ada dirumah, kan ?" tanya Ezha lagi.


"Ada didalam kamarnya, sebentar tante panggilkan, sebaiknya kalian masuk dan duduk dulu didalam," ucapnya mempersilahkan.


Setelah dipersilahkan masuk, keduanya pun masuk dan menunggu Rey diruang tamu dengan sopan.


"Ezha, Intan ?

__ADS_1


ada apa kalian berdua kesini ?" tanya Rey yang baru saja datang dan bergabung duduk dengan mereka.


"Rey jangan salah faham dulu, aku kesini untuk--"


"Biar aku saja yang menjelaskan semuanya sama Rey Zha, kamu bisa tunggu diluar sementara waktu, sampai kita selesai bicara," ucap Intan yang sebelumnya memotong pembicaraan Ezha.


"Tapi Tan--" kata-kata Ezha kembali terhenti saat Intan menajamkan matanya menatap Ezha, akhirnya Ezha mengalah dan keluar meninggalkan Rey dan Intan berdua.


"Bagaimana keadaan lo Tan ?" tanya Rey memulai pembicaraan.


"Keadaan gua sudah membaik Rey, terimakasih karena sudah mengkhawatirkan keadaan gua," jawabnya.


"Bukan gua yang khawatir Tan, tapi Ezha, dia menyalahkan dirinya sendiri untuk semua hal yang menimpa lo," ucap Rey seraya menundukkan kepalanya.


"Gua faham dengan apa maksud kata-kata lo Rey.


Angkat wajah lo, gua mau bicara serius,"


"Lo mau bicara serius tentang apa Tan ?


kalau lo mau menimbulkan keributan dirumah gua, sebaiknya lo urungkan niat lo, karena gua gak mau ibu gua sampai tau anaknya bertengkar hanya karena memperebutkan satu laki-laki !" ucap Rey menegaskan.


"Gua gak mau cari ribut, ataupun masalah Rey, gua kesini hanya ingin menjelaskan sama lo tentang hubungan gua dan Ezha," Intan menjawab dengan santai.


"Hubungan apa maksud lo ?


"Biar gua jelaskan dulu semuanya Rey.


Sebenarnya malam itu gua nekat melakukannya, tujuan gua memang untuk menarik kembali perhatian dan rasa perduli Ezha sama gua.


Saat gua membuka mata, orang pertama yang gua lihat adalah Ezha, tapi saat gua berfikir rencana gua berhasil ternyata gua salah besar, ketika Ezha memberitahu gua kalau lo adalah orang yang meminta dia untuk membantu gua malam itu, jujur gua kecewa tapi gua juga sangat berterimakasih untuk itu Rey, karena gua gak tau kalau sampai terlambat sedikit saja mungkin gua gak akan berada disini saat ini--"


"Lalu maksud lo bicara begitu apa ?" tanya Rey yang semakin dibuat penasaran dengan maksud Intan berbicara demikian.


"Lo tau gak Rey, dimalam ulang tahun gua waktu itu, Ezha tidak pernah berhenti membahas tentang lo, kebaikan lo, lucunya tingkah lo, dan jujur gua cemburu saat itu, setiap kali Ezha mengatakan (Intan maaf, aku sudah punya Rey),"


"Tapi lo gak perduli, kan ?


buktinya lo berdua tetap saja berciuman !


Tan sebenarnya masalah itu gua sudah tidak mau lagi ambil pusing !"


"Iya tapi gua tetap akan menjelaskannya Rey. Malam itu gua yang memaksa dia untuk mencium gua Rey, gua mengatakan bahwa gua tidak akan mengganggu dia dan lo lagi setelah dia menuruti permintaan gua itu, tapi gua mengingkarinya dengan menjadikan itu sebagai senjata untuk membuat lo berdua berpisah, dan semalam juga saat dirumah sakit, gua masih belum menyerah untuk mencoba merebut kembali hati Ezha, tapi Ezha mengatakan kalau dia sangat serius menjalin hubungan dengan lo Rey, dia meminta gua untuk menerima takdir gua berpisah sama dia, dan saat itu juga gua sadar kalau Ezha sudah berubah, saat dia bersama lo senyumnya sangat tulus, saat dia menyebut nama lo dia terlihat bersemangat, gua gak akan biarkan Ezha kehilangan kebahagiaannya lagi Rey, maka dari itu mulai saat ini gua menyerah Rey, gua serahkan kebahagian Ezha sama lo, gua ikhlas," ucap Intan menjelaskan maksudnya dengan panjang lebar.

__ADS_1


"Intan lo yakin dengan apa yang lo katakan ?" tanya Rey merasa iba ketika Intan menitikan air mata didepannya.


"Hm," jawabnya dengan anggukan kecil.


"Tan terimakasih, karena lo sudah mau repot-repot menjelaskan semuanya, jujur Ezha itu adalah cinta pertama buat gua, gua takut dia seperti laki-laki yang selama ini jadi target gua, jadi gua sedikit hati-hati menjalin hubungan dengan dia, karena gua takut sakit hati Tan,"


"Lo tenang saja Rey, Ezha berbeda jauh dengan para target yang selama ini lo temui, yang perlu lo ingat dia adalah salah satu laki-laki bodoh yang takut dimarahi sama lo, sebagai pacarnya haha" ucap intan, ia tertawa dengan sangat lepas tanpa beban seraya menghapus air mata dipipinya.


"Haha, lo bisa saja Tan.


Hm, jadi sekarang apa lo mau berteman sama gua ?" tanya Rey.


"Ha ?


Rey lo yakin mau berteman sama gua ?


gua selama ini sudah jahat sama lo, tapi lo masih mau menjadikan gua teman lo,"


"Kenapa ?


semua orang ada masa khilafnya Tan, dan lo juga sudah menyadari kesalahan lo, jadi apa salahnya kalau kita berteman," ucap Rey seraya membuka lebar tangannya menunggu Intan menyambut pelukannya, dan akhirnya mereka saling berpelukan.


"Eh Rey, ayo ikut gua mau buat drama, karena dari tadi itu Ezha ketakutan, takut lo semakin marah dan mengusir kita dari sini," ucap Intan.


"Jadi lo mau ngapain ?


mau buat drama apa maksudnya ?" tanya Rey bingung.


"Lo ikuti saja, kita kerjain dia, gimana lo setuju, kan?"


"Setuju !" jawab Rey dengan tegas.


Mereka berdua berjalan menuju ketempat dimana Ezha menunggu.


Terlihat sangat jelas wajah tegangnya dari kejauhan, ia terus menyeruput minuman yang ada didepannya tanpa jeda.


"Lo yakin ?" tanya Rey mulai ragu.


"Yakin !"


"Kasihan mukanya tegang gitu,"


"Sudah Rey lo tenang saja," ucap Intan yang kemudian tiba-tiba saja ia menjatuhkan tubuhnya dihadapan Ezha seolah-olah Rey yang telah mendorongnya sampai terjatuh, melihat Intan jatuh dihadapannya membuat Ezha terkejut dan langsung berdiri sejajar dengan Rey.

__ADS_1


Rey yang saat ini memasang wajah tanpa dosa dan tersenyum sinis menatap Ezha, membuat Ezha kesal dengan tingkahnya.


"REY !" teriak Ezha yang terkejut melihat apa yang Rey lakukan.


__ADS_2