
Ditengah perbincangan dan tawa tipis mereka , dari arah berlawanan Rey dan wina berjalan melewati kimi dan ezha tanpa menatap atau pun menyapa kedua nya . seakan mereka menganggap tidak pernah melihat kimi dan ezha ...
kimi yang merasa kesal dengan sikap wina yang semakin hari semakin tidak masuk akal pun berusaha mengejar wina yang terus berjalan menjauh dari tempat kimi dan ezha berdiri saat ini .
"Kim .. mau kemana ?" tanya ezha seraya menggenggam lengan kimi guna menghentikannya .
kimi tidak menjawab pertanyaan ezha , ia hanya melayangkan pandangan penuh emosi kearah ezha dan mulai melepaskan genggaman tangan ezha darinya .
"gua mau melakukan hal yang seharusnya dari kemarin gua lakuin .. !!!
dan lo fikirin juga tindakan apa yang seharusnya lo lakuin untuk memperbaiki semuanya ...
Berhenti ngeluh cuma karena dia minta lo untuk menjauh !!!" Ucap kimi dengan nada kesal ...
ia pun melangkah dengan setengah berlari menghampiri wina .
Setelah dekat ia menghentikan langkah wina dengan cukup kasar menarik tangan nya menjauh dari rey .
Rey yang terkejut hanya bisa tercengang tanpa bisa berbuat apa apa melihat wina yang dibawa pergi secara tiba tiba oleh kimi , tmia juga tidak sempat bicara apapun untuk menghentikan perbuatan kimi .
Setelah kimi membawa wina pergi menjauh ezha pun kembali mengambil kesempatannya mendekati rey yang masih terpaku diam ditempatnya berdiri .
"Hai rey ..." sapa ezha .
"Lo lagi ..
kan gua udah bilang untuk jauh jauh dari pandangan gua . lo gak ngerti bahasa indonesia ya .. !!!
gua harus ngomong pakai cara apa lagi biar lo faham sama maksud gua .!!!" Bentak rey pada ezha .
"Terserah kamu mau bentak aku atau mau ngomong kasar kayak gimanapun juga rey . aku terima . karena memang aku salah . tapi pernah gak sekali saja kamu berfikir kalau perbuatan kamu pun juga salah ke aku .. "
"Ya udah . lo tau gua salah , terus kenapa juga lo masih berusaha mendekati gua ...
seharusnya lo terus berjuang buat balikin pacar lo lagi ke sisi lo .. karena yang gua tau intan lo itu kan cinta mati lo ..
karena segimanapun juga busuk nya dia lo tetap aja enggan mengakui kesalahannya . malah sebaliknya lo terus membenci gua dengan kesalahan gua yang disebabkan oleh pacar lo juga . .. "
"Terusin rey , terusin sampai kamu puas . tapi ingat setelah itu tolong coba buat berfikir lebih luas , tentang kenapa aku sampai bisa berbuat seperti itu ..."
__ADS_1
"gua gak perduli apa alasan lo..
dan Lo punya hak apa nyuruh nyuruh gua buat mikir .. lo siapa ?!!!" Suara rey semakin lama semakin terdengar emosi .
"Aku memang bukan siapa siapa rey ..
dan seperti kata kamu rey , aku hanya si buta yang baru mulai menyadari untuk siapa sebenarnya perasaan ku saat itu dan saat ini .. " ucap ezha dengan tetap tenang menghadapi emosi rey yang terus meledak ledak .
Mendengar ucapan ezha , rey hanya memasang wajah bingung , ia tidak lagi berusaha menyela atau memprotes omongan ezha . kali ini ia hanya terdiam dan mendengar setiap kata yang keluar dari mulut ezha .
"Rey ...
dengar aku baik baik ...
kali ini aku gak lagi berusaha membuat kamu memaafkan aku.. aku cuma mau kamu tau .. semenjak kamu masuk dan mengganggu hidup ku .. semenjak saat itu juga intan keluar dari hati ku .. sudah sangat lama kamu menggantikan posisinya dihati aku .. tapi aku gak punya cukup keberanian untuk meninggalkan intan , aku hanya bisa menunggu sampai dia yang pergi sendiri rey ... aku terus berusaha menahan perasaan aku sama kamu , walaupun kadang sakit setiap kali kamu tertawa dengan dimas .. rasanya saat itu juga aku ingin berlari ke arah kamu dan bilang Rey aku cemburu ... tapi karena aku yang terlalu pengecut sampai membuat kamu malah membenci aku seperti sekarang ..."
melihat rey yang terlihat mendengarkan nya dengan tenang . ezha mulai memberanikan diri memegang tangan rey ..
Kali ini pun rey tidak lagi memberontak .. wajahnya masih terlihat kebingungan, hatinya mulai sedikit melunak mendengar ucapan ezha..
"Rey ...
ezha sayang rey ..." ucap ezha dengan sangat lembut ..
Rey menatap mata ezha .. terlihat oleh nya ketulusan ezha saat mengucapkan kata sayang padanya ...
"Zha ... " suara rey terdengar bergetar dengan mata berkaca kaca dan pandangannya yang tidak lepas dari mata ezha ...
"ikut aku rey ..." ajak ezha menarik rey dengan lembut masuk kembali kedalam mobilnya ...
seperti terhipnotis rey tanpa memberontak hanya bisa mengikuti langkah ezha ..
"Mau ajak aku kemana ...?" tanya rey yang mulai terdengar melembut .
"ikut dulu ya .. nanti kamu juga akan tau kemana aku bawa kamu pergi ..
kamu percaya kan sama aku ?" tanya ezha meyakinkan rey.
rey hanya mengangguk menjawab pertanyaan ezha...
__ADS_1
Ezha melajukan mobil nya dengan santai . dan dengan senyum yang tidak pernah lepas dari wajah nya .. ia terus tersenyum sepanjang perjalanan nya ...
rey pun ikut menyembunyikan senyumnya agar ezha tidak melihat ia sedang tersenyum .
#
Sementara itu kimi terus menyeret wina pergi tanpa memperdulikan cacian yang keluar dari mulut wina untuk nya ..
Namun kimi sempat menghentikan langkahnya saat wina mengeluarkan kata kata kasar dan yang sangat tidak ingin kimi dengar saat itu ..
"Pantas aja Maya ninggalin lo , ternyata karena lo itu kasar , egois , Munafik dasar Gak tau diri !!!
orang kayak lo memang gak pantas buat bahagia !!! " umpat wina .
kimi menoleh kearah wina sesaat , pandangan mata kimi kali ini di liputi dengan emosi yang tinggal menunggu waktu saja untuk meledak ..
"Lo gak usah bawa bawa maya ..
karena lo gak tau apa apa tentang apa yang terjadi dengan hubungan gua dan maya !!!"
selesai bicara kimi kembali menarik wina lebih kasar lagi .
Setelah tiba dibelakang kampus kimi melepaskan tangan wina dan dengan kuat menghempaskan tubuh wina ketembok ..
"Auu..." Desis wina kesakitan .
"Lo apa apaan si kim ..
ngapain lo bawa gua kesini ..
mau lo apa sebenarnya ?!!
oh gua tau .. pasti lo sama ezha merencanakan sesuatu lagi kan untuk mendekati rey .
kimi kimi .. perlu berapa kali lagi gua kasih tau sama lo kalau usaha lo itu semuanya bakal sia sia ... !!!
lo cuma buang buang waktu percuma , ngerti gak lo .. !!! " seru wina dengan senyum sinis yang menyungging dari sisi bibirnya .
Kimi tidak menjawab karena senyum sinis wina semakin meningkatkan emosi kimi . ia terus membiarkan mulutnya tertutup rapat, tapi sebaliknya kimi meraih kedua lengan wina dan kembali menggenggam nya dengan sangat erat seperti ia akan mematahkannya saat itu juga . Tatapan mata kimi yang sangat tajam membuat nyali wina tiba tiba menciut .. ia tidak lagi mempunyai keberanian untuk menatap mata kimi...
__ADS_1