
"kemana arah pertanyaan lo ini rey ...?" tanya wina lagi .
"Jawab aja win ..
gua cuma mau tau apa kalau gua bahagia lo akan ikut bahagia untuk gua ?"
"Pertanyaan bodoh ..
ia Tentu saja rey .. lo adalah sumber kebahagian terbesar gua selain keluarga gua .. .
sekarang lo yang jawab . apa maksud lo bertanya seperti ini ? " ucap wina yang akhirnya memberi rey jawaban , namun juga kembali bertanya lagi pada rey ..
"Hm..
makasih win .. lo memang baik ..
sebenarnya maksud gua ... hmm kalau seandainya gua memutuskan untuk kembali mengejar cinta pertama gua . apa lo akan baik baik aja dengan itu ?"
"Maksud lo ..?
Apa yang sebenarnya terjadi antara lo dan ezha rey ?
apa yang dia lakukan sampai membuat lo ragu untuk menjauhi dia ..?"
"Win gua minta maaf karena selama ini gak pernah mendengarkan lo ..
dan sebenarnya gua gak pernah benar benar membenci ezha win .. gua hanya kesal sesaat waktu itu .. tapi lo terus berusaha meyakinkan gua kalau ezha itu tidak baik .
dan tadi siang ezha membawa gua ke rumahnya untuk menemui ibunya ..
Dia meminta ku untuk menikah dengan nya setelah kita lulus kuliah .. dia mengatakan itu didepan ibu nya win . gua fikir dia serius tentang hal ini .." ungkap rey .
kali ini wajah wina terlihat memerah dan dengan mata nya berkaca kaca .
"Lalu jawaban apa yang lo kasih ???"
"Gua belum menjawab apapun win . karena gua fikir ini masalah serius . dan gua harus mendiskusikannya dengan orang tua gua dulu . tapi sebelum gua bertanya pada mereka . sebagai sahabat gua harus tau dulu pendapat lo ...
Jadi gimana menurut lo win ..
gua harus kasih jawaban seperti apa sama ezha ..?"
"Terserah lo rey ..
gua gak ada hak buat ngelarang lo lagi ..
lo udah dewasa , lo bisa ngambil keputusan lo sendiri . .. " wina terus berbicara tanpa ekspresi ...
"Win .. lo marah ???" tanya rey, seraya menggapai dan menggenggam jemari wina .
__ADS_1
"Apa hak gua buat marah rey . gua bukan siapa siapa lo , gua hanya sahabat lo kan ...
dan gua udah tau dengan jelas jawaban apa yang akan lo kasih ke dia ..." Jawab wina , melepaskan genggaman tangan rey , ia berdiri dan mencoba melangkah pergi dari kamar rey .
"Win..
Wina ...
lo mau kemana ??"
"Gua butuh waktu sendiri rey ..
gua fikir lo sekarang harusnya menanyakan pendapat orang tua lo tentang ini . karena itu jauh lebih penting di banding lo tanya pendapat gua .."
"Wina ...
gua sayang sama lo .. gua mau lo bahagia win . Tapi maaf gua gak bisa jadi pasangan lo .. gua berharap lo kembali seperti wina yang dulu .. "
"gak usah di ambil pusing tentang perasaan gua rey ..
gua permisi .. " Pamit wina tanpa menjawab harapan harapan yang di ucapkan oleh rey.. ia melangkah pergi dengan amarah yang tertahan , tanpa disadari juga ia membanting pintu kamar rey. Rey yang terkejut pun akhirnya terdiam . ia merasa bersalah dengan perasaan yang di rasakan sahabatnya untuknya.
"Maaf wina ...
gua gak bisa buat lo bahagia . seperti yang lo lakuin ke gua selama ini .. tapi kalaupun gua terima lo. itu salah besar win .
gua harap lo ngerti wina .. " Gumam rey setelah wina pergi .
Wina terus berlari tanpa memperdulikan kaki nya yang mulai lecet karena gesekan sepatunya .. sesekali ia berhenti untuk menarik nafas panjang dan juga menyeka air matanya ... Perasaan nya saat ini hancur, yang ada di fikiran nya saat ini adalah ia hanya ingin terus berlari dan berlari sampai akhirnya ia berhenti didepan rumah seseorang yang ia kenal sekaligus orang yang ia benci . ..
"Kimi .. " Gumamnya ...
"Ngapain gua kesini ..
kalau dia sampai liat gua kayak gini dia pasti tertawa . gua gak mau itu terjadi .. " wina mencoba menyadarkan dirinya sendiri tentang apa yang harus ia lakukan ..
pada akhirnya ia pun pergi dari depan rumah kimi . ia kembali berlari kerumah nya ...
Sesampainya di rumah ibunya yang membukakan nya pintu pun terkejut melihat keadaan anaknya .
sambil menangis wina menghambur ke pelukan ibunya .
"Kamu kenapa wina ... ???" Tanya sang ibu.
"Mama ... wina sakit ma ,
dia jahat sama wina ma. .. " gumam wina disela tangisannya.
"Apa yang sakit sayang .. kasih tau mama .. biar mama obatin ya .. "
__ADS_1
"gak ada obat untuk rasa sakit ini ma ..
ma Dia gak pernah anggap aku lebih .. dia selalu melihat orang lain .. dia gak pernah mencoba mempertimbangkan aku yang selalu ada untuk dia selama ini ..
aku yang bangkitin dia saat dia jatuh ma . aku yang selalu nyemangatin dia saat semua orang mencibirnya . aku mama , aku orang yang rela mengorbankan kebahagian ku sendiri agar dia tetap bisa tersenyum ..
harusnya dia perhitungin pengorbanan aku ma ..
apa yang harus aku lakuin ma . sakit sekali membayangkan dia harus bersama orang lain , rasanya aku lebih baik pergi jauh aja ma ... aku mending mati aja ma.. aku gak mau berhubungan dengan dia lagi ma .."
"Hush ..
gak boleh ngomomg begitu nak ..
harusnya setiap kamu berkorban jangan pernah berharap timbal balik nya sayang .
kalau kamu berfikir begitu . ini lah yang akan kamu dapat nak ..
dengar mama wina .. mama yakin orang yang kamu maksud itu pun pasti memikirkan tentang kebaikan kamu selama ini.. tapi mungkin balasan nya bukan dengan memberikan hatinya untuk kamu nak ..
itu yang harus kamu cari tau dari nya .. apa alasan dia tidak bisa memberikan hati nya untuk mu ..." Nasehat sang ibu dengan masih tetap memeluk wina dengan erat .
"Tapi wina gak sekuat itu ma, kalau harus melihat dia dimiliki orang lain .. "
"Anak mama bisa kok ..
anak mama kuat ya ..
kamu masih punya mama yang sangat mencintai kamu nak .
coba kasih mama senyum nya .."
mendengar ucapan dan nasehat mama nya sedikitnya bisa mengobati hati wina . ia melonggarkan sedikit pelukannya dan melihat ke wajah ibunya yang tengah tersenyum dengan sangat cantik kearah nya .
senyum ibunya akhirnya bisa membuat nya sedikit tersenyum juga ...
"Mama benar .. Wina seharusnya lebih fokus ke mama yang cinta nya gak akan pernah habis untuk wina ..
makasih mama ..." Ucap wina seraya kembali mempererat pelukannya .
"Sama sama sayang .." jawab sang ibu ...
Walaupun hati nya hari itu hancur, wina terus mencoba berfikir positif agar ia bisa sedikit demi sedikit mengobati luka hatinya .
setelah sedikit tenang sesekali ia melihat ponsel nya dan mencoba untuk kembali menghubungi kimi ..
namun ketika ia sadar perlakuan nya ke kimi sudah sangat keterlaluan ia pun kembali mengurungkan niatnya ...
"kimi pasti sudah tau tentang rey dan ezha .Kimi bukan orang bodoh .. dia pasti mikir kalau gua menghubungi nya hanya saat gua dalam masalah saja . dan juga dia gak akan terima permintaan maaf gua begitu saja ..
__ADS_1
dia pasti sedang tertawa dengan keadaan ku saat ini " gumamnya ...
Perasaan terpojok, perasaan tidak ada yang perduli padanya mulai menghantui fikirannya lagi .. sesaat ia melupakan kata kata nasehat ibunya ..