First Love BadgirL

First Love BadgirL
Episode 50


__ADS_3

Keesokan harinya pagi-pagi sekali Ezha sudah datang menunggu Rey diparkiran kampus, setelah sekian lama menunggu akhirnya Rey datang juga, Ezha yang melihat kedatangan Rey langsung bergegas menghampirinya.


"Pagi Rey," sapanya.


"Pagi," jawab Rey malas.


"Kamu sudah sarapan belum pagi ini ?" tanya Ezha berusaha seramah mungkin.


"Sudah," jawab Rey seperlunya seraya berjalan meninggalkan parkiran dan diikuti oleh Ezha disampingnya.


"Rey, ada apa ?" tanyanya lagi.


"Tidak ada apa-apa, memangnya harus ada apa ?" tanya Rey membalikan pertanyaan Ezha.


"Kamu marah ?"


"Kenapa aku harus marah, memang apa yang bisa membuat aku marah ?"


"Lalu kenapa sikap kamu pagi ini sangat dingin Rey, apa ini ada hubungannya dengan aku yang pergi ketempat Intan ?" tanya Ezha.


"Sudahlah, tidak usah dibahas Zha, aku sangat mengerti kamu pasti senang melepas rindu semalam jadi tidak ingin diganggu," jawab Rey.


"Berhenti dulu Rey, aku bisa menjelaskan semuanya," ucap Ezha.


"Tidak usah Zha, aku buru-buru harus cepat kekelas, karena tugas belum aku kerjakan, permisi aku duluan," ucap Rey berpamitan.


"Rey," panggilnya, namun Rey terlihat tidak begitu memperdulikannya, Rey hanya terus berjalan tanpa melihat lagi kebelakang.


Didalam kelas Rey masih fokus pada tugas yang tengah ia kerjakan, sampai Ezha datang membawakannya beberapa makanan ringan dan memecah konsentrasi Rey saat itu.


"Makan dulu biar kamu lebih semangat mengerjakan tugasnya," ucap Ezha seraya meletakan makanan yang ia beli.


"Zha, ini kelas bukan kantin !


bisa membedakannya, kan !


bawa lagi makanan ini, aku sudah bilang aku sudah makan pagi ini, nanti kalau memang aku lapar aku bisa beli makan untuk diriku sendiri !" seru Rey yang sudah mulai menunjukan rasa kesalnya.


"Rey, aku hanya ingin membuat kamu senang, aku tidak berfikir kalau apa yang aku lakukan ini mengganggu kamu, aku minta maaf Rey," ucap Ezha yang terkejut mendengar Rey berbicara dengan nada membentaknya, sementara Rey masih tetap bersikap tidak begitu memperdulikan kata-kata Ezha.


Ezha masih tetap diam berdiri didepan meja Rey tanpa mencoba berbicara lagi atau pun pergi dari hadapannya, Wina yang melihat Ezha tidak bisa berkutik ikut angkat bicara dan berdiri disamping Ezha.


"Zha, bawa dulu makanannya, mungkin Rey memang tengah pusing dengan tugas yang ia kerjakan, kamu coba untuk memakluminya saja," ucap Wina berusaha menjernihkan suasana.


Tanpa banyak bicara Ezha kembali membawa makanan ringan yang ia bawa dan kembali lagi ketempat duduknya, setelah Ezha pergi Wina kembali duduk disamping Rey.

__ADS_1


"Rey, kenapa lo bersikap begitu sama Ezha, ada apa Rey ?" tanya Wina.


"Nggak apa-apa Win, biarkan saja, gua lagi gak mau bahas apa-pun tentang dia," jawab Rey tanpa melihat Wina.


"Rey, kalau ada apa-apa lo bisa cerita sama gua, siapa tau gua bisa bantu meringankan masalah lo," ucap Wina.


"Biarkan kali ini gua menyelesaikan masalah gua sendiri Win," jawabnya malas.


"Ya kalau memang itu mau lo.


Oh ia Rey dari kemarin ada yang meminta bantuan lo melalui gua, karena dia tidak berhasil menghubungi lo," ucap Wina memberi tahu.


"Bantuan apa Win ?" tanya Rey.


"Tapi gua gak yakin lo masih mau menjalankan pekerjaan lama ini Rey,"


"Gua mau Win, bilang sama orang yang meminta bantuan kalau gua setuju untuk membantu dia," jawab Rey.


"Lalu bagaimana dengan Ezha, gua yakin Ezha gak akan memberi izin untuk ini, bagaimana ?" tanya Wina ragu.


"Dia tidak ada hak untuk melarang apa yang sudah gua kerjakan selama ini !" tegas Rey.


"Ok Rey kalau memang menurut lo begitu, kita bisa coba lagi," ucap wina.


Siang harinya setelah semua kelas berakhir Rey dan Wina bergegas keluar kelas dan meninggalkan Ezha yang masih terus menatapnya.


"Rey, lo gak akan menunggu Ezha terlebih dahulu ?" tanya Wina.


"Nggak usah Win, kita langsung saja menemui orang yang memberi kita tugas," jawab Rey masih tetap melangkah pergi.


Ezha tidak tinggal diam begitu saja menerima sikap yang Rey tunjukan untuknya. Ia bergegas keluar kelas dan mengikuti Rey dan Wina kemana pun mereka pergi.


Setelah sampai ditujuan mereka menemui seseorang yang terlihat sangat asing untuk Ezha karena ia belum pernah melihatnya sebelum ini.


"Siapa wanita yang sedang bersama mereka, aku bahkan tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan," gumam Ezha seraya melihat Rey dan Wina dari kejauhan.


Tidak berselang terlalu lama wanita itu pergi meninggalkan mereka yang masih duduk membahas apa yang mereka bicarakan.


"Jadi gimana Rey ?


apa lo masih tetap akan mengambil pekerjaan ini ?" tanya Wina.


"Win, kita sudah menemui dia, dan kita juga sudah tau apa keluhannya, jadi apa lagi yang bisa membuat gua ragu menjalankannya ?" tanya Rey kembali.


"Tapi masalah ini beda dari sebelumnya Rey, dia bukan ingin memberi pelajaran untuk pacarnya, melainkan ini untuk kakaknya yang hobi gonta-ganti pasangan," ucap Wina kembali memperjelas.

__ADS_1


"Tidak ada masalah untuk itu, kita akan tetap melanjutkannya !" jawab Rey mempertegas.


Wina mengangguk menyetujui apa yang Rey katakan.


Ditengah perbincangan mereka Ezha datang dan langsung duduk disamping Rey.


"Rey, apa yang kalian lakukan disini ?" tanya Ezha.


"Zha, sejak kapan kamu ada disini ?


jangan bilang kamu mengikuti aku ?" tanya Rey kembali.


"Aku khawatir makanya aku mengikuti kalian berdua, jawab dulu pertanyaan ku Rey, sedang apa kalian disini dan siapa wanita tadi ?


kenapa kalian berbicara sangat pelan ?


ada rahasia apa ?" tanya Ezha.


"Dia teman kita Zha," jawab Wina.


"Win, gak usah repot-repot untuk menjelaskan apa-pun sama dia, karena gua juga gak pernah meminta penjelasan apa-pun tentang dia dan tentang apa yang dia lakukan semalam suntuk dengan mantan kesayangannya itu, sampai mengabaikan telphone dan pesan dari gua," ucap Rey menjelaskan.


"Oh jadi ini alasan kamu diam dan bersikap dingin dari tadi pagi sama aku ?


Rey, dengar dari tadi pagi aku ingin menjelaskan semuanya, tapi kamu terus menghindar dari aku !


jadi menurut kamu bagaimana aku bisa memperbaiki semuanya ?" tanya Ezha.


"Sudahlah Zha, aku lagi gak mau mendengar banyak alasan, intinya kamu berusaha mengabaikan aku !


hanya karena mantan kamu itu !" ucap Rey seraya berdiri dari tempatnya duduk.


"Win, ayo pergi gua mulai bosan !" seru Rey mengajak Wina untuk segera pergi dari sana.


"Rey, tunggu dulu Rey, kita harus bicara, kamu gak bisa seperti ini semuanya tidak akan selesai jika kamu terus bersikap begini !" ucap Ezha seraya menarik lengan Rey.


"Lepas !


gua gak butuh penjelasan lo !


simpan untuk diri lo sendiri !" jawab Rey kembali membentak Ezha.


Ezha akhirnya mengalah dan membiarkan Rey tetap pergi meninggalkannya, dari pada diteruskan suara Rey hanya akan mengganggu pelanggan lain.


Ezha hanya akan menunggu sampai Rey tenang dan kembali memperjelas semuanya.

__ADS_1


__ADS_2