Flip-flops System

Flip-flops System
22. Ruang hampa


__ADS_3

"Silvana, tampilkan status sistem."


[Siap, Komandan]


--


FLIP-FLOPS SYSTEM


Ver. 1.00 🔛


📦📦📦📦📦📦📦📦


Inventory 1331 FF, Pedang White Dove


Saldo Rp. 106.500.000


Power : 14%


Basic : White Dove 7


Aura : Putih 7


Support : -


Bonus : Deposito Rp. 57.000.000


🔚


end.

__ADS_1


--


"Basic dan aura gue masih cukup rendah. Apa yang harus gue lakuin, Silva?" ucap Albert begitu telah tiba disebuah tanah lapang diantara rerimbunan hutan kecil tak jauh dari vila milik Via.


Tak lupa, sebelum berangkat tadi Albert berpesan kepada Sabir, Vano, dan juga Huri untuk melakukan pemanasan dan berlatih secara fisik melalui lari, push up, dsb agar memiliki dasar power yang cukup kokoh sebelum nantinya akan menerima pelatihan kultivasi dari Albert.


[Hmm. Waktu yang terbatas. Tak kurang dari 1 minggu kedepan, kita harus menghadapi Anggara. Tak ada pilihan lain, kita harus berlatih di ruang hampa]


"Apa itu ruang hampa, dan apa kelebihannya?"


[Pemilik Flip-flops System juga mendapatkan 1 fasilitas untuk menunjang kinerjanya. Fasilitas tersebut bernama ruang hampa. Dalam hal ini, ruang hampa yang dimaksud adalah sebuah tempat tak kasat mata yang bisa ditempati pemilik sistem tanpa bisa diketahui oleh siapapun]


"Gue masih belum ada gambaran. Lagian lu ya, sudah berapa tahun kita bersama dalam sistem?, tapi kenapa baru sekarang lu cerita jika gue memiliki ruang hampa?!"


[Maaf, Kakak. Jangan marah-marah begitu. Semua ada waktunya sendiri-sendiri. Jika dari awal sudah tahu, Kakak akan bermalas-malasan untuk berlatih. Kakak hanya akan mengandalkan ruang hampa untuk meningkatkan kemampuan. Dan itu jelas Silvana tidak setuju, karena Kakak adalah pengguna satu-satunya dari sistem ini, maka Kak Albert harus benar-benar tangguh dan penuh semangat].


"Begitu ya?. Ah sudahlah, gue ga ada waktu buat dengerin omelan lu, Sil. Lebih baik langsung bukti nyata saja daripada omong doang!"


WUSSS


Dalam hitungan detik tubuh Albert seperti melayang dan berpindah ke tempat lain. Perpindahan itu begitu cepat hingga Albert tak sempat untuk menarik napas.


"Ini dimana, Silvana?"


[Katanya Kak Albert ingin bukti nyata. Sekarang kita sudah di ruang hampa milik Kakak pribadi]


Albert memutar tubuhnya memandang segala penjuru arah yang menurut Silvana disebut ruang hampa. Nyatanya, itu bukanlah ruangan seperti kamar. Albert berada disebuah tanah lapang dengan dihiasi berbagai pepohonan yang menghijau rindang.


Semua permukaan tanah tertutup rumput hias yang terlihat begitu lembut dan empuk seperti permadani.

__ADS_1


"Ini ruang hampa, Sil?"


[Betul]


"Berapa luasnya?"


[Seluas keinginan Kakak]


"Wihh keren. Siapa saja yang sudah tinggal disini selain gue?"


[Sudah Silvana bilang, ini ruang pribadi milik Kak Albert. No Competitor!]


"What???. Serius?"


[Seribu-rius]


Wajah Albert berubah sumringah, "Coba, coba lu jelasin lebih detail. Asli, kepo gue sekarang!"


[Ini ruang hampa milik Kakak yang sebenarnya tersimpan didalam alam bawah sadar Kak Albert sendiri. Kakak bisa mengaksesnya dengan cara membatin 'pindah ke ruang hampa' atau 'keluar dari ruang hampa'. Ruang ini memiliki kecepatan lebih lambat dari dunia umum. 1 jam disini sama dengan 1 hari di dunia umum. Tanaman disini juga akan tumbuh super subur. Sejak menanam hingga memanen hasilnya, Kakak hanya butuh waktu 1 jam, itupun dengan kualitas gizi tanaman 50 kali lebih tinggi daripada tanaman umumnya. Lapisan udara di ruang ini memiliki partikel khusus yang akan mendukung proses kultivasi secara maksimal. Hanya butuh beberapa jam kultivasi untuk menghasilkan peningkatan setara dengan kultivasi yang dilakukan bertahun-tahun di dunia nyata]


"Sehebat itu?!. Luar biasa. Lalu ada kelebihan lainnya lagi?"


[Masih banyak kelebihan lainnya. Kita akan membahasnya secara bertahap. Seperti satu contoh didepan sana, ada sebuah air terjun yang bisa meregenerasi sel rusak. Itu akan sangat baik untuk memulihkan kondisi Kak Albert jika terluka dalam pertempuran]


"Gue udah ga sabar mencoba. Apakah kita bisa memulai kuktivasinya?"


[[Duduklah dengan bersila, Kak. Pusatkan pikiran. Lakukan pernapasan 3 tahap]


Albert segera memposisikan diri sesuai arahan Silvana. Hanya dalam beberapa menit, tubuh Albert sudah diselimuti cahaya berwarna putih. Semakin lama, cahaya tersebut semakin terang dan solid.

__ADS_1


..._-_-_...


__ADS_2