Flip-flops System

Flip-flops System
40. Sebuah perusahaan


__ADS_3

"Sebenarnya, ada hal lain yang ingin kusampaikan pada kalian," ujar Albert kepada semua temannya yang sudah bersepakat akan begadang bersama di taman itu hingga pagi menjelang.


"Sekiranya ada titah apa dari paduka raja?" seloroh Vano yang entah kenapa sejak duduk ditaman itu menjadi lumayan gesrek.


"Aku ingin menyegerakan untuk mendirikan perusahaan yang pernah kusampaikan sebelum melawan Maniac," ucap Albert serius.


"Bukan kenapa-kenapa, hanya saja aku ingin mengalokasikan dana perolehan sandal jepit agar tidak terbuang sia-sia. Anggap saja ini sebagai sponsor tetap untuk setiap kegiatan kultivasi kita kedepannya," lanjutnya.


"Sandal jepit???" Yoga dan Heksa membeo.


Albert menoleh pada Yoga dan Heksa, "Oh maaf, aku belum menjelaskan perihal sandal jepit pada kalian berdua. Nanti akan aku ceritakan saat berlatih. Untuk sementara kalian dengarkan saja dulu," tukas Albert.


"Perusahaan apa yang rencananya akan kau dirikan?" tanya Sabir yang sedari awal hanya diam dan lebih sibuk menguap menahan rasa kantuknya.


"Dari basic kuliah kita berempat, kita memiliki keahlian manajemen perusahaan. Sedangkan dari Via dan kedua Abang kita, mereka menekuni design grafis. Kira-kira perusahan apa yang cocok dengan 2 keahlian itu?" Albert justru balik bertanya.

__ADS_1


"Bikin komik animasi!" usul Vano berkhayal membayangkan sosok gadis jepang yang selalu membuatnya panas dingin.


"Kita tak ada basic menulis seperti Author FigurX, penulis novel ini. Aku ga setuju," tolak Huri terang-terangan.


"Holtikultura. Ayahku seorang petani hebat!" Sabir berucap dengan wajah penuh keyakinan.


PLAKK


"Wadoww!!" Sabir berteriak saat tiba-tiba kemplangan telapak tangan Vano mendarat di puncak kepalanya.


"Sebentar, sebentar. Kau tadi sempat membahas soal sandal jepit. Bagaimana jika kita mendirikan perusahaan sandal jepit berskala luas. Kita akan membuat sandal jepit dengan berbagai design baru sesuai kreatifitas kita. Ide tokoh animasi dari Vano juga bisa jadi salah satu karakter yang bisa dituangkan. Kita juga bisa memproduksi sandal jepit khusus yang bisa digunakan oleh para pelaku holtikultura seperti ide Sabir tadi. Secara luas kita akan membidik pasar unik yang belum terjangkau oleh para produsen sandal jepit selama ini. Sebagai contoh, kita akan memasuki area perusahaan dan menawarkan design sandal jepit khusus pegawai dalam kantor agar lebih santai, kita juga bisa menawarkan design sandal jepit khusus kepada restoran agar para pengunjungnya memakai sandal jepit yang sudah disediakan demi menjaga kebersihan restoran dan juga kenyamanan pengunjung itu sendiri. Ide Vano dan Sabir tadi bisa kita akomodasi. Intinya, kita menawarkan sandal jepit dengan design khusus dan berbeda bagi setiap bidang sesuai aktivitas penggunanya. Mari kita sandal jepit-kan dunia, dan menduniakan sandal jepit!" ucap Heksa menyampaikan usulnya.


"Sayang, itu bagus sekali. Dan kamu justru akan mendapatkan feedback yang menguntungkan sistem-mu sendiri jika bisnis sandal jepit ini sudah meluas!" Via menatap Albert dengan berbinar.


"Menarik juga. Tapi kita bukan pengrajin, kita hanya bisa me-manage dan membuat design mentahnya saja," Albert menanggapi.

__ADS_1


"Namanya perusahaan, pasti memiliki rekanan atau bisa juga anak perusahaan. Kita bisa menggandeng para ahli dibidangnya," Yoga ikut mendukung usulan Heksa.


"Baiklah. Aku sangat tertarik dengan ide ini. Mari kita persiapkan mulai dari sekarang. Disamping itu, kegiatan Gold Wings juga harus tetap berjalan. Dan yang paling penting, jangan lupakan kuliah kita!" Pungkas Albert mengakhiri pembicaraan tersebut.


"Untuk itu, kau harus segera bertemu dengan Papaku, sayang. Ini terkait rumah yang akan kau gunakan sebagai kantor pusat. Dilain sisi, kau juga bisa belajar lebih banyak mengenai pengelolaan perusahan di kantor Papa," pinta Via.


"Betul juga. Aturlah waktu yang tepat, honey. Kita akan kesana bersama trio HSV, karena mereka anak manajemen yang juga perlu ikut belajar," balas Albert sebelum kemudian mereka membubarkan diri untuk sejenak beristirahat menuju pagi.


"Aku bukan berandalan yang kerjaannya hanya berkelahi dan mencari ketenaran untuk menjadi petarung nomer 1 yang disegani. Justru karena aku adalah kultivator, maka aku harus sukses di segala bidang. Sebuah perusahaan adalah wadah yang tepat untuk aku bisa berkarya. Dan dengan kemampuan kultivasiku, aku bisa menjaga perusahaanku sendiri!" batin Albert sambil terus melangkah memasuki bangunan utama rumah Via.


..._-_-_...


Sedikit info, karena besok Author ada tugas negara sebagai panitia lomba 17-an, maka kemungkinan besar besok tidak sempat untuk update bab. Tapi semoga saja bisa menyempatkan untuk update ditengah kesibukan.


:)

__ADS_1


__ADS_2