
"Kami siap patuh dan tunduk dibawah perintah Tuan Albert," ucap Libra, pimpinan preman yang kemarin mengalami patah tulang kaki kanannya.
"Libra, kau ketuanya?" tanya Albert.
Pria gempal bertato tersebut mengangguk, "Iya Tuan, saya ketua dari preman kawasan pantai ANCI. Kami biasa memang mangkal disana," jawab Libra tanpa menutup-nutupi lagi.
"Anggota kalian hanya bertujuh ini saja atau ada yang lain?" selidik Vano.
Saat itu, memang trio HSV sedang berada di markas Gold Wings untuk membantu Albert melakukan interogasi, dan lagi, ketiganya kini selain pejabat di perusahaan BARCO, juga tetaplah komandan tempur bagi Gold Wings.
"Anggota kami cukup banyak sebenarnya, Tuan. Berjumlah 30 orang. Jadi diluar sana masih ada 23 orang lagi," lanjut Libra kooperatif.
"Perintahkan mereka untuk bergabung disini. Itu sudah menjadi kesepakatan kita sejak tempo hari!" ujar Albert menekankan.
"Tentu saja, Tuan. Saya tidak pernah akan ingkar janji lagi. Bagi kami, Tuanlah pimpinan terkuat yang bisa menaungi kami." Libra mengangguk mantap.
Albert tersenyum tipis ketika melihat peluang pembicaraan, "Pimpinan terkuat?, bukankah kalian juga dinaungi geng besar diluar sana seperti Hellfire ataupun Dark Finger?" pancing Albert.
"Ah tidak-tidak, Tuan. Kami independen. Sebenarnya kami tak suka tunduk dibawah aturan geng lain karena kami ingin memiliki kebebasan dalam mengatur pola kerja," terang Libra serius.
__ADS_1
"Ohh..jadi kau tak suka jika harus tunduk pada kami?!" Sabir memberikan penekanan.
Tiba-tiba wajah Libra kembali menegang dengan nuansa ketakutan yang tak bisa disembunyikan lagi, "Ka-kasusnya berbeda, Tuan. Ka-kami memang tak akan mau bekerjasama dengan pihak lain. Tapi itu tidak berlaku jika saya sebagai pimpinan telah berhasil dikalahkan oleh pimpinan pihak lain. Kelompok kami telah mufakat bahwasanya akan tunduk jika dan hanya jika pimpinan berhasil dikalahkan. Dan saya rasa, geng besar seperti mereka tak akan berminat sedikitpun untuk mengalahkan kami serta mengambil manfaat agar kami tunduk. Siapalah kami, kelompok preman kecil yang tak akan ada untungnya jika bergabung dengan mereka!" sambungnya.
"Baguslah. Jika demikian, Huri akan mengurus peleburan kelompok Libra ke dalam tubuh Gold Wings. Didalam geng ini, kita adalah keluarga, jadi tak ada yang lebih dominan ataupun memiliki arogansi tersendiri bagi rekan se-timnya, kecuali dominasi para komandan dan aku sebagai ketuanya!" ucap Albert bijaksana.
"Terimakasih, Tuan. Saya sangat senang bisa direkrut oleh geng Gold Wings yang sangat terkenal di kota ini," Libra menunduk penuh hormat.
--
Keesokan harinya..
"Huri, apakah kau sudah mendapatkan laporan dari anak buahmu tentang hasil penyelidikan keberadaan para pilar Hellfire?" tanya Albert.
"Kau tak perlu berkecil hati. Penjaga utama memang biasanya menyembunyikan diri agar bisa melindungi induk semang mereka. Jika penjaga utama atau pada Hellfire dinamakan pilar tersebut mudah ditemukan orang, tentunya akan mudah diamati peta kekuatannya oleh musuh. Di tempat lain, pilar semacam ini juga dinamakan penjaga bayangan. Mereka bergerak dalam mode senyap!" hibur Albert pada sahabatnya tersebut.
"Boleh saya ikut berbicara, Bos?" seketika semua peserta rapat menoleh ke arah Libra.
"Ya, silahkan, Libra!" Albert mangangguk.
__ADS_1
"Karena hidup kami terbiasa di luar dan nomaden, alhasil banyak kenalan tersebar dimana-mana. Kami juga jadi tahu tempat-tempat penting arus bawah tanah yang biasa digunakan oleh berbagai kelompok untuk berkumpul.." ujar Libra.
"Artinya, kau tahu dimana tempat para pilar Hellfire berada?!" potong Huri tak sabar menyimak prolog Libra yang terlalu panjang.
"Ya. Betul!" ringkas Libra penuh keyakinan.
"Tak salah aku merekrut preman pantai ANCI. Kalian benar-benar membawa angin segar!!" Albert terlihat sumringah.
"Tapi ada satu kondisi yang harus kita perhatikan saat menyerang setiap pilar," lanjut Albert datar.
"Apa itu, Bos?" ujar Sabir mewakili lainnya.
"Karena tujuan kita adalah mematahkan pilar satu persatu sebelum menyerang induk semangnya, maka 1 hal utama yang pelu kalian perhatikan yakni bergerak dalam mode senyap, tanpa bekas, dan tanpa bocor. Sekali saja serangan pada satu pilar bocor, maka sudah dapat dipastikan pilar lainnya akan bergerak menjauhi lokasi mereka masing-masing untuk menghindari pelacakan. Setelahnya, pekerjaan kita akan semakin sulit, bahkan bisa jadi akan memicu Hellfire berinisiatif melakukan serangan dini. Apa kalian mengerti?" ungkap Albert serius.
"Paham," jawab mereka serempak.
"Lalu kapan kita memulai serangan pada pilar-pilar tersebut?" tanya Vano seolah sudah tak sabar untuk mencoba tingkat kultivasi barunya.
"Paling cepat 5 hari lagi. Hal tersebut bukan tak beralasan. Aku harus memilah dan mengamati terlebih dahulu tingkat kultivasi masing-masing pilar agar bisa membagi komandan tim sesuai kultivasi yang dibutuhkan. Dan itu sangat berkaitan erat dengan tingkat kesuksesan serangan kita!" jawab Albert.
__ADS_1
"Bang Yoga dan Bang Heksa juga belum hadir. Kita akan memulainya setelah informasi dan tim lengkap!" pungkas Albert sebelum kemudian berlalu pergi meninggalkan ruang utama markas Gold Wings.
..._-_-_...