Flip-flops System

Flip-flops System
34. Merger


__ADS_3

"Gila. Ini benar-benar gila. Bahkan Anggara tak berkutik ditanganmu. Mungkin kau sekarang satu-satunya kultivator terkuat di kota ini," Heksa menggeleng tak percaya mengingat bagaimana hebatnya Albert menaklukkan Anggara.


"Bukan hanya di kota ini, mungkin di negara ini hanya segelintir orang yang bisa menandingi Albert!" Yoga ikut menanggapi.


Sore itu mereka kembali berkumpul di rumah Via yang digunakan sebagai markas gabungan untuk The Frogs, King Cobra, dan Gold Wings.


"Kalian terlalu berlebihan. Masih banyak orang-orang hebat diluar sana. Aku hanya sebagian kecil dari mereka," balas Albert merendah.


"Ada baiknya kita segera melakukan perombakan besar pada kekuatan internal di kampus kita," ucap Yoga memberikan usulan.


"Aku setuju, bro. Bagaimanapun juga sekarang geng kampus kita berada di posisi puncak setelah tumbangnya geng Maniac dari kampus biru," sambut Heksa penuh semangat.


"Perubahan seperti apakah yang kalian inginkan, Bang?" tanya Albert.


"Aku secara pribadi dan sudah disetujui oleh semua penasehat dari pihak alumni, akan menyerahkan The Frogs untuk melebur bersama Gold Wings," ucap Yoga mantap.


"Lho lho..kau terlalu mendahului. Harusnya aku yang pertama bilang seperti itu. Ah ya sudahlah. Sejak awal kekalahan Black Tiger, aku sudah berencana menyerahkan King Cobra pada Albert. Meski King Cobra adalah geng terkecil di kampus kita, tapi tidak ada salahnya menunjukkan dukungan penuh pada orang hebat seperti Albert," Heksa sebagai ketua King Cobra merasa kecolongan start oleh Yoga.


"Wah, apa-apaan kalian. Lalu siapa yang akan memimpin teman-teman sebanyak itu?!" Albert tersentak kaget atas ide aneh para kakak tingkatnya.


"Haha. Ya terserah kamu, bro. Yang jelas geng di kampus hanya tersisa Gold Wings. Semua telah melebur kesana dibawah komando kultivator terkuat bernama Alberto Bara." Yoga terkekeh memandang wajah aneh Albert.


"Hadohh. Nambahin kerjaan aja kalian ini!. Bagaimana menurutmu sayang?, gimana pendapat kalian?" Albert menoleh pada Via dan trio HSV (Huri Sabir Vano) yang sejak awal pembicaraan hanya terdiam.


"Malah bagus dong. Satu kampus satu kekuatan. Kita bisa kompak saling dukung," ujar Via sependapat dengan Heksa dan Yoga.


Via cukup kenal dengan mereka. Dia adalah teman seangkatan Heksa dan Yoga. Via cukup paham bagaimana karakter keduanya sehingga tak ragu lagi untuk merekomendasikan pada Albert.


"Kami juga setuju dengan usulan Bang Heksa dan Bang Yoga," Huri berbicara mewakili trio HSV.


"Oh..sebentar. Sepertinya aku mencium bau-bau akal bulus disini. Jangan bilang kalau kalian ingin juga belajar kultivasi dariku?!" Albert menatap Yoga dan Heksa dengan tatapan curiga.

__ADS_1


"Hahaha..kita ketahuan, Yog!" Heksa tergelak.


"Ahh kalian ini hmmm. Ya sudahlah, kepalang tanggung. Tapi aku tak mau terlalu terjun dalam urusan mengelola anak buah. Pengelolaan geng akan kuserahkan pada kalian berlima. Kalian berlima adalah wakil ketua. Kalian harus kompak dan jangan tercerai berai. Jika semua digabung, maka akan ada sekitar 600-700 an mahasiswa sebagai anggotanya. Apa kalian sanggup mengatur anggota sebanyak itu?" Albert akhirnya mengiyakan permintaan mereka.


"Selama kau tetap mendampingi, kurasa anggota ribuan-pun tak masalah. Iya ga teman-teman?" ucap Yoga yang langsung diamini oleh anggukan ke 4 pria lainnya.


"Baiklah. Mulai besok kita akan melakukan proses merger. Tapi aku ada satu permintaan," lanjut Albert.


"Apa itu?"


"Selain di kampus, kalian gunakan rumah ini sebagai markas ke 2. Tolong kalian bantu menjaga rumah ini. Ke depan rencananya rumah ini akan ku beli. Aku ingin mendirikan sebuah perusahaan. Karyawannya ya kita-kita sendiri ini juga," tandas Albert.


"Wow, ini rencana yang hebat. Aku setuju!" teriak Yoga bersemangat, diikuti Heksa yang tak kalah semangat, "aku juga oye, Bert!" tutur Heksa.


"Lalu kapan kami bisa berlatih kultivasi?" kejar Yoga ta sabar.


"Aku, Via, dan trio HSV akan tinggal di vila milik Via. Disanalah kalian akan berlatih. Jika kalian sedang berlatih disana, trio HSV yang akan bergantian menjaga rumah ini!" pungkas Albert sebelum akhirnya mereka menyudahi pembicaraan.


[Hehe aku kira masih dalam masa cuti. Maaf, Kakak]


"Silvana, status sistem."


[Ok siap]


--


FLIP-FLOPS SYSTEM


Ver. 1.00 🔛


📦📦📦📦📦📦📦📦

__ADS_1


Inventory 1335 FF, Pedang Rajawali emas 1


Saldo Rp. 1,5 M


Power : 25%


Basic : Rajawali emas 2


Aura : Merah 2


Support : Kloning Dewa guru tingkat menengah


Bonus : Deposito Rp. 1 M


🔚


end.


--


"What?!. Itu saldo dan deposito apa ga salah tuh, Sil?"


[Itu hadiah dari sistem karena Kakak sudah berhasil menaklukkan kultivator jahat yang telah menjadi musuh bersama para kultivator lainnya]


"Lho bukannya setiap lawan yang kukalahkan adalah orang jahat?. Mana mungkin aku bertindak kejam pada orang baik?!"


[Karena Anggara merupakan salah satu murid Dark Demons. Dark Demons adalah biang kejahatan di alam para kultivator sejak dulu. Mungkin dia sekarang telah tua dan berusaha menurunkan bakat buruk pada muridnya]


"Wah, jalanku masih panjang ternyata.."


[Dunia kultivasi begitu luas. Kakak masih pada tahap awal]

__ADS_1


..._-_-_...


__ADS_2