
Shinta menunjukkan wajah mode galaknya, "Sekarang katakan secara detail pada Kakak. Ada hubungan apa kamu dengan nona Clara?" ia tumpahkan semua yang ia tahan sejak tadi siang.
--
"Kakak jangan salah paham..
"Aku tak akan salah paham jika kau mengatakannya sejak awal!!" Shinta langsung memotong.
"Bukan begitu, Kak. Kakak tidak pernah bertanya padaku, apakah aku sudah punya pacar atau belum?. Kak Shinta juga dengan tiba-tiba meminta status kekasih gelap padaku,"
"Jadi kau menyalahkanku?" nada suara Shinta meninggi.
[Kak. Jangan dilawan dengan kekerasan. Cobalah untuk mengalah]
"Kakak tolong dengarkan aku, dan tenangkan diri Kakak. Ini semua diluar kendaliku, Kak. Maaf bukannya aku mencari pembenaran diri. Tapi sejak aku kuliah, aku kehilangan sosok Kak Shinta yang selama ini menggantikan posisi ibu. Aku kesepian, Kak. Eh maksudku bukan pria kesepian, tapi aku merasa sendiri di dunia ini. Kakak tentu tahu bagaimana aku sangat merindukan sosok keibuan yang memelukku sepenuh kasih sayang. Sejak ada Via, aku merasa kembali menemukan sosok itu lagi. Aku sayang pada kalian. Aku menginginkan kasih sayang dari kalian yang melimpah. Aku sangat haus akan itu semua.." lirih suara Albert.
Tatapan galak Shinta seketika berubah menjadi tatapan kasihan melihat Albert. Ia tak memungkiri bahwa memang Albert sangat membutuhkan hal tersebut. Namun sebagai wanita, ego-nya juga tak bisa mengalah begitu saja.
"Lalu siapa sekarang yang kau pilih?" ucap Shinta to the point.
"A-aku pilih dua-duanya.." jawab Albert dengan wajah tertunduk.
"Kamu ini gila ya!!" emosi Shinta kembali terpancing saat mendengar bagaimana Albert menjawabnya.
__ADS_1
"Kak Cintya...kau tahu dimana Albert?" tanpa disangka, Via tiba-tiba muncul membuka pintu kamar kosan Shinta.
JDERRR!!
Petir menggelegar di hati. Dalam sekian detik berlalu, ketiganya hanya tertegun dengan segala rasa kaget yang menggelayuti hati masing-masing.
"Al, kamu ngapain berduaan dengan Kak Cintya didalam kamar?!" Via akhirnya membuka mulutnya.
"Hon-honey, aku bisa jelaskan.."
Wajah Via langsung merebak sedih. Tanpa menunggu penjelasan dari Albert, ia segera berbalik badan dan berlari keluar.
"Viaa, tunggu!!" Albert ikut mengejarnya keluar, meninggalkan Shinta yang juga merasa hancur hatinya karena ternyata Albert lebih memilih untuk mengejar Via.
Tiba di parkiran luar, Via sudah tancap gas pergi membawa mobilnya meninggalkan Albert yang masih berlari menuruni tangga.
"Viaa. Tungguuu!!. Arrghhh, sial!!" Albert mengacak-acak rambutnya sendiri karena merasa sangat frustasi.
"Tenangkan dirimu, sob. Aku sudah curiga sejak awal sebenarnya. Tapi ya sudahlah, semua telah terjadi. Sebaiknya kita kembali ke kamar dulu agar kau bisa lebih menenangkan diri!" Vano merangkul pundak sahabatnya.
Tiba di kamar, nampak Huri dan Sabir telah menunggu.
"Ceritakan pada kami. Kita adalah sahabat, kita adalah satu. Jangan kau pendam masalahmu sendiri!" Huri menasehati.
__ADS_1
"Huri benar. Sungguh picik jika kau tak menganggap kami ada dan memilih untuk berpusing-pusing sendiri. Lebih dari sekedar sahabat, kita saudara!" imbuh Sabir.
Menerima dorongan dari sahabat-sahabatnya, akhirnya Albert menceritakan tentang siapa Shinta sebenarnya, meski ia masih menutupi tentang hubungan kekasih gelap bersama Shinta.
"Jadi Via telah salah paham. Dia belum mengerti latar belakang Kak Cintya yang sebenarnya. Kau harus bisa menjelaskan padanl Via agar masalah tidak semakin meruncing!" Vano berpendapat.
"Iya. Ini sebenarnya sebuah keuntungan bagi kita karena memiliki Kak Cintya yang cukup mampu mengelola perusahaan. Tapi semua itu bisa menjadi bumerang jika kau tak bisa menjelaskan dengan baik pada Via," Huri ikut berpendapat.
KRIING
KRING
Terdengar handphone Albert mendapat panggilan telepon.
"Ya Hallo.."
"Albert, kalian berempat dan juga Cintya, kami tunggu di ruang CEO, sekarang!" terdengar suara Gora diseberang telepon.
Albert tersentak, "malam-malam begini, Tuan?. Ini sudah jam 21.00 lebih.."
"Datang sekarang, atau sekuriti kantor yang akan menjemput kalian?!" ancam Gora tegas.
"Ba-baik, Tuan. Kami akan berangkat. sekarang juga!"
__ADS_1
..._-_-_...