
Keberadaan Shinta sebagai penghuni kosan menjadi surga tersendiri bagi Albert. Bagaimana tidak?, kosan elit tersebut memiliki ratusan kamar yang tersebar dari lantai 1 hingga 5. Ini lebih mendekati seperti apartemen mini.
Dengan ratusan kamar, menandakan bahwa penghuni dan pengunjungnya bisa berjumlah 2 kali lipat dari jumlah kamar atau bahkan bisa lebih. Kenapa itu menjadi surga bagi Albert?, karena ia bisa melakukan panen besar sandal jepit.
Meski kini kemampuan Albert telah lumayan tinggi, namun ia tak ingin membuat Silvana kecewa untuk yang kedua kalinya akibat kemalasan Albert. Misi dasar sistem yang ia miliki adalah berburu sandal jepit, dan itu akan ia lakukan sampai kapanpun juga.
Albert meminta ijin pada Via untuk menginap di tempat saudara angkatnya selama 3 hari. Untung saja Via langsung mengiyakan dan tak bertanya lebih lanjut tentang siapa saudara angkatnya tersebut. Dengan waktu yang ada, Albert akan memaksimalkannya untuk menambah perbendaharaan inventory melalui sandal jepit para penghuni kosan.
"Silvana, status sistem!"
[Wah yang lagi panen. Semangat!!]
--
FLIP-FLOPS SYSTEM
Ver. 1.00 🔛
📦📦📦📦📦📦📦📦
Inventory 1625 FF, Pedang Rajawali emas 1
Saldo Rp. 1.543.000.000
Power : 26%
Basic : Rajawali emas 2
__ADS_1
Aura : Merah 2
Support : Kloning Dewa guru tingkat menengah
Bonus : Deposito Rp. 1.200.000.000
🔚
end.
--
"Saldo tumbuh pesat, tapi Basic dan Aura kenapa jalan ditempat?"
[Tahapan Kakak sekarang sudah cukup tinggi. Jika penghuni di sini hanya manusia awam semua, tambahan basic dan auara apa yang Kak Albert harapkan?]
Dalam kurun 3 hari di tempat Shinta, kedekatan keduanya kian terjalin. Namun Albert tetap menjaga diri untuk tidak melangkah terlalu jauh pada aktivitas in-tim. Jika pada Via saja ia masih mampu menahan diri, tentu dengan Shinta juga bisa.
Tanpa sepengetahuan Shinta, aura pelindung diterapkan Albert pada tubuh Shinta. Ia tak ingin orang-orang terdekatnya mengalami gangguan dari pihak lain. Hal tersebut dipicu saat Albert menyadari bahwa dalam 3 hari itu ada beberapa orang yang aktif memata-matai mereka berdua. Namun karena para pengintai itu hanya diam dan tidak melakukan kontak fisik, Albert tak terlalu mengindahkannya.
Di lain sisi, kebersamaan Shinta dan Albert yang telah dikabarkan pada Tuan Billy memantik api kecemburuan dari April dan Belia. Seperti kejadian sore itu sebelum Albert pulang,
"Albert, kamu jangan mau dideketin sama Shinta. Dia itu memang suka pamer. Khawatirnya kan kamu dipamerkan ke teman-temannya sebagai pacar!" ucap April dari seberang telepon saat mereka bertiga melakukan Video Call.
"Weh, enak saja. Bukannya Kak April yang suka pamer?. Jangan putar balikkan fakta dong!" Shinta membalasnya.
"Kak Albert. Jangan lupa hubungi Belia ya. Kak Albert ga perlu sibuk dengan Kak Shinta dan Kak April. Mereka sudah tua, hahaha.." Belia merebut handphone yang dipegang April.
__ADS_1
"Ni anak ngapain sih?!. Ga sopan banget rebut-rebut HP orang!" teriak April tak terima.
"Eh lagian ya, apanya yang tua?. Kami dewasa, bukan tua. Kata orang, semakin tua, semakin banyak santannya hehe," Shinta ikut ribut bersama kedua saudaranya.
Albert melihat mereka dengan tatapan penuh kebingungan. Sejak kapan dia menjadi pujaan hati ketiga anak Tuan-nya?!. Albert tak habis pikir dengan fenomena baru yang terjadi semenjak ia tak tinggal di rumah Tuan Billy.
[Apa Kak Albert tidak sadar?]
"Tentang apa?"
[Wajah, kulit, semua..]
"Maksud kamu, Sil?"
[Sejak mandi di air terjun regenerasi, kulit dan wajah Kak Albert juga mengalami regenerasi. Wajah Kakak jadi lebih muda, kulit bersih, dan bercahaya. Aura Kakak juga memancarkan kewibawaan tersendiri. Karena itulah Kakak sekarang menjadi lebih menarik bagi kaum hawa. Ketampanan Kakak melonjak naik berkali-kali lipat]
"Jadi aku yang dulu tidak menarik?"
[Yah kumat lagi ambekannya. Kakak dulu juga menarik kok]
"Ah terimakasih, Silvana. Kamu memang pacar onlineku yang paling mengerti.."
[Menarik urat syaraf kalau lagi emosi maksudnya]
"Silvanaaa!!"
..._-_-_...
__ADS_1