Flip-flops System

Flip-flops System
65. Menggempur pilar timur


__ADS_3

Hari penyerangan pun tiba. Setelah semalam Albert mengatur strategi bersama tim Gold Wings timur, hari ini mereka bergerak meluruk markas Pilar timur Hellfire. Sesuai instruksi Albert, semua bergerak dalam mode senyap setelah sebelumnya Albert dan Libra membobol akses CCTV dan jalur komunikasi di sekitaran markas lawan.


"Sembunyikan wajahmu, bodoh!!. Pasang penutup wajahmu. Jangan sampai ada sedikitpun jejak yang bisa mereka endus!" bisik tegas Heksa tepat di telinga Sabir saat mereka mengendap diantara kontainer menuju markas Dongky, Pilar timur Hellfire.


BUKK


BLAMM


BRUKK


Pukulan di tengkuk mampu melumpuhkan 3 penjaga sekaligus. Dengan sigap Heksa dan Sabir segera membawa korban bersembunyi dan melucuti pakaian mereka yang juga memiliki penutup wajah.


"Hahaha..bagaimana reaksi mereka saat bangun dalam keadaan hanya memakai semvak?!" tawa Sabir pecah tatkala mulai mengenakan pakaian seragam yang dimiliki lawan untuk menyamarkan diri.


"Jangan banyak becanda kau, Sabir!!" bentak Albert dari earphone yang terpasang di telinga semua anggota tim Gold Wings timur.


"Upss, iya sori," Sabir tersentak setelah menerima raungan dari bos besar.


Segera Heksa menyeret Sabir untuk bergerak memasuki gudang dimana tim yang dipimpin Dongky berada.


"Tumbang 3, tersisa Dongky dan 17 anak buahnya!" ucap Albert mengingatkan melalui earphone.


Saat itu Sabir dan Heksa sedang berada di depan gerbang gudang dan berlagak seperti penjaga yang tadi bertugas.


"Sttt!!" Sabir melambaikan tangan tatkala 5 orang anak buah lainnya muncul di ambang pintu.


Kelimanya mendekat dengan rasa penasaran. Dengan santai Sabir mengeluarkan handphonenya kemudian memutar sebuah video XXXX untuk memancing minat 5 orang yang ada. Benar saja, cepat mereka hendak mengerubuti Sabir dengan rasa penasaran tinggi.


Tak habis akal, Sabir dan Heksa membawa mereka menjauh dari gudang menuju sebuah lorong yang cukup terlindung dan aman.


Tanpa curiga kelima orang tersebut mengikuti karena terpancing hasrat diri yang terlanjur menggebu setelah sekilas melihat penampilan cewek polos semlohay yang sedang ber-uhuk dengan seorang pria kulit hitam berjagung ukuran jumbo plus plus.


Sabir menyerahkan handphone pada salah satu orang yang dalam sekejap langsung dikerubuti oleh 4 orang lainnya.


TOKK


TOKK


Dengan mudah Sabir dan Heksa menotok ke 5 orang tersebut tanpa perlawanan. Ilmu menotok yang sudah diajarkan oleh Albert tersebut mampu membuat lawan diam tak bergerak hingga mendapatkan pelepas totokan lagi.


"8 orang tumbang, tersisa 13 orang termasuk Dongky!" ujar Heksa memberikan laporan.


Semua anggota Gold Wings timur yang berada disana sontak ternganga. Dua komandan Gold Wings dengan mudahnya menumbangkan 8 orang tanpa menghadapi kesulitan apapun. Mendengar itu mereka menjadi bergidik ngeri dan berjanni dalam hati untuk selalu setia pada Gold Wings.


"Mereka monster!!" bisik satu anak buah Gold Wings timur yang bersiaga didekat gedung target bersama dengan 30 orang lainnya.


"Astaga!!. Jika komandannya saja monster, bagaimana dengan bos besar??. Apa dia Dewa?!" anak buah lain langsung memucat wajahnya.


"Pasukan Gold Wings timur, kalian jangan berisik. Kami semua mendengarnya, dan itu sangat mengganggu konsentrasi komandan kalian yang sedang berjuang di garis depan!!" bentak Albert tersulut.


"Bagaimana dengan kemampuan para anak buahnya, Bos?" tanya Sabir memastikan melalui earphone.

__ADS_1


"Hanya pemula kultivasi tingkat pertama," kini Libra yang angkat bicara.


"Baiklah. Kami akan berpencar. Aku akan langsung menuju Dongky, sedangkan Kak Heksa akan mengatasi 12 orang lainnya!" ucap Sabir penuh ketenangan.


"Tim, bersiaplah melindungi Komandan kita jika keadaan genting!" teriak Libra mewakili Heksa.


Dengan santai Sabir dan Heksa melangkah memasuki gedung bagian dalam. Tak terlalu sulit mencari keberadaan pasukan pilar timur karena kesemuanya sedang asyik berkumpul di tengah ruangan menikmati traktiran miras dari Dongky yang ternyata sedang berulang tahun.


"Hei, kalian berdua kemarilah. Minumlah seteguk dua teguk sebelum kembali menjaga gerbang," Dongky melambaikan tangannya pada Sabir dan Heksa yang juga didengar jelas oleh semua anggota tim Gold Wings yang sedang menyimak.


"Semua jalur komunikasi kuputus total, kecuali jalur earphone kita. CCTV juga sudah kami sabotase. Kalian majulah!!" suara Albert berkumandang memberikan komando.


Sabir dan Heksa yang sudah tinggal selangkah lagi dari depan Dongky tiba-tiba bergerak cepat memberikan serangan kejutan.


BLARRR


Dongky menekan energinya hingga muncul aura cahaya biru mengelilingi tubuhnya. Itu sengaja dilakukan Dongky untuk menyombongkan diri karena tak merasakan sedikitpun energi yang dimiliki oleh Sabir maupun Heksa, atau tepatnya Sabir dan Heksa memang melakukan serangan tipuan tanpa kultivasi untuk mengelabuhi lawan.


Semua anak buah Dongky jelas langsung tersungkur menerima tekanan energi bos mereka. Tingkat kultivasi awal tak akan sanggup menahan tekanan energi dari tingkat yang jauh diatasnya. Namun itulah rencana Sabir maupun Heksa. Dengan berpura-pura menjatuhkan lutut di lantai seolah tak kuasa menahan energi Dongky, membuat siempunya energi menjadi semakin pongah.


"K-kau hanya mampu membuat kami berlutut, ta-tak mampu mem-buat pi-pingsan. Ce-cemen!!" pancing Sabir sambil berakting layaknya kultivator rendah.


"Be-tul. Su-sudah cemen, beruban pula se-seperti kakek jompo!! Hahh.." Heksa tak mau kalah dan segera ikut berlaku drama didepan Dongky.


"Jan-cokk!!" Dongky meradang, meneriakkan umpatan khas warga Suretown yang tajam serta memanaskan telinga.


BLARRRR


BLARR


"1...2...3," senyum Sabir merekah, begitu juga dengan Heksa.


PLUKK


PLUKKK


PLUK!!


tepat pada hitungan ke 3, anak buah pilar timur bertumbangan karena tak mampu menahan lagi gempuran energi Dongky yang berputar kuat di ruangan tersebut. Yang masih mampu bertahan, mereka hanya mengalami pingsan. Namun yang memiliki fisik lemah, energi itu telah mencapai organ dalam hingga membuatnya disfungsi seketika.


Tepat pada hitungan ke 5, anak buah Dongky yang tersisa 12 orang telah terkapar semuanya.


"Woi, kau apakan anak buahmu sendiri?! Hahaha.." Sabir terbahak-bahak.


"Asuhh, Jan-cokk. Matio koen (Matilah kau)!!" Dongky yang tak mengira jika lawannya juga kuat, langsung saja melakukan pukulan ganda bercahaya ke arah Heksa dan Sabir sekaligus.


Namun mendadak Dongky menjadi seperti lingkung dalam beberapa detik ketika dua kepalan tangannya menerpa ruang kosong. Dua lawannya telah raib dari tempatnya. Dengan gugup Dongky segera memutar badannya mencari keberadaan Sabir maupun Heksa.


"Uluh-uluh, baru juga ketemu, udah kangen!" goda Sabir yang kini duduk santai diatas tumpukan karung tak jauh dari tempat Dongky berdiri.


PLEKK!!

__ADS_1


"Kek, mau kemana?" giliran Heksa yang tahu-tahu sudah duduk manis di kursi, menggoda Dongky, si pria dengan rambut ber-cat putih.


"Ka-kalian memiliki kultivasi?" Dongky tergagap.


"Menurutmu?" justru Heksa balik bertanya.


BLARRR


BLARRR


Belum selesai Dongky mencerna pertanyaan dari Heksa, mendadak Heksa dan Sabir menekan energinya. Tubuh keduanya kini berbalit aura biru.


"Ka-kalian sama de-denganku?!" Dongky semakin tergagap.


"Yapp, betul sekali. Kingkong perak tahap puncak, aura biru tahap puncak. Jika menghadapi lawan sebanding saja cukup sulit, bagaimana jika kau menghadapi 2 lawan sebanding sekaligus??!!" Sabir tersenyum mengejek.


"Persetan dengan perkataanmu!!. Hiaahh.." Dongky memilih untuk menyerang Sabir meski tak yakin ia bisa memenangkan pertempuran tersebut.


Bagi Dongky, kalah karena bertarung itu jauh lebih berharga daripada kalah karena menyerah. Dengan segala kemampuannya ia merangsek memperpendek jarak dengan Sabir.


DANGG


Pukulan 2 tangan Dongky disambut pukulan serupa oleh Sabir dan Heksa sekaligus yang secepat kilat berpindah ke sisi Sabir. Tak ayal, tubuh Dongky terlontar jauh kebelakang karena tak mampu menahan 2 pukulan bersamaan.


BUKK


Tubuh itu membentur dinding dengan keras. Darah kental mengalir dari sela bibir Dongky.


"Menyerahlah, maka kau akan kupertimbangkan untuk menjadi anak buahku!" ucap Heksa.


"Bedebahh!!" Dongky kembali bangkit, kemudian menembakkan tenaga dari jarak yang cukup jauh.


Sayang, Dongky kalah satu langkah. Memang tenaga mereka sebanding, namun tidak untuk Sabir dan Heksa yang memiliki Trisula dan Belati kembar dari Albert.


ZAPPP


Kedua senjata tersebut meluncur kuat membelah tembakan cahaya dari Dongky dan terus melaju mengincar tubuh Dongky.


BLASSS


SLEBBB


Dongky hanya bisa membelalak saat dua senjata lawannya menukik tajam hingga mengoyak tubuhnya. Dua jenis senjata tersebut menancap tepat pada area vital yakni perut dan dada.


BRUKKK


Tubuh Dongky terkapar menikmati dinginnya lantai tanpa bisa bangun lagi. Nampaknya, ajal lebih suka menjemput, daripada harus memberikan kesempatan bagi Dongky untuk memperbaiki dirinya.


"Bravoo. Kalian hebatnya kebangetaaaan!!" teriak Libra histeris, begitu juga dengan sorak sorai seluruh anggota tim yang bersiaga.


"Boss..kapan aku bisa belajar kultivasi?" tanya Libra pada Albert melalui earphone meski lawan bicara berada tepat disampingnya.

__ADS_1


"Tunggu saja, waktunya akan tiba!!" Albert tersenyum.


_____bersambung


__ADS_2