Flip-flops System

Flip-flops System
26. Kultivasi Kontemporer


__ADS_3

"Silvana, apa aku boleh melatih mereka di ruang hampa?"


[Ruang itu milik Kak Albert, jadi kau bebas menggunakannya, asalkan buat untuk keburukan]


"Ok baiklah. Kau bisa beristirahat setelah ini sesuai hadiah yang kujanjikan,"


[Baik, Kakak]


[Tapi ada yang perlu aku sampaikan]


"Apa itu?"


[Terkait Sistem dan Kultivasi yang kita miliki. Pada Sistem ini misi dasar Kakak adalah mengumpulkan Sandal Jepit yang dapat ditukar menjadi uang, barang, ataupun kekuatan. Jadi bisa dibilang bahwa sistem inipun tidak mudah karena Kakak harus berjuang mendapatkan Sandal Jepit sesuai kriteria dari sistem dulu agar mendapatkan reward]


"Iya aku paham, lalu apa yang kau risaukan?"


[Aku hanya khawatir jika sistem ini dianggap cacat]


"Siapa yang akan menganggap begitu?"


[Mungkin pemilik kultivasi lain yang secara tak sengaja mengetahui sistem ini]


"Mau komplain?. Seperti layaknya sebuah game, tak ada batasan untuk membuatnya. Game bebas dibentuk seperti apapun sesuai keinginan pemiliknya. Begitu juga dengan sistem, tak ada yang bisa mengklaim kesempurnaan sebuah sistem!"


[Baik, Kakak]


[Kemudian untuk kultivasi. Pada kultivasi umumnya yang berasal dari daratan Tiongkok, ada beberapa hal yang membedakan dengan kita. Mereka memiliki beberapa keadaan dasar seperti dantian, Qi tubuh, Qi alam, akar kehidupan, hewan kontrak, roh dewa, struktur penyusun tulang, dan sebagainya. Pada sistem ini, kultivasi memiliki cara tersendiri. Seperti contohnya dantian, kita menggunakan istilah cakra yang secara makna memiliki kesamaan maksud. Mengenai Qi, kita hanya menyebutnya energi, baik itu energi dari diri maupun energi alam semesta. Mengenai akar kehidupan atau bakat bawaan sejak lahir, memang ada seperti yang dimiliki Kak Albert, namun itu juga bisa dilatih oleh orang awam tanpa bakat bawaan. Pada intinya, kultivasi yang dimiliki sistem kita adalah adalah kultivasi kontemporer. Secara otomatis karakteristik kultivasi orang umum juga akan mengikuti kultivasi sistem kita]


"Atur sajalah. aku percaya padamu!"


[Ok]

__ADS_1


Albert dan ketiga temannya telah sampai di hutan kecil dekat vila.


"Kita berlatih seperti apa?" tanya Vano penasaran dengan menu latihan mereka.


"Ini akan sedikit rumit untuk dipahami. Tugas kalian hanya percaya dan patuh!" ucap Albert serius.


"Sekarang, saling berpegangan tangan-lah!" instruksi Albert yang langsung diikuti oleh teman-temannya tanpa banyak pertanyaan.


ZAPPP


Secepat kilat tubuh mereka berempat melayang dan berpindah ke ruang hampa. Meski ketiganya kaget, namun mereka percaya sepenuhnya pada pengaturan Albert.


"Dimana ini?" Sabir memutar pandangannya ke segala penjuru, begitu juga dengan kedua teman lainnya.


"Ini disebut ruang hampa. Kita akan berlatih disini karena ruang ini mampu membantu pembentukan kultivasi lebih baik. Ruang hampa adalah ruang tak kasat mata milikku pribadi. Kalian bebas menggunakan semua fasilitas di ruangan ini, namun mintalah ijin padaku dulu agar kalian mengetahui fungsi dari masing-masing fasilitas itu!" terang Albert mengutip penjelasan Silvana sebelumnya.


"Silvana, sebelum kau beristirahat, tolong keluarkan dus besar dari inventory!"


Dari dalam dus keluar 4 benda. 1 benda adalah Ruyung atau Nunchaku, benda ke 2 adalah Baton Stick atau tongkat baja yang bisa memanjang dan memendek, benda ke 3 adalah sepasang trisula genggam. Untuk benda ke 4 masih terbungkus plastik tebal. Albert mengembalikan benda terbungkus plastik tersebut ke inventory.


[Kok yang satu ini dikembalikan ke inventory?]


"Itu buat kamu. Buka saja,"


Dalam beberapa saat kemasan plastik dalam inventory seperti terbuka dengan sendirinya. Muncul rangkaian bunga cantik dari dalamnya.


[Aihh bunga yang indah]


"Iya, itu hadiah tambahan buat kamu. Meski tak bisa bertemu secara fisik, kita masih bisa memanfaatkan inventory."


[Uuuh so sweet. Terimakasih Kak Albert]

__ADS_1


"Panggil sayang dong!"


[Terimakasih Kak Albert Sayang]


"Hahaha aku terlalu menghalu tak jelas.."


[Siapa suruh pacaran online?!, ya seperti itulah hasilnya]


"Hahaha. Ya sudah buruan kau istirahat. Biar aku yang akan mengurus 3 monyet ini!"


"Ruyung alias Nunchaku, buat Sabir. Trisula kembar untuk Vano. Dan Baton stick untuk Huri," Albert membagikan peralatannya.


"Wahhh keren," ketiganya berdecak kagum.


"Sekarang akan kujelaskan mengenai kultivasinya. Jika diluar sana orang-orang harus berlatih keras, memiliki tubuh bawaan yang baik, dan tulang penyusun tubuh yang spesial. Disini kalian akan sedikit dipermudah. Kalian akan kuberi sedikit kekuatan. Menggunakan kekuatan itu, kalian berlatihlah lebih giat. Yah memang kalian tak akan langsung bisa memiliki kekuatan sebanding dengan milikku dengan cepat, tapi kalian bisa melatihnya secara bertahap," terang Albert.


"Ambil posisi agak berjauhan dan duduklah dengan sikap lotus atau bersila!" instruksi Albert kemudian.


Kali pertama, Albert mendatangi Sabir, kemudian menempelkan kedua telapak tangannya pada punggung Sabir.


"Konsentrasi dan pusatkan pikiran. Gunakan pernapasan 3 tahap!" perintah Albert pada Sabir.


"Eh sebentar, bro. Apa itu pernapasan 3 tahap?" Sabir menggaruk kepalanya yang berkutu.


"Hadohh. Kan kemarin aku sudah perintahkan kalian untuk menempa fisik. Kenapa tidak gugling dulu seh ah!. Pernapasan 3 tahap adalah tarik, tahan, dan lepas. Masing-masing tahapnya gunakan tempo yang sama. Semua menggunakan pernapasan hidung. Paham?!" Albert sedikit sewot.


"Iya iya. Lanjoot!" Sabir kembali duduk bersila dan berkonsentrasi.


Dari kedua telapak tangan Albert keluar cahaya tipis berwarna hijau yang secara konstan masuk kedalam punggung Sabir dan menjalar ke sekujur tubuhnya. Perlahan tubuh Sabir menyerap cahaya hijau dari Albert dan merubahnya dengan memendarkan cahaya putih tipis yang terus berputar melapisi semua bagian tubuhnya.


Hal serupa juga dilakukan pada tubuh Vano dan Huri. Ketiganya terlihat fokus berkonsentrasi menerima aliran energi baru yang menjalari setiap inchi tubuh mereka.

__ADS_1


..._-_-_...


__ADS_2