Flip-flops System

Flip-flops System
35. Shinta Cintya


__ADS_3

Lepas dari permasalahan dengan Anggara, sejenak Albert ingin melakukan cooling down. Karena Albert kini sudah mahir mengemudi, ia meminjam mobil Via untuk mencari keberadaan anak ke 2 Tuan Billy, yakni Shinta.


Shinta adalah anak Tuan Billy yang paling dekat dengan Albert. Seperti juga dengan keberadaan Via, adanya Shinta membuat Albert menemukan sosok perempuan yang lebih dewasa darinya. Bagaimanapun juga Albert begitu merindukan sosok seorang Ibu yang lama telah hilang.


Dari pesan yang dikirim Shinta, lokasi tempatnya bekerja memang cukup jauh dari kampus orange meski berada dalam satu kota. Butuh sekitar 2 jam perjalanan untuk mencapai tempat dimana Shinta berada.


"Ini dia warung bakso yang dimaksud oleh Kak Shinta," batin Albert membaca papan plakat warung.


Albert menepikan mobil sport yang ia kendarai dan segera turun. Kepalanya celingak-celinguk mencari keberadaan Shinta yang katanya sudah menunggu di warung tersebut.


"Albert!!" Dari sisi samping warung terdengar suara yang begitu familiar bagi Albert.


"Kak Shinta. Maaf membuatmu menunggu lama," ucap Albert berbasa-basi.


"Halah kamu itu, tetap saja suka sungkan sama aku. Biasa aja dong!!" tegur Shinta saat melihat Albert yang kikuk.


"Iya Kak," jawab Albert pelan.


Satu kelemahan Albert yang hanya diketahui oleh Ibunya, Shinta dan Via. Dia sosok yang pemalu jika berhadapan dengan wanita. Jika si wanita tidak lebih aktif, sudah bisa dipastikan pertemuan mereka hanya akan sepi seperti kuburan.


Untungnya, baik Via maupun Shinta adalah jenis wanita yang renyah, sifat pendiam Albert terselamatkan karenanya.

__ADS_1


"Wahh, belum 1 tahun kuliah, kamu sudah punya mobil sport, Dek. Kereen!!" puji Shinta tulus, tak bermaksud menggoda.


"Ahh itu bukan milikku. Hanya pinjam punya teman," jawab Albert apa adanya.


"Eh ayok pesan bakso-nya. Aku sudah pesan tadi.." tawar Shinta.


"Ga Kak, makasih. Aku sudah makan tadi sebelum kesini," tampik Albert sopan.


"Ya sudah. Aku bayar dulu deh. Setelah ini kita ke kosanku biar bisa ngobrol lebih santai," Shinta beranjak berdiri, namun Albert mendahuluinya dan membayar pesanan Shinta.


"Kamu sungguh berbeda sekarang, Dek. Penampilan keren, kantong tebel, naik mobil pula. Kakak bangga melihatmu. Makasih yah sudah dibayarin!" ucap Shinta sebelum kemudian mereka memasuki mobil.


Shinta turun dari mobil bersama Albert dan semakin membuat mata para pengintai melotot kaget. Seorang pria muda yang tampan dan modis membuat tatapan julid para penghuni kosan semakin memanas.


"Pacar baru, Bebs?!" tegur salah satu penghuni kosan yang lebih bisa disebut kepo alias penasaran daripada hanya sekedar menyapa.


"Hehe, anggap saja begitu.." jawab Shinta cuek tak ingin menanggapi serius pada kejulidan mereka.


"Kekep aja di kamar, jangan sampai lepas!" teriak penghuni lainnya usil.


"Woyadong, so pastehh!!" Shinta tersenyum serta menjawab dengan asal.

__ADS_1


Tak ingin berlama-lama bersama para komentator, Shinta bergegas mengajak Albert memasuki kamarnya. Kamar tersebut cukup luas untuk ukuran ruang pribadi. Di dalamnya tersedia ruang tamu mini bersekat, ruang tidur, dapur mini, dan toilet dalam. Keberadaan AC melengkapi nuansa cukup mewah dari kamar itu.


"Bagus juga kamarnya. Kalau kosan semewah ini, aku juga bakal betah.." seloroh Albert yang mulai bisa mencair kekakuannya.


"Kalau kamu suka, kamu bebas tinggal disini kapanpun. Pintu selalu terbuka buat Adekku tersayang," jawab Shinta yang spontan membuat Albert tersipu sendiri.


Bukan Albert tersipu karena kebaikan Shinta, namun lebih dari itu, bulu kudu Albert sedikit meremang berdiri saat membayangkan tinggal berdua bersama gadis secantik Shinta. Meski ia dianggap adik oleh Shinta, namun sejatinya Albert hanyalah anak angkat Tuan Billy yang tak memiliki hubungan darah apapun dengan Shinta.


Perlu Author sedikit ulang disini, usia Shinta dan Via memiliki kemiripan. Via berusia sekitar 2-3 tahun diatas usia Albert, sedangkan Shinta berusia 4 tahun diatas Albert. Jika saat ini Albert mendekati usia 19 tahun, maka usia mereka berkisar di angka 21-23 tahun.


Via dan Shinta adalah sosok idaman bagi Albert. Ia menyukai pasangan wanita yang sedikit lebih tua darinya. Hal itu tak terlepas dari hausnya Albert akan kehadiran seorang ibu, seperti yang sudah Author jelaskan sebelum-sebelumnya.


Bagaimana kecantikan Shinta jika dibandingkan dengan Via?. Mereka memiliki sisi menonjol yang berbeda. Jika wajah Via cantik, putih, imut, berhidung mancung, ditambah rambut lurus sedikit bergelombang laksana boneka barbie, sebaliknya Shinta memiliki warna kulit sedikit kecoklatan eksotis, namun tidak bisa dikatakan termasuk berkulit gelap. Wajah Shinta lebih berisi dan oval namun tidak chubby. Hidungnya juga tak kalah mancung dari Via. Satu yang tidak dimiliki Via, tatapan dan bibir Shinta cukup sen-sual. Untuk body, mereka tak jauh berbeda, onggokan Fujiyama yang ranum dan terbilang besar, hanya saja bumper belakang Via yang sudah terbilang cukup membulat sekal masih kalah dengan body ala gitar spanyol milik Shinta. Overall, 11-12 untuk kelebihan mereka, dengan memiliki sisi menarik masing-masing.


"Kak Shin memang cantik dan sek-si," batin Albert menatap tubuh Shinta yang tengah sibuk mengaduk teh di dapur mini, namun Albert cepat menggelengkan kepalanya untuk membuang pikiran ngeres itu dari otak dangkalnya.


[Dasar buaya air dangkal. Sudah ada Via, bahkan akupun dipacari secara online. Sekarang sudah melirik daging empuk lainnya!]


"Silvana..pliss, dia Kakakku!"


..._-_-_...

__ADS_1


__ADS_2