
Pagi itu, semua kembali berkumpul dengan segala rasa penasaran yang ada, terutama bagi Via dan Albert yang masih merasa bingung atas fakta-fakta baru, yang terjadi tadi malam.
"Sekarang Papa dan Kak Cintya harus menjelaskan pada kami agar tidak bingung!" serang Via begitu mereka duduk.
"Betul. Saya juga masih bingung!" timpal Albert.
Gora hanya tersenyum menanggapinya, berbeda dengan Shinta, meski ia tampak luar begitu melindungi Adiknya, namun nauh didalam hatinya menyimpan rasa luka karena mengetahui bahwa Albert sudah tak sendiri lagi.
__ADS_1
"Kalian dengarkan aku baik-baik. Semuanya bermula saat seorang sahabatku bernama Billy mendengar keluh kesahku yang sedang mengalami kesulitan untuk bekerja. Meski waktu itu aku sudah sarjana, namun tak ada satupun lowongan pekerjaan yang menerimaku. Untuk berwiraswasta juga aku tak mampu karena tak memiliki modal. Tanpa pikir panjang, Billy menyerahkan perusahaan ini untuk kukelola. Lebih dari itu Billy tak mau menerima bagi hasil sedikitpun dari usaha ini. Dia hanya memintaku memasukkan kembali jatah laba untuknya sebagai tambahan putaran modal. Dan hingga saat ini, perusahaan tumbuh dengan pesat. Aku sangat bersyukur dan berterima kasih padanya." Ungkap Gora dengan wajah sendu.
"Hingga tahun lalu, Billy menitipkan Cintya padaku untuk dibimbing ilmu pengelolaan perusahaan. Informasi dari Billy, di perusahaannya sana, Cintya tidak mau ikut belajar karena tak mau mengandalkan perusahaan orang tua. Itulah kenapa Cintya sekarang ada disini. Beberapa saat yang lalu, Billy juga menceritakan bahwa ia memiliki anak angkat yang digadang-gadang sebagai calon penerusnya. Dia butuh figur cowok sebagai penerus karena ketiga anaknya adalah wanita. Ya begitulah yang aku tahu. Jadi buat Clara, wanita yang ada disampingmu itu adalah Kakak angkat Albert, jangan berpikir macam-macam pada mereka!" lanjut Gora memperjelas semuanya.
"Satu lagi, beberapa saat yang lalu mungkin Albert sempat curiga karena ada beberapa orang yang mengikutimu di sekitar sini. Mereka adalah orang-orangku yang sengaja aku suruh untuk mengawasi karena kulihat kau menggunakan mobil Clara untuk mengunjungi Cintya. Dalam hati aku bertanya-tanya tentang siapa gerangan dirimu. Tapi syukurlah semua telah jelas sekarang!" tutur Gora.
"Ini terdengar sangat rumit buatku, Kak. Kalau Tuan Gora dan Kak Shinta berkenan, sebaiknya Tuan Billy bisa hadir disini, atau kita bersama yang pergi mengunjungi Tuan Billy. Aku ingin semuanya clear dan gamblang. Memang sih, jujur aku kaget menerima tanggung jawab sebesar ini, tapi aku sadar, inilah satu-satunya cara untuk membalas semua budi baik Tuan Billy yang telah merawatku selama ini!" Albert menanggapi.
__ADS_1
"Itu bisa diatur, Nak. Baiklah, overall permasalahan tadi malam sudah bisa kita atasi. Kedepan ada PR besar yang harus kita bahas bersama Tuan Billy menyangkut 3 perusahaan sekaligus. Perusahaan Tuan Billy disana, Perusahaan yang disini, dan rencana perusahaan Albert sendiri yang akan berkantor di rumah tinggal dekat kampus orange. Sejujurnya aku menjadi lega karena bertemu dengan kalian semua. Kalian adalah generasi-generasi muda yang penuh dengan semangat!" lanjut Gora dengan wajah penuh kelegaan.
"Saya mohon waktunya sebentar untuk ngobrol berdua dengan Via, menyelesaikan semua kesalahpahaman hubungan kami, Tuan." pohon Albert sopan.
"Silahkan, Cintya biar tetap mengajarkan praktek pada Vano, Sabir, dan Huri. Untuk kau dan Clara silahkan mencari tempat yang nyaman untuk menyelesaikan masalah kalian!" sambut Gora bijak.
..._-_-_...
__ADS_1