Flip-flops System

Flip-flops System
70. Bertemu Wilson


__ADS_3

Butuh sekitar 30 menit perjalanan menyusuri tepian hutan jati untuk mencapai markas pilar utara. Saat itu Vano, Libra dan tim bayangan telah berada disebuah celah tebing yang cukup tersembunyi sambil memperhatikan aktifitas yang terjadi di markas lawan.


Sebuah bangunan kayu yang cukup luas menjadi tempat berdiam Wilson, Edy, dan pasukannya yakni pasukan pilar utara Hellfire.


"Penjagaan cukup ketat, sulit untuk kita menyelinap kesana," ucap Libra mengamati.


Sekitar 20 meter didepan mereka ada sekitar 30 orang yang sedang duduk santai sambil bersenda gurau.


ZAAPP


"Kita harus menyerangnya secara terang-terangan!" tiba-tiba Albert muncul mendadak dari ruang hampa.


"Astaga, Bos. Bikin kaget aja!" Hampir saja Libra dan Vano memukul Albert yang sekonyong-konyong muncul diantara mereka berdua.


"Tak usah lebay. Mental kalian harus siap dalam kondisi apapun. Jangan mudah kaget seperti itu!" omel Albert pada keduanya.


"Seperti saat di Suretown, aku akan melakukan peretasan untuk jalur komunikasi maupun CCTV mereka. Dalam beberapa jam, jalur komunikasi di sekitar sini akan error, kecuali untuk alat komunikasi kita. Pastikan mereka habis tanpa ada sedikitpun kebocoran informasi ke pusat markas Hellfire di kota Jackcity. Dan untuk kalian berdua, kupercayakan pengaturan strategi penyerangan pada kalian," terang Albert.


Keduanya mengangguk sebagai tanda mengerti, "Siap, Bos." Jawab mereka serempak.


ZAPPP


Lagi-lagi Albert menghilang dari pandangan. Ia kembali ke ruang hampa untuk melakukan kontrol peretasan. Hebatnya, meski kecepatan waktu di ruang hampa adalah 24 kali lipat dari dunia nyata, namun alat komunikasi dua arah mampu menghubungkan keduanya seolah menembus batas perbedaan waktu.

__ADS_1


"Jalur komunikasi dan CCTV clear!" teriak Albert dari balik ruang hampa melalui earphone.


Mendengarnya, Vano segera mengatur strategi untuk timnya, "10 Orang, kalian menyerang dari jalur utama. Biarkan mereka tahu secara terang-terangan bahwa sedang terjadi penyerangan. 10 orang lagi Berjaga membentuk barikade lingkaran dengan radius 20 meter di luar titik pusat markas lawan, tugas kalian adalah membekuk siapapun lawan yang mencoba kabur. Dari sisi belakang, kiri, dan kanan masing-masing 10 orang akan menyerang setelah jalur utama pecah pertempuran. Aku dan Libra akan ikut menyerang bersama di jalur utama, kemudian mencoba masuk untuk melumpuhkan pimpinan mereka. Meski jumlah kalian lebih sedikit, namun tingkat kultivasi kalian lebih tinggi daripada mereka, maka yakinlah kemenangan sudah ada dalam genggaman meski kita belum melakukan serangan sedikitpun. Apa dapat dimengerti?" ujar Vano serius.


Semua mengangguk tanpa mengeluarkan suara agar tidak menimbulkan kecurigaan pada pihak lawan.


Dalam hitungan detik, kesemuanya sudah berpencar pada posisinya masing-masing. Kini mereka hanya menunggu aba-aba dari Vano untuk memulai serangan.


DARRR


Vano melakukan tembakan energi ke udara sebagai tanda bahwa serangan siap dimulai. Sesuai rencana, tim di jalur utama segera merangsek terlebih dahulu ke area depan markas lawan yang saat itu ditempati oleh sekitar 30 pasukan.


"Siagaaa, ada serangan!!" teriak beberapa orang begitu melihat 10 orang tim bayangan Gold Wings berikut 2 orang komandan mendekat.


DASHHH


BAKKK


BBUKK


Pertempuran tak terelakkan lagi. Namun sayang, pihak lawan begitu mudah tumbang karena perbedaan tingkat kultivasi.


Dalam waktu singkat, tim bayangan yang menyerang dari jalur utama sudah berhasil menumbangkan sekitar 25 orang. Tersisa hanya 5 orang yang dibiarkan berlari masuk ke markas untuk melaporkan pada pimpinan mereka.

__ADS_1


Namun belum juga mereka melewati pintu, dari bagian dalam bangunan muncul 2 orang diikuti sekitar 40 orang lainnya.


"Sayap kiri, kanan, dan belakang, tahan serangan. Jangan bergerak dulu. Sepertinya, 10 orang teman kalian sudah cukup mampu mengatasi!" ucap Albert dari earphone.


"Siapa yang berani mencari masalah dengan kami?!" teriak seorang pria berperawakan pendek namun cukup kekar serta atletis.


Dia adalah Edy, wakil dari Wilson, ketua pilar utara. Edy menatap Libra, "Ohh oh, ada sang pengkhianat. Libra, apa maksudmu menyerang kami?!" raungnya.


Vano menggerakkan tangannya agar Libra tidak merespon perkataan Edy, "Kau salah jika bertanya pada Libra, karena akulah yang membawa semuanya kesini. Tak lain dan tak bukan, untuk menjemput kalian menuju neraka!" sentak Vano gahar.


"Kita tidak memiliki masalah sebelumnya, Bung. Tapi jika kau bersikeras, baiklah, aku akan meladeni kalian!" kini Wilson yang angkat bicara.


"Kalian semua mundur!. Biar aku dan Edy yang akan memberikan pelajaran berharga untuk para cecunguk ini!" perintah Wilson pada pasukannya yang juga diikuti Vano dengan memerintahkan 10 pasukan bayangan agar ikut mundur menjaga jarak.


Kini dihalaman markas pilar utara Hellfire telah saling berhadapan antara Edy dan Libra, serta Wilson dan Vano.


"Lucu sekali. Berani-beraninya manusia awam sepertimu menantangku!" cibir Edy yang menyangka bahwa Libra masih seperti yang dulu.


Wajah Libra mengeras, "Omong kosong. Sombongkan saja kemampuanmu sebelum nanti kau tumbang dibawah telapak kakiku!!" hardiknya.


.


.

__ADS_1


_____bersambung


__ADS_2