
"Tuan Billy, bolehkah saya menyampaikan sesuatu?. Kebetulan sedang berkumpul semua," Via menunduk hormat pada sahabat Ayahnya tersebut.
Mendengar Via angkat bicara, wajah Albert langsung berubah. Begitu juga dengan Shinta yang terlihat mulai ketakutan karena khawatir dituduh sebagai perebut kekasih orang.
"Apa yang akan kau sampaikan, Nak?" Tuan Billy menatap Via.
Via menarik napas panjang, kemudian menghembuskannya perlahan, "Sebelumnya mohon maaf sebelumnya jika perkataan saya mungkin akan menyinggung beberapa pihak. Ini terkait kekasih saya, Albert. Mungkin saudari-saudari dari Kak Cintya belum tahu," Via sejenak memandang masing-masing wajah dari Belia dan April.
Benar saja, April dan Belia terlihat begitu kaget ketika mengetahui bahwa Albert sudah memiliki kekasih secantik Via. Meski ketiga putri Tuan Billy juga tak kalah cantik dari Via, namun keberuntungan berpihak pada Via.
"Saya lanjutkan. Memiliki calon suami tampan, kaya, pandai beladiri, siapa yang tak tertarik?. Saya juga melihat bahwa semua putri Tuan Billy sepertinya ada hati pada Albert," ucapan Via kali ini benar-benar membuat April dan Adik-adiknya mati kutu.
Begitu juga dengan Albert dan Tuan Billy yang seolah tak percaya dengan apa yang diucapkan Via.
"Tapi yang akan saya bahas disini bukan pada 3 gadis cantik ini, melainkan khusus pada Kak Shinta Cintya!"
DEG
__ADS_1
Jantung Shinta seperti berhenti seketika saat mendengar perkataan Via. Apa yang ditakutkannya tentang tuduhan upaya merebut Albert dari Via, nampaknya akan segera diutarakan Via.
"Melihat bagaimana Albert nyaman bersama Kak Cintya, maka hari ini saya sampaikan bahwa saya rela menerima Kak Cintya sebagai kekasih kedua bagi Albert. Saya juga siap jika nanti Albert akan menikahi saya beserta Kak Cintya sekaligus!"
DUERRR
Semua terhenyak kaget. Belia dan April seperti tak rela jika Via memberikan sebagian tempat bagi Shinta.
Tuan Billy juga kaget karena melihat ketenangan Via yang penuh legowo menerima Shinta.
Shinta sendiri juga kaget. Ketakutannya tak terbukti, justru kini Via memberikan ruang untuknya.
"Kau serius, Nak?" Tuan Billy menatap tak percaya.
Via hanya mengangguk lembut sebagai pengganti jawaban atas pertanyaan Tuan Billy.
"Lalu bagaimana dengan pendapat Albert?" kini giliran Albert yang mendapatkan tatapan tajam dari Tuan Billy.
__ADS_1
"Ehemm. Pada dasarnya, saya terserah pada Via dan Kak Shinta." Ucap Albert berusaha mencari kata-kata yang paling tepat untuk menanggapinya.
"Shinta, bagaimana menurutmu?" lanjut Tuan Billy.
"A-aku menerima pengaturan dari Dek Clara," Shinta tersipu malu.
"Hahaha..kalian para anak muda telah membuatku pening. Shinta, aku merestuimu!!" ujar Tuan Billy penuh keyakinan.
"Namun pesanku, hidup dengan 2 istri itu tak mudah. Ada 3 hak disana, ada 3 kepentingan yang berbeda, ada 3 perasaan yang tak sama, ada kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi satu sama lain. Jadi kuharap kalian bertiga bisa membawa diri dan siap akan konsekuensi dari jalur yang sudah kalian pilih sendiri," lanjut Tuan Billy menasehati.
Mendengarnya, Belia dan April seperti mendapatkan nuklir dalam dada. Ledakannya begitu menyesakkan jiwa. Karena tak kuasa menahan airmata, keduanya berlari memasuki kamar masing-masing.
"Maafkan saya Tuan Billy. Jelas tidak mungkin jika saya menerima 3 bersaudara sekaligus menjadi istri Albert. Saya harus memilihnya salah satu, dan pilihan tersebut jatuh pada Kak Cintya!" Via memeluk lembut tubuh Shinta.
Kedua saling berpelukan dalam isak tangis bahagia. Albert ingin memeluk Tuan Billy, namun buru-buru mendapatkan ancaman pandangan mata yang tajam dari Tuan Billy.
"Sepertinya aku harus segera bertemu dengan Gora untuk membicarakan ini semua," lirih Tuan Billy sambil memijit kepalanya sendiri.
__ADS_1
..._-_-_...