
Pagi ini Ana sudah terlihat begitu rapih dengan menggenakan seragam kerja, kini ia memilih untuk mengikat kuda rambut panjangnya. Ana kembali tersenyum tipis saat melihat dirinya disebuah cermin besar yang berada dikamarnya. Ia merapihkan sedikit dasi hitam kupu-kupunya agar terlihat semakin sempurna dan tak lupa ia pun mengoleskan sedikit lipstik berwarna merah muda dibibirnya agar terlihat segar.
Anastasia berjalan menunu halte bus, hari ini ia berangkat lebih pagi daripada hari-hari sebelumnya karena jarak dari tempat tinggalnya menuju tempat kerja barunya sangat jauh. Ya, hari ini adalah hari pertama Ana bekerja di tempat barunya, sangat jauh dari tempat tinggalnya dan jika Ana berleha-leha itu akan membuatnya terlambat untuk sampai di tempat kerja baru nya yang berada di ibu kota Meksiko.
Ana menyandarkan kepalanya di kursi bus, melihat pemandangan sekitar dari dalam bus. Pikiran nya masih terasa sangat kacau, kini ia harus bekerja di tempat yang sangat jauh dari tempat tinggalnya meninggalkan ibunya yang kini terbaring lemah. Niat untuk meninggalkan Las Vegas menuju Meksiko untuk tidak dikenali oleh orang-orang yang pernah hadir di hidupnya, kini dihancurkan oleh pertemuannya dengan Nicholas. Pria itu kini berhasil menemukan dirinya.
Anastasia turun dari bus sambil melihat jam yang berada ditangannya, ia merasa beruntung karena ia tidak terlambat dihari pertama kerjanya di tempat barunya. Ana kini dihadapkan langsung oleh sebuah hotel yang sangat besar dan terlihat sangat mewah itu. Anastasia tersenyum tipis dan segera mempercepat langkahnya untuk masuk kedalam hotel mewah itu.
__ADS_1
Ana merasa sedikit lega karena ia akan jauh dari pria yang bernama Nicholas itu. Anastasia merasa dirinya sangat tenang karena ia yakin bahwa Nicholas tidak akan menemukannya di tempat kerja barunya. Ana pun tersenyum sangat lebar saat masuk ke dalam hotel dan bertemu dengan karyawan lainnya.
Seorang pria tampan dengan menggunakan jas hitam menghampirinya dengan tersenyum. Anastasia pun membalas senyuman dari pria itu, ia yakin jika pria yang ada di hadapannya kini adalah seorang manajer barunya di hotel tersebut. Pria itu terlihat sangat baik dan begitu ramah kepadanya, setidaknya akan membuat Anastasia lebih betah untuk bekerja di hotel tersebut. "Kau Anastasia? Kau yang dipindahkan dari hotel cabang?" Tanya pria itu dengan sangat ramah dan tidak lupa dengan memberikan sebuah senyuman yang begitu hangat.
"Benar Sir," ucap Ana dengan ramah lengkap dengan senyuman.
"Kau akan ditempatkan diposisi pramusaji untuk kamar VIP, tapi selebihnya kau juga bisa membereskan semua keperluan hotel ini," lanjut pria itu.
__ADS_1
Ana yang mendengar cukup terkejut, belum genap seminggu mengapa bisa Ana yang ditunjuk seperti itu. "Maaf Sir, tapi aku karyawan baru di hotel ini, sepertinya aku tidak bisa," tolak Ana secara halus.
"Tidak apa-apa, Ana. Tamu VIP ini adalah tamu tetap, dia menginginkan karyawan baru yang akan membantunya di kamar VIP."
Anastasia pun hanya mengangguk dan pasrah atas perintah yang diberikan oleh manajer barunya itu.
Walaupun Anastasia terlihat seperti bingung, mengapa ditempat barunya ia di posisikan sebagai pramusaji khusus untuk kamar VIP, karena ditempat kerja sebelumnya ia bekerja sebagai pramusaji untuk kamar-kamar lain dan bukan untuk kamar VIP. Namun Anastasia langsung membuang pikirannya itu, ia merasa bersyukur karena ia pindah ia pun di posisikan di kamar VIP.
__ADS_1