Forever Mine

Forever Mine
Bab 40


__ADS_3

"Kau dimana Ana? Rindu ini terasa sangat berat. Aku harap kita bertemu kembali dan aku akan memelukmu dengan saat erat dan tidak akan membiarkanmu pergi lagi!" Lirih Nick sambil menatap foto Ana dengan sangat serius.


Perasaan bersalah kini melanda dalam pikiran Nick saat ini, mengapa ia tidak mencoba percaya dengan apa yang dikatakan oleh Ana. Padahal Nick sudah sangat mengetahui jika Ana bukanlah seseorang yang suka berbohong. Tapi rasa amarahnya pada saat itu tidak bisa untuk ia hindari. Ia begitu murka saat tahu Ana menemui Sean, pria yang pernah mencintai Ana di masa lalu. Dan itu membuat Nick begitu sakit hati dan berani untuk mengusir Ana.


Nick mengacak kasar rambutnya dan membuat rambut itu terlihat sedikit berantakan. Namun tidak membuat ketampanannya luntur sedikit pun. Ia terlihat begitu frustasi, ia menendang kursi yang ada didepannya. Ia kesal pada dirinya sendiri karena rasa rindu yang begitu besar pada Ana. Dimanakah wanita itu berada sekarang? Apakah dia baik-baik saja? Ataukah dia sedang bersedih? Pikir Nick.


Nick membuka ponselnya dan menghubungi beberapa orang suruhannya untuk segera mencari keberadaan Ana sekarang. Nick merasa lega karena orang-orang suruhannya itu mudah mengerti dengan apa yang ia perintahkan. Ia berharap semoga orang suruhannya itu dengan cepat menemukan informasi tentang keberadaan Ana.


***

__ADS_1


Ana keluar dari cafe itu dengan senyuman yang begitu mengembang. Ia sudah dipastikan diterima di cafe itu dan mulai besok ia sudah dapat bekerja. Ana sudah tidak sabar untuk memberitahukan kabar gembira ini pada Ellys, ibunya.


Saat ia sedang berjalan pulang, tiba-tiba ia merasa begitu mual dan kepalanya terasa sangat pusing. Dalam pikiran Ana mengatakan bagaimana jika ia hamil? Dan bagaimana jika anak itu harus lahir tanpa seorang ayah? Ana tidak ingin menangis kali ini, karena ia tidak memiliki banyak tenaga untuk menangis.


Ia melangkahkan kakinya dan bertujuan untuk pergi ke rumah sakit agar dapat memastikan apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Dalam hati Ana berkata semoga ini hanya karena ia kelelahan dan hanya masuk angin saja. Ia berharap bahwa dokter tidak memberi kabar jika ia sedang hamil.


Nama Ana kini telah dipanggil oleh pegawai rumah sakit itu, dengan rasa ragu dan cemas ia segera melangkahkan kaki untuk masuk ke ruang dokter yang akan memeriksanya itu.


"Mrs.Anastasia perkenalkan namaku dokter Luzy yang akan sering memeriksamu nanti!" Ucap dokter itu sambil tersenyum sangat ramah pada Ana.

__ADS_1


Ana terdiam sejenak saat mendengar ucapan dari dokter cantik dihadapannya itu. Ana mencoba mencerna apa yang dimaksud dokter itu karena ia masih saja tidak mengerti.


"Bagaimana maksudnya dok?" Tanya Ana dengan sangat hati-hati.


"Selamat kau hamil!" Ucap dokter Luzy.


Ana terkejut dengan apa yang diucapkan oleh dokter itu, apa yang ditakutinya kini menjadi kenyataan. Ia hamil, dan ia hamil anak Nick. Bagaimana ini, apakah ia akan kuat menjalani ini semua? Mengurus kandungannya seorang diri. Nick belum tentu mau untuk mengakui anak yang kini berada di dalam kandungannya itu.


Ana mengangguk dan tersenyum tipis pada dokter Luzy, ia segera melangkahkan kaki untuk pergi keluar dari rumah sakit itu. Ia memutuskan untuk segera pulang ke rumah untuk menenangkan pikirannya itu.

__ADS_1


"Apa aku harus menberitahu Nick?" Pikir Ana.


__ADS_2