Forever Mine

Forever Mine
Bab 16


__ADS_3

di sela pembicaraannya dengan Elisa tiba-tiba sebuah notifikasi dari kamar VIP berkedip, seketika perasaan Ana langsung menjadi tak karuan, perasaan ini selalu muncul setiap kali dia melihat Nick. "Bukannya kau yang bertugas di kamar VIP?" tanya Elisa mengingatkan.


Ana menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kecil. "Ya, kalau begitu aku pergi dulu, kau lanjutkan," ucap Ana yang dibalas senyuman serta anggukan semangat oleh Elisa.


Saat Ana tiba di depan kamar VIP milik Nick, ia melihat jika pintunya sudah terbuka lebar. Mengartikan jika Nicholas memang sudah menunggunya sejak tadi. Perasaan tidak karuan yang kini semakin melanda Anastasia, meskipun ia mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri namun tetap saja perasaan takut dan tidak karuannya itu tidak dapat ditutupi.


Anastasia segera menghampiri Nick yang sedang duduk disebuah sofa yang berada dikamar itu, ia menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap mata Nick yang saat ini masih saja melihatnya dengan tatapan yang sangat tajam. Kini langkah kaki Anastasia sudah semakin mendekat kepada Nick. "Apa anda membutuhkan sesuatu, Sir?" Tanya Anastasia dengan sangat lembut.

__ADS_1


Sial! Suara lembut Anastasia selalu berhasil meluluhkan hati Nicholas. Sejak mereka menjalin kasih Anastasia selalu berbicara lembut kepada Nick, dan itulah yang membuat Nick sangat mencintai Anastasia dulu. Meskipun Anastasia terlahir dari keluarga yang sangat kaya, namun ia tidak pernah sungkan untuk berbicara ramah kepada siapapun yang sedang menjadi lawan bicaranya. "Jika aku membutuhkanmu untuk menemaniku tidur malam ini, apa kau bersedia Ana?" Ucap Nick dengan tatapan yang mulai melembut. Dari banyaknya wanita yang menawarkan diri mereka, tetap Ana yang berhasil membuat Nick menginginkan wanita itu.


"Jangan konyol!" Ucap Anastasia marah, mengapa bisa Nick setenang itu saat mengatakan hal bodoh seperti itu!


Anastasia terkejut saat ia melihat Nick menghampiri dan mendekatkan tubuhnya pada tubuh Anastasia. Anastasia merasa sangat tidak nyaman dengan keadaan seperti itu, ia mencoba untuk memberontak namun tenaga Nick terlalu kuat dan pria itu menahannya. Anastasia fokus memperhatikan pergerakan Nick, ia melihat jika Nick mengeluarkan sebuah kalung yang dihiasi oleh permata dari dalam sakunya. Tanpa persetujuan dari Anastasia pria itu kini melingkarkan tangan kekarnya di leher indah milik Anastasia membuat Ana merasakan dinginnya kalung yang kini sudah dikenakan untuknya. Anastasia hanya terdiam dan sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Nick, dalam hatinya penuh dengan banyak pertanyaan yang tidak sanggup untuk menanyakannya pada Nick.


"Entahlah, aku merasa kalung itu cocok untuk mu," ucap Nick dengan tenang.

__ADS_1


Anastasia semakin dibuat bingung dengan apa yang dilakukan oleh Nick, seketika sebuah pikiran melintas jika ini semua adalah salah satu permainan yang telah direncanakan oleh Nick. Ia tidak ingin terbuai hanya dengan diberikan sebuah kalung oleh Nick. "Jangan membuat ku bingung Nick, apa alasan mu memberikan ini semua?" cicit Ana pelan, hatinya mulai bertanya-tanya apakah Nick sudah kembali seperti dulu?


"Kau ingin tahu alasan yang sebenarnya?" Ana mengangguk. "Karena aku tahu bahwa kau tidak akan mampu untuk membeli kalung semahal ini," ucap Nick sambil tertawa dan berjalan memutari Anastasia.


Anastasia sudah sangat muak dengan semua hinaan yang telah diberikan oleh Nick. Ia mencoba mengangkat tangannya dan mulai mendaratkannya di pipi mulus milik Nick. "Apa aku pernah menghina mu? apa aku pernah mempermainkan mu seperti ini?" Mata Ana mulai berkaca-kaca.


Karena merasa tak sanggup lagi, Anastasia menangis dan berlari keluar, hatinya sesak, rasa rindu menyakitkan seperti ini membuatnya sakit. Semakin hari Nick semakin menjadi untuk menghina dirinya. Anastasia sudah tidak tahu lagi harus melawan Nick dengan cara apa, pria itu terlalu memiliki banyak cara untuk menghancurkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2