Forever Mine

Forever Mine
Bab 41


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian ...


Pagi yang cerah kini menyelimuti kamar sederhana milik Ana. Wanita itu tersenyum sambil memegang perutnya, ia selalu berharap jika bayi yang ada di kandungannya akan selalu baik-baik saja meskipun ayah dari bayi itu tidak tahu jika kini Ana tengah mengandung anaknya.


Ana pun selalu rajin datang ke rumah sakit bertemu dengan dokter Luzy dan memeriksa kandungannya. Dan kini kandungannya sudah menginjak 3 bulan. Ia pun selalu tersenyum saat selesai periksa kandungan, karena bayi yang ada didalam kandungannya baik-baik saja dan bertumbuh dengan sangat baik.


Pagi ini Ana sudah bersiap menggunakan seragam kerjanya, meskipun dalam keadaan hamil pun Ana tetap bersemangat untuk bekerja. Karena jika dia hanya berdiam saja bagaimana ia akan bertahan hidup. Kenyataan pahit yang harus dialaminya datang dengan terus-menerus, tapi setelah kehamilannya ini Ana lebih menjadi seorang wanita yang kuat. Dan menangis hanya sesekali saja bagi Ana, saat ia merindukan Nick.

__ADS_1


Meskipun Ana tidak tahu bagaimana kabar dari Nick, pria yang sangat ia rindukan bahkan pria yang sangat ia cintai itu. Ana selalu berharap dan berdoa kepada Tuhan semoga pria itu akan selalu baik-baik saja, dan segera dipertemukan dengannya agar Nick tahu bahwa ia kini tengah mengandung anaknya.


"Sayang mommy yakin ayahmu akan segera menemui kita!" Lirih Ana sambil mengusap lembut perutnya.


Tatapan Ana kini tertuju pada dirinya yang ada didalam cermin, ia tersenyum saat melihat dirinya yang kini lebih kuat, semangat dan ceria. Ana sangat bersyukur dengan kehamilannya karena si bayi lah yang menguatkan Ana untuk menjalani hidupnya yang terasa berat.


***

__ADS_1


Nick sedang sibuk dengan beberapa file yang berada di ruang kerjanya, ia tetap tidak bisa fokus untuk menyelesaikan semua pekerjaannya yang kini tengah menumpuk itu. Pikiran Nick masih saja tertuju pada Ana yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. Sialnya Nick selalu merindukan wanita itu.


Nick kembali meraih foto Ana, ia menangis saat memegang foto itu. Rasa rindunya kepada Ana sudah tidak bisa ia tahan lagi. Harus kemanakah ia mencari? Apakah Ana masih berada di Meksiko atau ia sudah pindah ke negara lain? Itulah yang selalu terlintas di pikiran Nick. Ia mengacak rambutnya hingga terlihat berantakan, sehancur ini kah saat ia harus ditinggalkan oleh wanita yang sangat ia cintai?


Terdengar suara ponsel miliknya dan saat Nick lihat, ternyata orang suruhannya lah yang menghubunginya. Tanpa berpikir lama, Nick segera mengangkat panggilan itu dan berharap jika orang suruhannya itu mendapatkan tanda tentang keberadaan Ana.


Nick cukup terkejut dengan apa yang disampaikan oleh orang suruhannya itu, Ana sering pergi ke rumah sakit. Pikiran Nick langsung berlari-lari, kenapa dengan wanita itu? Apa yang terjadi pada Ana? Siapa yang sakit? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang terlintas dalam pikiran Nick.

__ADS_1


Dan Nick teringat saat orang suruhannya itu menyebut seorang dokter yang bernama Luzy. Ia langsung bersemangat untuk menanyakan tenyang Ana ke dokter Luzy, karena Nick sangat mengenal dokter Luzy semenjak ia menjabat sebagai seorang CEO muda yang sukses.


__ADS_2