Forever Mine

Forever Mine
Bab 27


__ADS_3

Anastasia kini sudah keluar dari kamar milik Nicholas, ia kini berada di ruang ganti khusus karyawan yang berada di hotel mewah itu. Anastasia memperhatikan dirinya di sebuah cermin besar, penampilannya nampak sangat hancur. Matanya yang sembab karena cairan bening terus mengalir di pipi putihnya, rambutnya yang sedikit berantakan. Anastasia merasa sangat miris dengan keadaannya saat ini, terkadang ia mengutuki dirinya sendiri bagaimana bisa ia membiarkan Nicholas untuk menjajahi dirinya.


Anastasia mengikat rambutnya agar tidak terlihat sangat berantakan, ia pun membasuh wajahnya dan segera memoleskan beberapa make up ke wajahnya, ia tidak ingin semua karyawan melihat jika kini ia sedang hancur. Selamam Anastasia menginap di hotel ini karena ia harus lembur namun siapa sangka ia dijebak oleh permainan Nicholas untuk meminum alkohol dan melakukan hal yang tidak ingin Anastasia lakukan.


Anastasia kembali melihat dirinya di sebuah cermin, ia mencoba untuk mengukir sebuah senyuman agar terlihat bahwa ia baik-baik saja. Ia mencoba untuk menguatkan hati jika ia harus kembali di pertemukan dengan Nicholas, pria yang kini sudah menghancurkan diri Ana bahkan pria itu sudah berhasil menghancurkan hidup Anastasia.

__ADS_1


Anastasia merasakan tubuhnya sangat sakit bagaikan hancur dan remuk, apalagi di bagian bawah yang terasa sangat perih. Bahkan untuk melangkah pun Anastasia membutuhkan perjuangan, ia mencoba berjalan seperti biasa. Ia tidak ingin jika banyak orang di tempat ia bekerja ini mengetahui bahwa kini ia telah kehilangan mahkotanya dan itu hal yang sangat memalukan bagi Anastasia. Meskipun dulu ia terlahir dari orang yang sangat kaya raya, namun Anastasia selalu menjaga mahkotanya dengan sangat baik. Namun semua itu harus hancur hanya karena dendam seorang pria yang bernama Nicholas.


Tatapan Anastasia kini tertuju pada seorang wanita yang menghampirinya, wanita itu memberikan senyuman kepada Anastasia. Elisa, yang kini sudah dianggap sebagai sahabat oleh Anastasia. Maka dari itu Anastasia mencoba untuk tersenyum agar sahabatnya itu tidak merasa khawatir dengan keadaannya. Dengan senang hati Anastasia menyambut kedatangan Elisa. "Ana kau sudah di sini, kau berangkat lebih pagi kah?" Tanya Elisa sambil memeluk Anastasia.


"Benarkah? ini sangat aneh Ana, aku pernah terlambat dan hanya mendapatkan teguran saja." Dalam hati Anastasia bergejolak jika ia ingin menceritakan semuanya kepada Elisa, karena ia yakin bahwa sahabatnya ini adalah orang yang sangat baik dan dapat dipercaya. Namun ia segera mengurungi niatnya itu, karena ia masih belum berani untuk menceritakannya sekarang kepada Elisa. Tapi Anastasia berjanji pada dirinya sendiri jika suatu saat nanti ia akan mencoba untuk menceritakan semua yang terjadi padanya ke Elisa.

__ADS_1


Anastasia merasa jika tangannya diraih oleh Elisa, Elisa membawanya keluar bersama untuk segera melakukan pekerjaan mereka. Dengan senyuman yang terukir di wajah cantik dua wanita itu, mereka segera melangkah bersama keluar dari ruang ganti itu dan segera melakukan pekerjaannya seperti biasa.


***


Nicholas tersenyum dengan sangat lebar, ia seperti bahagia karena sudah berhasil menghancurkan Anastasia dengan mengambil mahkota milik wanita itu dan Nicholas sedikit terkejut karena wanita itu menjaga kehormatannya dengan sangat baik, dan menepis semua pikiran Nicholas tentang Anastasia. Nicholas selalu berpikir jika Anastasia sudah menjual tubuhnya ke setiap pria untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, namun semua itu salah.

__ADS_1


__ADS_2