
Elisa pun hanya menatap Ana dengan penuh tanda tanya, Ana yang mengerti maksud tatapan dari Elisa pun segera memeluk sahabatnya itu dengan erat. Ana sangat pintar untuk meyakini lawan bicaranya agar tidak perlu khawatir dengan apa yang terjadi terhadap dirinya.
"Aku masih ada pekerjaan Ana, jika kau sudah siap memberitahu masalah mu panggil aku ya." Ana mengangguk pelan dan tersenyum saat Elisa berpamitan untuk melakukan pekerjaan lain, Ana yang kini terdiam bukan karena tidak ada pekerjaan. Tapi Ana sedang menenangkan hatinya sebelum ia masuk ke kamar terkutuk itu, saat Ana merasa tenang ia pun berniat untuk segera membersihkan kamar tamu VIP yang seolah menjadi kamar tetap milik Nicholas.
Langkah Ana kini terlihat lebih santai dari sebelumnya, karena ia merasa tenang saat mendengar Nicholas akan pergi ke mansion mewahnya dan dengan leluasa Ana akan merasa nyaman dan tenang saat membereskan kamar itu tanpa perlu di awasi oleh Nicholas.
__ADS_1
Keringat bercucuran di wajah Ana, menandakan bahwa wanita itu kini tengah bekerja dengan sangat keras dan penuh semangat. Tidak ada tangisan untuk kali ini karena pria yang selalu menyakitinya sedang pergi ke mansion mewahnya. Namun tetap saja bagi Ana ketenangan ini hanya bersifat sementara, pria itu akan kembali ke hotel ini dan bersedia untuk menyakitinya kembali. Namun Ana sedang tidak ingin memikirkan Nick, ia begitu menikmati suasana ini dengan tidak adanya Nick di kamar itu.
Tangan Ana kini meraih sebuah file yang berantakan di atas meja kerja Nick, dengan segera ia meraihnya dan menyimpannya di sebuah laci. Ana terkejut, tatapannya kini tertuju pada sebuah album foto yang sama persis dengan album foto yang ia punya, dengan perasaan yang sangat ragu Ana mulai meraih album foto itu dan membukanya.
Tanpa Ana sadari ia tersenyum sangat manis saat ia melihat foto sepasang kekasih yang terlihat sangat bahagia, seorang wanita yang tersenyum sambil menatap wajah pria itu. Dan pria itu yang merangkul sambil tersenyum. Ana dan Nick lah yang berada di foto itu, tangan Ana semakin berani untuk membuka album foto itu dan ia melihat sangat banyak foto dirinya dengan keadaan yang sekarang. Kenapa Nick harus memotret Ana yang sedang bekerja?
__ADS_1
***
Dua minggu sudah Nick tidak kembali ke hotel, tanpa Ana sadari ada perasaan khawatir dan juga secuil rasa rindu saat ia tidak melihat pria yang sangat keras itu. Namun Ana kembali untuk membuang pikirannya untuk tidak merindukan pria yang bernama Nicholas itu, pria yang sudah menghancurkan hidupnya.
Ana tengah sibuk dengan mengganti sprei yang berada di kamar VIP tempat Nick menginap, meskipun kamar itu sudah dua minggu tidak diisi tetap saja Ana melakukan prosedur yang sudah ditetapkan oleh pihak hotel tempat ia bekerja.
__ADS_1
Sesekali Ana menatap foto Nick yang tersimpan rapih di atas meja kerja milik pria itu, tentu saja kamar hotel ini sudah seperti kamar pria itu, karena begitu banyaknya barang-barang mewah yang pria itu bawa kedalam hotel ini. Ana tersenyum dengan memegang foto Nick, ia begitu tidak menyangka bahwa Nick sampai serepot itu untuk membawa semua barang berharganya untuk disimpan di hotel tempat ia menginap.
Apa ia sengaja hanya untuk bertemu dengan Ana? Ya begitulah yang ada dipikiran Ana. Namun dengan cepat ia langsung membuang pikirannya itu dan kembali menyadari keadaan bahwa Nick hanya ingin membuatnya hancur bukan karena masih mencintainya.