Forever Mine

Forever Mine
Ending 2


__ADS_3

Tak terasa kini perut Ana sudah semakin membesar dan kandungannya sudah masuk ke 5 bulan. Ia merasa sangat bahagia karena Nick selalu memperlakukannya dengan sangat baik dan selalu memperhatikan Ana dari hal sekecil apapun.


Pagi ini Ana dan juga Nick susah terlihat rapih dengan menggunakan pakaian olahraga. Karena hari ini mereka memutuskan untuk pergi berjalan di sekitaran mansion mewah Nick. Dokter Luzy yang sebagai dokter pribadi Ana memberi saran agar Ana rutin olahraga ringan dengan berjalan kaki paling lama 30 menit untuk kesehatannya dan juga bayi yang ada didalam kandungannya.


Seperti biasa Nick selalu memperlakukan Ana dengan sangat romantis. Terbukti dari wajah Ana yang kini mulai memerah karena Nick tidak berhenti untuk mencium keningnya dan juga mencium perutnya yang sudah semakin besar. Ana selalu teringat saat Nick mengatakan jika pria itu sangat menyukai perut Ana yang kini sudah terlihat membesar itu.


"Cukuplah Nick kau membuatku geli," ucap Ana sambil tertawa menahan rasa geli karena Nick terus menerus mengelus perutnya.


"Perutmu ini menjadi canduku sayang," jawab Nick sambil tertawa dan melanjutkan aktivitasnya untuk mengelus dan menciumi perut Ana.


Karena tidak ingin membuang waktu lebih lama akhirnya mereka pun mulai melangkahkan kaki dan keluar dari mansion mewah milik Nick. Ana yang terus merasa bahagia karena suaminya itu tidak pernah melepaskan genggaman tangannya saat mereka sedang berjalan di sekitaran mansionnya.


Kini Ana dan juga Nick menjadi sorotan orang-orang yang melintas ditempat itu. Karena mereka terlihat begitu romantis dan juga sangat serasi sebagai sepasang kekasih. Tak jarang yang merasa iri saat melihat Ana diperlakukan dengan sangat manis oleh Nick. Ana hanya tersenyum ramah pada orang-orang yang masih saja memperhatikan mereka.


Tiba-tiba Nick menghentikan langkahnya dan membuat Ana terkejut dan ikut menghentikan langkahnya. Ana mencari tahu apa penyebab suaminya itu berhenti dengan tiba-tiba, hingga akhirnya tatapan Ana tertuju pada seorang pria yang kini sedang berdiri dihadapan mereka.


Ana merasa khawatir karena Nick sudah menunjukan wajahnya yang terlihat tidak suka pada pria yang kini berada dihadapan mereka. Ya, pria itu adalah Sean. Pria yang pernah mencintai Ana dan juga orang yang paling dibenci oleh Nick karena selalu berusaha merebut Ana dari Nick.


"Hai Ana, hai Nick!" Sapa Sean dengan sangat ramah kepada mereka berdua.


Nick yang merasa tidak nyaman dengan kehadiran Sean langsung bergegas untuk merangkul Ana, berniat untuk membuat Sean merasa cemburu dan mengetahui jika Ana adalah miliknya sekarang.


"Ada apa Sean?" Tanya Nick dengan sangat ketus.

__ADS_1


"T...tidak aku hanya," Ucap Sean yang belum beres mengucapkan kalimatnya yang langsung dipotong oleh Nick.


"Oh iya aku dan juga Ana sudah resmi menikah, jadi aku harap jangan pernah kau mendekati istriku lagi! Kau paham?" Ucap Nick langsung menggenggam tangan Ana dan mulai berjalan meninggalkan Sean yang masih saja memperhatikan mereka yang semakin menjauh.


Ana masih merasa jika Nick masih tidak nyaman dengan pertemuan mereka dan Sean. Terlihat dari wajah Nick yang masih cemberut dan memasang muka kesalnya itu. Ana pun dengan inisiatif langsung memeluk tubuh Nick dan mencium bibir suaminya itu, bertujuan untuk meyakinkan Nick jika yang ada dihatinya sekarang dan sampai nanti hanyalah Nick, tidak ada pria lain. Tak peduli dengan banyaknya orang yang kini sibuk memperhatikan mereka, Ana tetap memeluk dan mencium suaminya itu.


"Kau tidak usah khawatir sayang. Hanya kau pria yang aku cintai dari dulu sampai sekarang. Bahkan sampai nafasku berakhir, tetap kau pria yang sangat ku cintai," Ucap Ana menghentikan aktivitasnya.


"Aku hanya tidak suka melihat pria itu," Ucap Nick yang masih saja terlihat cemburu dengan Sean.


Ana jadi merasa bersalah sangat ia teringat dulu ia pernah menemui Sean saat Nick sedang pergi ke luar negeri untuk menyelesaikan pekerjaannya disana. Dan mulai dari situlah terjadi kesalah pahaman mereka dan membuat Nick mengusir Ana.


Namun kini Ana merasa cukup lega karena ia sudah berkata dengan jujur pada Nick bahwa ia hanya mencintai suaminya dan tidak akan pernah berpaling pada pria mana pun. Karena ia sudah merasa bersyukur telah memiliki suami seperhatian Nick.


***


Sesekali ia melirik Ana yang sedang tertidur lelap, istrinya itu tadi meminta untuk tidur lebih dulu karena merasa tubuhnya sangat lelah. Nick pun bangkit sebentar dari meja kerjanya dan menghampiri istrinya yang terlelap dengan begitu damai. Ia mencium kening istrinya itu, rasa cintanya terhadap Ana sangatlah besar dan ia tidak ingin kehilangan Ana untuk kesekian kalinya.


Nick terus memandangi wajah cantik Ana, wanita yang selalu ia perjuangkan sejak dulu. Namun rasa bersalahnya kembali muncul saat ia teringat bahwa ia pernah menyakiti Ana dengan kata-kata yang begitu kasar hanya karena ingin membalaskan dendamnya pada ayah Ana yang telah tiada.


Nick pun ikut membaringkan tubuhnya disamping Ana, mencoba untuk memejamkan matanya yang mulai lelah karena sudah beberapa jam berkutat dengan laptop untuk menyelesaikan semua pekerjaannya.


***

__ADS_1


Ana terbangun saat ia merasa perutnya begitu lapar, dengan perasaan ragu ia mencoba untuk membangunkan Nick. Dalam hatinya merasa tidak enak karena ia khawatir jika Nick baru selesai bekerja dan mencoba untuk tertidur. Namun rasa laparnya sudah tidak bisa ia tahan lagi.


Ana mencoba membangunkan Nick dengan menggoyangkan tubuh Nick dengan sangat pelan. Ia mencoba memanggil nama suaminya itu dengan sangat lembut agar tidak membuat Nick merasa kaget.


"Nick," Ucap Ana dengan mengelus rambut Nick.


Ana pun tersenyum saat melihat Nick yang muai membuka matanya dengan susah payah. Terlihat sekali wajah lelah yang terpancar dari raut Nick dengan lingkar matanya yang sudah sedikit menghitam. Namun bagaimana lagi karena semua pelayan di mansion ini sudah beristirahat dan tidak mungkin Ana membangunkan mereka yang sudah seharian ini bekerja.


"Aku sangat lapar sayang, bisakah kau membuatkanku makan? Aku ingin makan nasi goreng," Pinta Ana dengan begitu lembut dan terdengar manja di telinga Nick.


***


Nick pun segera bangkit dari tidurnya dan melangkahkan kakinya menuju dapur yang diikuti oleh Ana. Ia tidak ingin membuat Ana merasa lapar, oleh karena itu ia dengam sigap menuruti keinginan istrinya meskipun matanya terasa begitu mengantuk.


Tidak usah diragukan lagi kemampuan Nick untuk memasak, karena dulu pertama ia datang ke Meksiko ia pernah menjadi seorang koki di sebuah restoran ternama di Meksiko. Dan banyak yang menyukai makanan yang dibuat oleh nya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama kini Nick sudah menyajikan nasi goreng untuk Ana dengan begitu sempurna. Ia menambahkan beberapa potong mentimun, tomat dan juga keju diatasnya yang membuat hidangan itu terlihat sangat lezat.


Nick tersenyum dan sedikit terkejut saat melihat Ana yang begitu lahap saat menyantap nasi goreng yang telah dibuatnya. Nick sangat bersyukur karena ia bisa menjadi suami yang baik dan sigap untuk Ana. Nick selalu berjanji pasa dirinya untuk menjaga Ana dan menuruti semua keinginan istrinya itu.


"Lezat sekali sayang, terima kasih," Ucap Ana yang sudah selesai menghabiskan nasi goreng itu.


Nick hanya tersenyum dan bangkit dari duduknya lalu memeluk Ana dan mencium kening Ana dengan sangat lembut. Dan terlihat jelas dari pancaran matanya bahwa ia sangat mencintai wanita yang kini berada dalam pelukannya itu.

__ADS_1


__ADS_2