
Anastasia segera melangkahkan kakinya menuju ranjang barunya yang terasa nyaman, ia merasa tubuhnya sudah sangat lemah dan ia harus beristirahat dengan cukup. Jika ia tidak istirahat dengan cukup mungkin ia tidak akan kuat saat menghadapi sikap Nicholas yang seperti manusia tidak memiliki hati. "Mengapa kau sangat membenciku Nick?" Lirih Anastasia dengan pasrah sambil menghembuskan nafasnya pelan.
Malam ini rasanya Anastasia tidak bisa untuk memejamkan matanya, sudah beberapa kali ia mengubah posisi tidurnya namun tetap saja rasa kantuk belum juga datang. Ana pun segera beranjak menuju lemari untuk mengambil sebuah album foto yang selalu ia bawa kemana pin. Ana membuka album foto itu dengan perlahan dan memperhatikan satu-satu foto yang berada di dalam album itu dengan penuh rasa rindu yang mendalam.
Tanpa sadar mata Ana mulai berkaca saat ia melihat sebuah foto keluarga dan satu lembar foto dirinya bersama dengan Nicholas, di foto itu mereka berdua terlihat sangat bahagia dan seperti sepasang kekasih yang sangat serasi. Seperginya Nick, ia tidak benar-benar bisa melupakan pria itu, dia terus menyimpan foto Nick hingga sekarang. Namun kini, Anastasia kembali teringat akan semua hinaan dan cacian yang telah diucapkan oleh Nicholas kepadanya, dan itu berhasil membuat air matanya kini mengalir kembali.
__ADS_1
Anastasia selalu mengingat saat Nicholas yang selalu bersikap lembut kepada dirinya dan selalu membuatnya bahagia walaupun dengan cara-cara yang sangat sederhana. Ia kembali teringat saat ia sedang berada di sebuah toko bunga dan membantu ibu dari Nicholas. Anastasia merasa sakit saat mengingat ayahnya telah menghancurkan toko bunga ibu Nicholas, itu awal dari kebencian Nicholas kepadanya.
Anastasia menyimpan kembali album foto itu dengan rapi di lemari samping tempat tidurnya. Ia membaringkan tubuhnya dan mencoba untuk tertidur, memulihkan energi untuk besok pagi. Ana mencoba untuk memejamkan matanya agar ia dapat melupakan beban hidupnya walaupun hanya sejenak.
***
__ADS_1
Nicholas merasakan hatinya sangat sakit saat mengingat Anastasia tadi, hatinya bagai tertusuk banyak duri. Nicholas merasa sangat bersalah kepada Anastasia karena selalu menyakiti wanita itu, hingga akhirnya ia melihat wanita itu sampai menatapnya penuh kecewa. Nicholas yang sangat yakin jika sekarang Anastasia sudah sangat terluka dengan semua hinaannya.
Nicholas masih saja ingin melihat Anastasia hancur dan merasakan apa yang ia rasakan dulu. Nicholas masih merasa tidak puas jika ia belum melihat Anastasia menangis setiap hari, karena Anastasia masih saja bisa tersenyum untuk menutupi kesedihannya. "Maafkan aku Ana," lirih Nicholas entah sudah ke berapa kalinya selama seminggu ini.
Nicholas kembali menyibukkan dirinya dengan file-file pekerjaannya, ia tidak ingin waktunya terbuang sia-sia hanya untuk memikirkan Anastasia. Ia kembali fokus karena jika hanya memikirkan Anastasia hanya akan membuat pekerjaannya berantakan dan tidak akan selesai.
__ADS_1
Setelah Nick beres menyelesaikan pekerjaannya, ia memilih untuk berbaring diatas kasur empuk yang berada dikamar itu. Ia mencoba untuk mengistirahatkan tubuhnya, namun lagi-lagi bayangan Anastasia kembali hadir dalam pikirannya.
"Bisa tidak kau pergi dalam pikiranku?" Lirih Nicholas.