Forever Mine

Forever Mine
Bab 13


__ADS_3

Ana berjalan keluar hotel dengan langkah yang mulai sedikit gontai. Ia berjalan menuju halte bus dan berharap bus tidak akan membuatnya lama menunggu. Ana duduk di halte sambil melamun, ia mencoba melupakan Nick sejenak dengan memperhatikan suasana sekitar halte. Ia mencoba untuk tersenyum berniat untuk menghibur dirinya yang kini terasa sangat kacau.


Sudah beberapa menit Ana duduk, ia tak melihat ada satu pun bus melintas. Ia mendengus kesal, perasaannya semakin kacau dan mengapa juga semuanya tak berjalan sesuai dengan apa yang dia harapkan. Ana menyandarkan kepalanya dikursi sambil menghirup udara segar dimalam hari itu. Ia sudah merasa sangat lelah dan berharap jika bus akan segera tiba karena besok ia sudah harus mengurus kepindahan tempat tinggalnya.


Wajah Ana dengan perlahan mulai tersenyum saat ia melihat bus yang sudah terlihat akan segera datang, ia segera bangkit dari duduknya dan berdiri dipinggir jalan agar lebih mudah menaiki bus tersebut. Ana menyandarkan kepalanya di kursi bus dan berharap ia bisa tertidur sejenak agar dapat melupakan rasa lelahnya.


Saat sudah sampai di tempat tujuan, Ana pun turun dari bus, ia berjalan menuju rumahnya dengan memasang senyuman palsunya agar ibunya tidak khawatir dengan keadaannya sekarang. Sesulit apapun yang dirasakan oleh Ana, tapi ia selalu mencoba menutupi dari ibunya. Ia tidak ingin jika kondisi ibunya semakin memburuk jika harus mengetahui semua ujian hidup yang terjadi pada dirinya.

__ADS_1


Ana tersenyum saat melihat ibunya yang kini terbaring di tempat tidur sambil memberikan senyuman kepadanya. Ana menghampiri sang ibu dan langsung memeluknya dengan sangat erat. Kini hanya tinggal ibunya lah yang ia miliki, setelah ayahnya meninggal dan juga sang kakak harus masuk dipenjara. Ia pernah merasa jika ia ingin menyerah dengan apa yang terjadi, namun setelah melihat ibunya rasa semangat Anastasia kembali membara. Anastasia tidak ingin mengecewakan ibunya, karena hanya ialah yang sekarang menjadi harapan ibunya.


"Mommy, apa kau baik-baik saja?" Tanya Anastasia sambil menggenggam tangan Ellys.


"Mommy baik sayang, kau tidak perlu khawatir. Bagaimana kerjamu di tempat yang baru?" Tanya Ellys sambil menatap hangat wajah Ana.


"Tidak beda jauh dengan tempat kerjaku sebelumnya mom. Hanya saja jaraknya terlalu jauh dengan tempat tinggal kita ini," ucap Anastasia sambil merapihkan rambutnya.

__ADS_1


"Maafkan mommy ya Ana, Mommy tidak bisa membantumu karena kondisi mommy yang seperti ini," ucap Ellys sambil menangis.


Ana yang melihat Ellys mulai menangis langsung memeluk Ellys dengan erat. Hatinya semakin kacau jika ia harus melihat satu-satunya harta yang ia miliki harus menangis seperti ini. Ana mengutuki dirinya karena ia selalu saja menyerah dengan keadaan, kini ia membulatkan niatnya untuk menjadi orang yang kuat dalam menghadapi setiap ujian yang terjadi dalam hidupnya. Apapun yang ia lakukan kini untuk ibunya, ia ingin melihat ibunya tersenyum dan sehat seperti dulu. "Mom, kau tidak perlu berbicara seperti itu. Biarkan Ana yang bekerja untuk kesembuhanmu mom. Ana ingin melihat mommy sehat kembali seperti dulu. Jadi mommy jangan terlalu banyak memikirkan hal yang akan membuat kondisimu semakin memburuk ya mom," ucap Ana dengan sangat lembut dan langsung memeluk Ellys.


"Oh ya Mom, pihak hotel tempatku bekerja memberikan Ana tempat tinggal yang dekat dari hotel tempatku bekerja, agar Ana tidak terlalu jauh menuju tempat kerja, jadi mulai besok kita akan mengurus pindahan ke tempat baru kita!" Ucap Anastasia sambil tersenyum semangat.


Ellys langsung terlihat sangat bahagia ketika mendengar bahwa Ana diberikan tempat tinggal oleh pihak hotel tempat ia bekerja. Karena selama ini Anna sangat khawatir dengan keadaan Ana yang bekerja jauh dengan tempat tinggalnya. "Syukurlah Ana!" ucap Ellys semangat.

__ADS_1


__ADS_2